Sudah 5 bulan :D

Ternyata sudah hampir 3 bulan lebih saya nggak nulis ya. Kandungan saya sudah menginjak 22 minggu sekarang. Udah ngerasain suka dukanya terutama di 4 bulan awal kemaren. Terutama mual dan muntal hebat, tapi alhamdulillah selalu dinikmati dan disyukuri. Setiap makan dikit aja muntah lagi dan muntah lagi sampai pernah keluar darah, sempet takut sih. Alhamdulilah periksa ke dokter katanya nggak apa-apa

Apa kabar dengan loading pekerjaan? tentu saja bukannya berkurang malah bertambah. Maklum saja ini menjelang akhir tahun, jadi semua harus selesai.

Saya mengeluh, tentu tidak. Capek, pastinya. Tapi saya selalu yakinkan diri kalau saya mampu dan saya kuat. Kecuali kalau badan nggak bisa diajak kompromi lagi saya akan ijin kepada atasan dan rekan-rekan saya. Alhamdulillah, mereka semua peduli  tapi itu tidak membuat diri saya manja. Selama masih bisa saya kerjakan, pasti saya kerjakan.

Sebenarnya saya melihat mama saya dulu. Menurut beliau, kalau hamil nggak boleh manja apalagi males-malesan. Nanti anak juga jadi manja dan males-malesan. Selama masih bisa dikerjakan dan badannya masih mampu ya harus diusahakan dikerjakan. Well, saya juga berharap anak saya nantinya jadi orang yang pekerja keras dan cerdas kayak emaknya. Hehehe. Namanya doa boleh dong ya.

Jangan salah ya, walaupun hamil begini saya masih sering keluar kota loh. Dari Pekanbaru, Pangkal Pinang, Lampung , Jogja, Bandung, Makassar dan lain-lain. sebagian temen sih ada yang nanya, nggak kasihan tuh sama calon bayinya. Alhamdulillah, saya sayang banget bayi saya dan saya juga selalu periksa ke dokter sebelum dinas luar kota untuk memastikan dedenya sehat. Emaknya suka traveling sih, kalau di rumah doank malah berasa suntuk dan bosannya. Hehehe. Kayaknya nih kalau dedenya lahir bakal suka jalan-jalan deh. Insya Allah bakal nemenin emaknya keliling dunia ya nak :p

Untuk yang masih ikhtiar tetep semangat ya, saya yakin Allah selalu mendengar doa-doa kita. Malah saya sering diberi berkah yang tak terduga dan  yang penting jangan pernah putus asa. Mungkin Allah mau menguji kita seberapa inginnya  kita untuk diberi keturunan, seberapa jauh usaha kita untuk mendapatkan keturunan, seberapa layak kita menjadi orang tua.

Doakan saya dan calon baby saya selalu sehat dan lahir dengan selamat.

daehan-minguk-manse

                                                                              Sumber : google

Anyway, calon bayi saya adalah laki-laki.  Mohon doanya  ya  :D

 

Alhamdulillah Positif :D

Sebenarnya udah pengin cerita lama, saking bahagianya. Tapi kalau lagi sibuk sama kerjaan, apalagi lagi nyiapin beberapa  event dalam waktu berdekatan, jadinya nggak kepegang deh ini blog.

 

20160625_100318

Masih pada inget kan waktu saya cerita tentang terapi sengat lebah di Cibubur untuk kesuburan. Alhamdulillah sekarang saya sudah mengandung kurang lebih 9 minggu loh. Memang permasalahan setiap orang pasti berbeda-beda dan  rejekinya juga beda-beda tapi saya ingin berbagi pengalaman barangkali ada yang mempunyai permasalahan seperti saya dulu. Berawal dari baca-baca blog juga sih tentang terapi ini. Tapi apa salahnya dicoba kan. Oh iya, sebelum terapi saya memang cek n ricek kesehatan saya terlebih dahulu, kurangnya dimana, karena udah 2 tahun belum ada tanda-tanda juga.

