Rafting di Sungai Citarik bareng Arus Liar

Ini pengalaman pertama  saya rafting. Tapi jangan khawatir, selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu kan.

Dalam bayangan saya sebelumnya kalau melihat foto atau video rafting, tingkat kesulitannya tinggi. Soalnya harus mendayung ditengah arus yang kelihatannya mengerikan. Belum lagi kalau misalnya banyak batu-batu, pasti kebayangnya nanti kalau jatuh kepentok gimana.

Rafting Citarik
Rafting Citarik

Tapi semua bayangan mengerikan itu seketika hilang ketika saya mencobanya sendiri. Hari Sabtu kemaren saya menuju Sukabumi tepatnya di Arus Liar ingin menjajal sungai Citarik. Katanya Jakarta-Cikidang, Sukabumi normalnya 4 jam, tapi saya harus menempuh waktu 7 jam. Rencana saya untuk rafting jam 1 siang gagal sudah, karena baru sampai site aja jam 1 siang. Mungkin ini salah saya juga sih. Jadi gini ceritanya, karena sudah stuck di jalan gara-gara macet di Sukabumi yang entah lupa disebelah mananya, akhirnya saya mengikuti jalur alternatif yang diberikan oleh Google maps. Disini saya baru sadar, seharusnya saya tak percaya sepenuhnya dengan aplikasi ini. Iya sih jalalannya sepi tapi jelek. Udah terlanjur masuk ya udah diterusin dengan harapan akan menemui jalan raya yang mulus. Ternyata nggak juga nemu. Jarak tempuhnya jadi pendek sih, tapi kalau begini caranya mobil saya yang hancur. Akhirnya saya tutup Google maps, mending nanya orang deh. Akhirnya ditunjukin jalur yang benar yang bisa tembus ke jalan raya.

Yeay!
Yeay!
Yippy.. lulus :D
Yippy.. lulus😀

Saya nginep di Kampung Ngaloen yang ratenya 395.000/orang isi 2 orang. Harga berbeda tergantung tipe cottage dan jumlah orang yang menempati.Disini ada 3 tipe cottage, pun kalau mau pakai tenda juga bisa.  Viewnya keren karena langsung depan Sungai Citarik, apalagi ada air terjunnya. Saya bisa main air dan mandi-mandi disitu termasuk ngeliat orang yang lagi rafting. Harga segitu udah ditanggung breakfast sama makan malam. Makan siang include ke paket rafting.

Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p
Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p

Akhirnya minggu pagi kami rafting juga. Mulai jam 8 pagi. Sebelum mulai, kami di brief dulu. Ternyata ada kode-kodenya dan cara pegang alatnya. Yang jelas rafting ini aman banget karena ada helm dan life jacketnya. Selama rafting nggak cuma monoton dayung aja, tapi bisa berenang di spot tertentu. Ditambah lagi guidenya juga kocak, kadang malah sengaja nyeburin kita.Sempet jatuh-jatuh waktu diawal, mungkin belum seimbang tapi setelah itu asik aja loh. Walaupun kejebur juga malah ok-ok aja,malah seru!

Selain itu beberapa kali kami melihat biawak nangkring dibatu atau di pinggir sungai. Mau banget deh di lihat sama kita :D  Lihat banyak biawak disekitar situ which means  keseimbangan alamnya masih lumayan bagus karena masih ada satwa liar disitu ( nggak mungkin kan biawak diternak :p). Oh iya saya ambil yang 9 km sekitar 2 jam harganya 295.000/orang . Kalau mau lihat pricelist lengkapnya bisa disini. Nggak usah ragu-ragu deh kalaupun baru nanya-nanya aja. Orangnya ramah banget kok. Makanya saya nyaman disini dan lagi masakannya juga lumayan enak kok.

Seru kan
Nusa Cottage menjelang malam
Nusa Cottage menjelang malam

Anyway, kalau mau foto saat rafting saran saya langsung aja pesen yang soft copynya. Emang sih harganya lumayan 150.000/CD tapi daripada di cetak malah nanti ilang atau rusak kan.  Nggak cuma rafting aja loh. Disini juga bisa gathering, paint ball, flying fox, dll. Tergantung permintaanya apa yang penting berhubungan sama alam dan aktivitas ya.

 

 

Bus Trans Jakarta Mulai Berbenah

Siapa yang jadi penumpang bus Trans Jakarta disini, ayo ngacung!

Saya adalah salah satu pengguna setianya. Yah walaupun baru awal tahun ini sih tapi kalau dirasa-rasa ini salah satu moda transportasi favorit saya. Motivasi awalnya sebenarnya karena capek aja nyetir motor atau males nebeng suami pakai mobil. Kalau naik motor harus full konsentrasi ngeliatin jalan, ditambah kaki pegel apalagi kalau macet dan pantat sakit kalau kelamaan duduk. Naik mobil dari rumah enaknya saya langsung bisa tidur sih, tapi karena harus jalan di jalur biasa jadi berangkatnya harus pagi-pagi bener, belum pulangnya. Intinya pulang pergi macet…

Bus Trans Jakarta dan Mbak-mbak penjaga pintu (Sumber:new liputan 6)

Nah kalau naik busway (anyway, orang-orang disini nyebutnya bukan bus trans jakarta mungkin karena kepanjangan atau mungkin lebih gampang, entahlah yang jelas saya jadi ikut-ikutan juga) saya bisa berangkat dari rumah jam 6.30 pagi sampai ragunan lima belas menit dan nunggu paling 15 menit tapi dijamin dapet duduk karena station pertama. Kecuali saya udah mepet banget jam 7 baru deh berdiri. Cuma 45 menit kok ke kantor. Banyak hal-hal yang saya temui selama saya jadi penumpang Busway ini.