Ternyata saluran tuba kiri saya tersumbat yang normal hanya yang kanan saja. Jadi kesempatan sperma bertemu indung telurlebih kecil. Saya sudah pernah coba pijat kesuburan,  HSG, fisioterapi, inseminasi saja sudah 2 kali, tapi saat itu belum berhasil juga. Prinsip saya waktu itu adalah setiap Tuhan memberikan ujian pastinya Dia akan memberikan jalan keluarnya. Hanya saja mau tidak kita berusaha mencari. Bukan cuma pasrah diam ditempat saja.  Bolak-balik ke rumah sakit atau ke tukang urut tiap minggu itu bukan cuma menguras tenaga dan kantong loh. Lebih beratnya sih ke mental ya. Sambil menunggu-nunggu berhasil nggak ya, berhasil nggak ya. Pasti pertanyaan itu selalu ada.

Selain itu saya juga lebih aktif sedekah (bukan bermaksud sombong loh ya), ada yang bilang banyak-banyak sedekah terutama kepada anak yatim dan orang yang tidak mampu. Alhamdulillah saya lebih rajin sedekah ke panti asuhan dan terkadang pas weekend saya bagi-bagi makanan ke pemulung atau orang yang tidak beruntung lainnya. Karena anak itu hak prerogatif Tuhan, saya cuma berusaha menunjukan kalau Insya Allah saya mampu jika diberikan amanat itu. Doa orang tua juga ngaruh banget pastinya, terutama ibu. Well, saya selalu minta di doain sama ibu, walaupun kata ibu nggak usah diminta juga pasti seorang ibu ngedoain. Hehehe

Kunjungan saya ke terapi sengat lebah totalnya 3 kali. Kunjungan pertama di sengat di 4 titik, kedua di 5 titik dan yang ketiga 6 titik. Sebelum kesana pastikan dulu yang kurang sehat dimananya, bair terapisnya tahu titik-titik akupuntur mana saja yang harus disengat.

Semoga informasi ini berguna bagi ibu-ibu yang mempunyai masalah seperti saya. Insya Allah dengan ikhtiar dan doa yang tiada henti, Allah akan selalu memberi jalan keluarnya. Doakan saya juga calon dedenya sehat sempurna sampai waktunya melahirkan nanti ya.

 

Padang Sidempuan dan tetek bengeknya

Apa yang melintas di pikiran kamu saat saya mengatakan nama kota Padang Sidempuan. Well , for some people they think its part of Padang. Bahkan saya pun berpikiran seperti itu waktu mendengar nama kota itu pertama kali. Pasti nanya “Itu sebelah mananya Padang yak? ” Hahaha.

Terkadang kita terlalu berpikiran terlalu jauh kedepan nyari kota-kota yang ada di luar negeri, padahal kota dalam negeripun masih banyak yang belum tahu. Contohnya saya (tunjuk hidung sendiri). Saya berkunjung ke kota ini juga karena misua orang asli sana. Kalau nggak, mungkin seumur hidup saya akan berpikir kalau Padang Sidempuan ya bagian dari Padang.

Nah lebaran kemaren adalah kali ketiga saya berkunjung kesana. Tujuannya sama saja sih seperti orang-orang pada umumnya orang mudik. Silahturahmi itu pastinya. Saya suka sekali mengamati budaya ditempat baru. Nah saya ceritakan pengalaman saya ya:

  • Lampu lalu lintas tidak berlaku disana. Disana itu ada loh lampu lalu lintas yang warnanya merah, kuning dan hijau tapi sama sekali nggak berguna. Banyak pula yang sudah rusak, entah sengaja atau nggak. Saya naik mobil atau motor mau lampunya berwarna merah kek, nggak bakal dianggep.  Tetep aja jalan, saya yang teriak-teriak deg-deg an. “Lampu merah, lampu merah berhenti!” Eh malah kata misua kalau nggak jalan malah di klakson dari belakang. Sampai ada saudara yang bilang lampu lalu lintas itu seperti lampu taman aja disana. Aduh, aturan macam apa ini. Pantesan sering macet padahal cuma di kota kecil.  Jangan tanya dimana Pak Pol ya, ada sih disekitar situ… tapi entahlah mungkin dia lelah.
  • Serba mie… Seminggu disana rasanya perut begah banget dengan makanan yang bersantan. Rasa-rasanya semua jenis masakan dikasih santan, cuma sayur bening aja yang nggak. Nah, saya pengin deh gado-gado. Ya elah masa isinya cuma kangkung, tauge seuprit, timun dan mie gomak. Mie gomak lagi, mie gomak lagi… bener-bener merubah citarasa gado-gado deh. Lidah saya yang jawa ini merasa di khianati sama varian gado-gado disana.
  • Jalanan yang rusak dimana-mana. Secara administrasi Kota Padang Sidempuan ini adalah salah satu Kotamadya di daerah Tapanuli Selatan. Tapi yang bikin ngenes itu jalan raya nya banyak yang berlubang, bahkan ditengah kota. Nggak ushalah jauh-jauh sampai pedalaman. Lihat saja depan pasar, depan kantor kotamadya dan bahkan DPR nya, depan mall pokoknya sekitar situ lah. Jalanannya jelek banget. Padahal jalan utama loh. Nggak ada yang mengkritisi kah? Atau mulutnya sudah di bungkamkah? Ah entahlah juga… Jangan tanya saya
  • Nemu makanan unik. Saya baru tahu kalau rotan bisa dimakan. Jadi ranting rotan muda di bakar. Setelah itu bakal keliatan isinya yang warnanya putih. Biasanya di campur dengan potongan bawang dan cabai rawit setelah itu jadi lauk deh. Rasanya agak sepet-sepet pahit. Mungkin kalau yang belum biasa kayak saya makan 2 biji aja udah cukup kali ya.

IMG-20160722-WA0046 IMG-20160722-WA0044

Rotan bakar
Rotan bakar
  • Sebagai daerah penghasil salak, nggak heran kalau sebenarnya daerah ini menyimpan pemandangan alam yang cantik. Kemaren saya menyasarkan diri ke Gunung Sibual-Buali. Sebenarnya menurut saya bukan exactly gunung sih, tapi memang lumayan tinggi. Sudah banyak cottage dan villa (mungkin) sampai kolam pemancingan. Waktu saya kesana, banyak juga muda-mudi yang maennya kesana. Yah, dimana lagi kalau mau refreshing. Apalagi pemandangannya cantik. Dan jangan salah saya nemu durian yang harganya murah loh. Jadi puas deh makan durian.

IMG-20160722-WA0042 IMG-20160722-WA0043

Gunung Sibual-Buali
Gunung Sibual-Buali

Well, kalau ditanyain soal bahasa saya nyerah ya. Nggak tahu sama sekali ya boo. Paling kalau diajak ngobrol dan mereka pakai bahasa asli, saya cuma senyum-senyum aja. Paling misua yang ngomong intinya sih nggak ngerti bahasa sana. Hahaha.

 

Curug Penganten yang Tersembunyi

Mudik lebaran kalau nggak diselingi jalan-jalan kayaknya kurang afdhol ya. Apalagi kalau muter ke saudaranya udah semua. Kemaren saya nyari sesuatu yang nggak biasa, maunya yang belum terlalu dikenal orang, nggak mainstream biar nggak dibilang pasaran.

Kalau ke daerah Tegal yang terkenal pastinya Guci, daerah pemandian air panas di kaki gunung Slamet. Saya nggak pengen kesana karena pasti penuh sesak manusia. Boro menikmati air panasnya . Nyari tempat buat duduk aja biasanya susah.

Searching-searching dan nanya di group akhirnya pilihan saya jatuh ke Curug Penganten. Sebenarnya nggak sulit aksesnya kesana. Apalagi tempatnya deket SMA 1 Bojong. Tapi karena namanya baru pertama jadinya bolak-balik nanya jalan plus keujanan gede pula. Saya nggak bawa jas hujan terpaksa harus ngiyup beberapa kali. Memang daerah ini terkenal dengan hujan lokalnya. Di Slawi Tegal panas ngentak-ngentak, eh daerah Bumijawa dan Bojong bisa jadi hujan sehari-hari.

Dan akhirnya kami sampai juga. Karena belum seterkenal curug lainnya jadi nggak terlalu ramai parkirannya. Hahaha. Iya, saya baru sampai parkirannya aja. Kalau ke curugnya harus turun ke pematang sawah. Turunannya itu loh licin banget. Pokoknya harus persiapan alas kaki yang kuat deh. Satu lagi, kita kan mau main di alam ya boo. Jadi nggak usah pakai dan bawa barang yang aneh-aneh deh. Mending kalau cuma nyusahin diri sendiri tapi seringnya nyusahin orang lain juga.

Walaupun di kampung, anak alay yang mau eksis ternyata ada juga. Udah tahu mau ke curug yang pasti becek dan berlumpur masih ada aja yang pake sandal selop tinggi. Ah, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Turunnya susah naiknya apalagi. Mungkin biar cantik kali ya, mungkin biar eksis kali ya, mungkin biar keren kali ya. Tapi ya  Mas Mba kan harus lihat tempat dulu mau kemana. Salah satu imbas sosial media salah satunya ya ini ;p

Oke, nggrundelnya udah. Sekarang balik lagi ke perjalanan kesana. Anyway, sebenarnya di satu lokasi itu ada 2 curug. Curug Penganten sama Curug Luhur, cuma beda arah aja. Karena saya kesana juga udah kesorean, saya memutuskan milih Curug Penganten aja karena kayaknya lebih bagus aja. Satu curug bercabang dua….cekidot.

20160713_150944
Curug Penganten dari samping

 

20160713_151826
Curug Penganten dari Tengah
20160713_151915
Penunggu Curug Penganten (ini misua deng ;p)

Rafting di Sungai Citarik bareng Arus Liar

Ini pengalaman pertama  saya rafting. Tapi jangan khawatir, selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu kan.

Dalam bayangan saya sebelumnya kalau melihat foto atau video rafting, tingkat kesulitannya tinggi. Soalnya harus mendayung ditengah arus yang kelihatannya mengerikan. Belum lagi kalau misalnya banyak batu-batu, pasti kebayangnya nanti kalau jatuh kepentok gimana.

Rafting Citarik
Rafting Citarik

Tapi semua bayangan mengerikan itu seketika hilang ketika saya mencobanya sendiri. Hari Sabtu kemaren saya menuju Sukabumi tepatnya di Arus Liar ingin menjajal sungai Citarik. Katanya Jakarta-Cikidang, Sukabumi normalnya 4 jam, tapi saya harus menempuh waktu 7 jam. Rencana saya untuk rafting jam 1 siang gagal sudah, karena baru sampai site aja jam 1 siang. Mungkin ini salah saya juga sih. Jadi gini ceritanya, karena sudah stuck di jalan gara-gara macet di Sukabumi yang entah lupa disebelah mananya, akhirnya saya mengikuti jalur alternatif yang diberikan oleh Google maps. Disini saya baru sadar, seharusnya saya tak percaya sepenuhnya dengan aplikasi ini. Iya sih jalalannya sepi tapi jelek. Udah terlanjur masuk ya udah diterusin dengan harapan akan menemui jalan raya yang mulus. Ternyata nggak juga nemu. Jarak tempuhnya jadi pendek sih, tapi kalau begini caranya mobil saya yang hancur. Akhirnya saya tutup Google maps, mending nanya orang deh. Akhirnya ditunjukin jalur yang benar yang bisa tembus ke jalan raya.

Yeay!
Yeay!
Yippy.. lulus :D
Yippy.. lulus😀

Saya nginep di Kampung Ngaloen yang ratenya 395.000/orang isi 2 orang. Harga berbeda tergantung tipe cottage dan jumlah orang yang menempati.Disini ada 3 tipe cottage, pun kalau mau pakai tenda juga bisa.  Viewnya keren karena langsung depan Sungai Citarik, apalagi ada air terjunnya. Saya bisa main air dan mandi-mandi disitu termasuk ngeliat orang yang lagi rafting. Harga segitu udah ditanggung breakfast sama makan malam. Makan siang include ke paket rafting.

Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p
Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p

Akhirnya minggu pagi kami rafting juga. Mulai jam 8 pagi. Sebelum mulai, kami di brief dulu. Ternyata ada kode-kodenya dan cara pegang alatnya. Yang jelas rafting ini aman banget karena ada helm dan life jacketnya. Selama rafting nggak cuma monoton dayung aja, tapi bisa berenang di spot tertentu. Ditambah lagi guidenya juga kocak, kadang malah sengaja nyeburin kita.Sempet jatuh-jatuh waktu diawal, mungkin belum seimbang tapi setelah itu asik aja loh. Walaupun kejebur juga malah ok-ok aja,malah seru!

Selain itu beberapa kali kami melihat biawak nangkring dibatu atau di pinggir sungai. Mau banget deh di lihat sama kita :D  Lihat banyak biawak disekitar situ which means  keseimbangan alamnya masih lumayan bagus karena masih ada satwa liar disitu ( nggak mungkin kan biawak diternak :p). Oh iya saya ambil yang 9 km sekitar 2 jam harganya 295.000/orang . Kalau mau lihat pricelist lengkapnya bisa disini. Nggak usah ragu-ragu deh kalaupun baru nanya-nanya aja. Orangnya ramah banget kok. Makanya saya nyaman disini dan lagi masakannya juga lumayan enak kok.

Seru kan
Nusa Cottage menjelang malam
Nusa Cottage menjelang malam

Anyway, kalau mau foto saat rafting saran saya langsung aja pesen yang soft copynya. Emang sih harganya lumayan 150.000/CD tapi daripada di cetak malah nanti ilang atau rusak kan.  Nggak cuma rafting aja loh. Disini juga bisa gathering, paint ball, flying fox, dll. Tergantung permintaanya apa yang penting berhubungan sama alam dan aktivitas ya.

 

 

Bus Trans Jakarta Mulai Berbenah

Siapa yang jadi penumpang bus Trans Jakarta disini, ayo ngacung!

Saya adalah salah satu pengguna setianya. Yah walaupun baru awal tahun ini sih tapi kalau dirasa-rasa ini salah satu moda transportasi favorit saya. Motivasi awalnya sebenarnya karena capek aja nyetir motor atau males nebeng suami pakai mobil. Kalau naik motor harus full konsentrasi ngeliatin jalan, ditambah kaki pegel apalagi kalau macet dan pantat sakit kalau kelamaan duduk. Naik mobil dari rumah enaknya saya langsung bisa tidur sih, tapi karena harus jalan di jalur biasa jadi berangkatnya harus pagi-pagi bener, belum pulangnya. Intinya pulang pergi macet…

Bus Trans Jakarta dan Mbak-mbak penjaga pintu (Sumber:new liputan 6)

Nah kalau naik busway (anyway, orang-orang disini nyebutnya bukan bus trans jakarta mungkin karena kepanjangan atau mungkin lebih gampang, entahlah yang jelas saya jadi ikut-ikutan juga) saya bisa berangkat dari rumah jam 6.30 pagi sampai ragunan lima belas menit dan nunggu paling 15 menit tapi dijamin dapet duduk karena station pertama. Kecuali saya udah mepet banget jam 7 baru deh berdiri. Cuma 45 menit kok ke kantor. Banyak hal-hal yang saya temui selama saya jadi penumpang Busway ini.

Macem-macem bentuk dan kelakuan manusia

Disetiap busway ada kursi-kursi prioritas untuk ibu hamil, ibu dengan anak kecil, kaum difable dan orang tua namun sayangnya terkadang ada aja orang yang pura-pura “bego” nggak tahu kursi prioritas ini. Nggak sekali dua kali saya lihat ada orang tidur entah tidur beneran atau pura-pura tidur yang nggak mau ngasih kursinya. Untungnya masih banyak orang baik juga yang biasanya  orang yang duduk bukan di kursi prioritas yang bersedia ngasih kursinya. Padahal yah mas-mas atau mak-mbak penjaga pintu busway udah bangunin loh, tapi entahlah dimana hatinya.

Duduk di bagian tangga dan ngedeprok samping supir. Selama masih ada ruang walaupun itu menyalahi aturan keselamatan pokoknya bisa aja dimanfaatkan. Mungkin cuma di Indonesia duduk di tangga pintu keluar sama ngedeprok dekat persneleng mobil sah-sah aja. Kalau yang ditangga pintu keluar saya juga pernah. Hahaha. Maafkan ya. Lumayan biar bisa rehat.

Busway itu dipakai oleh semua level manusia dari miskin sampai kaya. Kemaren, saya lihat seorang ibu dan anak yang nggak pake sendal, bawa karung yang entah apa isinya. Kalau dari segi penampilan bisa dibilang mungkin pemulung. Tapi dia naik busway. Busway ini memang sangat terjangkau sih. Hanya Rp. 3.500 sekali jalan. Apalagi kalau sebelum jam 7 pagi cuma Rp. 2000

Manajemen Bus trans jakarta yang mulai berbenah

Saya masih ingat sebelum saya menggunakan busyway, banyak sekali pemberitaan negatif tentang transportasi ini terutama sumber daya manusianya. Masih ingat nggak kasus penumpang yang dicabuli padahal dia sedang pingsan. Pelaku akhirnya dipecat. Memang seharusnya begitu, tindakan yang menyalahi moral dan aturan harus diberi hukuman tegas.

Memang sih yang namanya ngantri dan penuh sesak terutama pada jam-jam kerja tidak bisa dihindari. Tapi saya perhatikan armadanya saat ini sudah mulai ditambah. Dulu waktu saya pakainya feeder busway dari Ragunan ke Semanggi, bus itu nggak ada penjaga pintunya. Jadi sebanyak apapun orang yang ngantri maunya masuk semua ke busway. Nah sekarang setiap bus pasti ada satu penjaga pintunya. Jadi mereka bisa ngatur masuk naiknya penumpang. Yang bikin salut itu, para penjaga pintu ini harus berdiri sepanjang perjalanan. Entah itu sepi atau rame. Mungkin kalau sepi mendingan kali ya. Kalau pas penuh, mereka berdiri aja susah dan desak-desakan sama penumpang lainnya, entah apa rasa kakinya. Apalagi sekarang bukan hanya cowok loh, cewek juga banyak yang jadi penjaga pintu.

Menerobos kemacetan ibukota (sumber :beritatrans)

Bukan satu dua kali sekarang saya lihat orang difable mau naik angkutan moda ini. Pernah waktu itu ada ibu-ibu bawa tongkat, waktu mau turun saya tawari beliau buat nuntun keluar. Tapi ibu-ibu malah bilang “sama masnya aja” sambil nunggu abang-abang penjaga pintu. Artinya mereka udah percaya kalau mereka akan dibantu.

Pernah ngalamin kejadian kehilangan dompet nggak? entah itu dicuri atau benar-benar hilang. Nih ada pengalaman dari kaskuser yang pernah kehilangan dompetnya di busway tapi dompetnya bener-bener balik lagi tanpa kurang satu apapun. Bus trans  jakarta memang punya call centre buat pengaduan. See, mereka berusaha untuk berbenah.

Walaupun disana-sini masih ada kekurangan paling tidak manajemen bus Trans Jakarta sudah mau mulai berubah. Mungkin hal ini juga tidak terlepas dari peran pemimpin Jakarta yang keras untuk mensterilkan jalan dan perubahan manajemen. Bagian ini bukan maksud promosi siapa-siapa loh, kalau bagian pemilihan gubernur hak anda masing-masing :p

Sekarang semakin banyak orang yang memarkir mobilnya di rumah dan di Ragunan (pool tempat saya berangkat) termasuk saya yang sudah capek dengan kendaraan pribadi di Jakarta, kecuali kalau kepepet ya beda kasus.

Semoga karyawan di bus Trans Jakarta selalu diberi kesehatan di tengah tugas dan ganasnya ibu kota. Hadirmu kini sungguh berarti ….

 

 

Terapi Sengat Lebah di Taman Wisata Lebah

Udah ada yang pernah disengat lebah? Kalau saya dulu waktu kecil karena mainnya suka di semak-semak.Hihihi

Nah saya kemaren sengaja di sengat lebah buat terapi. Iseng-iseng baca blog , tapi saya lupa namanya (maafkeun) katanya bisa buat terapi kesuburan juga, maklum saya juga lagi program. Hihihi. Oh ya namanya Taman Wisata Lebah dan tempatnya nggak jauh dari Jakarta kok. Pintu keluar tol Cibubur langsung sebelah kirinya. Saya kemaren sempet kelewatan dan akhirnya harus muter lewat Buperta dulu dan bayar 9 ribu. Yah nggak apa-apa sih namanya juga baru pertama kan.

20160625_101450

Giant bee😀

Bisa dibilang di Taman Wisata Lebah ini kayak On Stop Healing, hehehe *maksa. Jadi bukan cuma terapi lebah aja, disitu ada juga bekam, cek darah sama sedot lintah. Kalau yang terapi sedot lintah agak-agak ekstrim sih, geli-geli gimana gitu dan saya belum berniat nyoba. Saya kesana hari Sabtu dan alhamdulillah lagi nggak ngantri jadi langsung dilayani sama mbak-mbaknya. Karena baru pertama saya disengat di 4 titik which means 4 lebah diperut. Sakit sih yang pertama-tama, tapi yang seterusnya udah nggak terlalu kok. Kata mbaknya ada efek sampingnya, biasanya bakal gatal. Kalau gatal sebisa mungkin jangan digaruk, kasih minyak kayu putih. Atau bisa aja demam, nah kalau nggak kuat bisa minum obat demam biasa. Nah kalau ternyata alergi yang membuat merah-merah sekujur tubuh baru deh minum kelapa muda atau susu sebagai penetlalisir racunnya.

20160625_085653

Setelah memberikan racunnya atau obat kali ya… mereka rela dirinya mati loh buat menyembuhkan manusia

20160625_100306

Salah satu kandang lebah penghasil madu

Taman Wisata Lebah

Suami saya di bekam di 12 titik dan total yang harus kami bayar berdua cuma Rp. 160.000. Lumayan murah kok. Saya juga beli madu super nya satu botol 90 ribu. Untuk ukuran madu asli itu termasuk murah loh.

20160625_100730

Pasukan bersih-bersih sampah selalu siap sedia

Bukan cuma itu aja loh, di Taman Wisata Lebah bisa bermain sambil belajar juga. Kenapa saya percaya banget kalau madunya asli, ya karena saya bisa lihat langsung peternakan lebahnya disitu diantara pohon randu dan tatanan taman yang cantik. Ditambah lagi banyak bangunan goa yang bentuknya lucu-lucu plus mainan anak-anak juga. Nggak heran di papan kunjungan banyak banget kunjungan dari anak TK sama SD.