Macem-macem bentuk dan kelakuan manusia

Disetiap busway ada kursi-kursi prioritas untuk ibu hamil, ibu dengan anak kecil, kaum difable dan orang tua namun sayangnya terkadang ada aja orang yang pura-pura “bego” nggak tahu kursi prioritas ini. Nggak sekali dua kali saya lihat ada orang tidur entah tidur beneran atau pura-pura tidur yang nggak mau ngasih kursinya. Untungnya masih banyak orang baik juga yang biasanya  orang yang duduk bukan di kursi prioritas yang bersedia ngasih kursinya. Padahal yah mas-mas atau mak-mbak penjaga pintu busway udah bangunin loh, tapi entahlah dimana hatinya.

Duduk di bagian tangga dan ngedeprok samping supir. Selama masih ada ruang walaupun itu menyalahi aturan keselamatan pokoknya bisa aja dimanfaatkan. Mungkin cuma di Indonesia duduk di tangga pintu keluar sama ngedeprok dekat persneleng mobil sah-sah aja. Kalau yang ditangga pintu keluar saya juga pernah. Hahaha. Maafkan ya. Lumayan biar bisa rehat.

Busway itu dipakai oleh semua level manusia dari miskin sampai kaya. Kemaren, saya lihat seorang ibu dan anak yang nggak pake sendal, bawa karung yang entah apa isinya. Kalau dari segi penampilan bisa dibilang mungkin pemulung. Tapi dia naik busway. Busway ini memang sangat terjangkau sih. Hanya Rp. 3.500 sekali jalan. Apalagi kalau sebelum jam 7 pagi cuma Rp. 2000

Manajemen Bus trans jakarta yang mulai berbenah

Saya masih ingat sebelum saya menggunakan busyway, banyak sekali pemberitaan negatif tentang transportasi ini terutama sumber daya manusianya. Masih ingat nggak kasus penumpang yang dicabuli padahal dia sedang pingsan. Pelaku akhirnya dipecat. Memang seharusnya begitu, tindakan yang menyalahi moral dan aturan harus diberi hukuman tegas.

Memang sih yang namanya ngantri dan penuh sesak terutama pada jam-jam kerja tidak bisa dihindari. Tapi saya perhatikan armadanya saat ini sudah mulai ditambah. Dulu waktu saya pakainya feeder busway dari Ragunan ke Semanggi, bus itu nggak ada penjaga pintunya. Jadi sebanyak apapun orang yang ngantri maunya masuk semua ke busway. Nah sekarang setiap bus pasti ada satu penjaga pintunya. Jadi mereka bisa ngatur masuk naiknya penumpang. Yang bikin salut itu, para penjaga pintu ini harus berdiri sepanjang perjalanan. Entah itu sepi atau rame. Mungkin kalau sepi mendingan kali ya. Kalau pas penuh, mereka berdiri aja susah dan desak-desakan sama penumpang lainnya, entah apa rasa kakinya. Apalagi sekarang bukan hanya cowok loh, cewek juga banyak yang jadi penjaga pintu.

Menerobos kemacetan ibukota (sumber :beritatrans)

Bukan satu dua kali sekarang saya lihat orang difable mau naik angkutan moda ini. Pernah waktu itu ada ibu-ibu bawa tongkat, waktu mau turun saya tawari beliau buat nuntun keluar. Tapi ibu-ibu malah bilang “sama masnya aja” sambil nunggu abang-abang penjaga pintu. Artinya mereka udah percaya kalau mereka akan dibantu.

Pernah ngalamin kejadian kehilangan dompet nggak? entah itu dicuri atau benar-benar hilang. Nih ada pengalaman dari kaskuser yang pernah kehilangan dompetnya di busway tapi dompetnya bener-bener balik lagi tanpa kurang satu apapun. Bus trans  jakarta memang punya call centre buat pengaduan. See, mereka berusaha untuk berbenah.

Walaupun disana-sini masih ada kekurangan paling tidak manajemen bus Trans Jakarta sudah mau mulai berubah. Mungkin hal ini juga tidak terlepas dari peran pemimpin Jakarta yang keras untuk mensterilkan jalan dan perubahan manajemen. Bagian ini bukan maksud promosi siapa-siapa loh, kalau bagian pemilihan gubernur hak anda masing-masing :p

Sekarang semakin banyak orang yang memarkir mobilnya di rumah dan di Ragunan (pool tempat saya berangkat) termasuk saya yang sudah capek dengan kendaraan pribadi di Jakarta, kecuali kalau kepepet ya beda kasus.

Semoga karyawan di bus Trans Jakarta selalu diberi kesehatan di tengah tugas dan ganasnya ibu kota. Hadirmu kini sungguh berarti ….

 

 

Terapi Sengat Lebah di Taman Wisata Lebah

Udah ada yang pernah disengat lebah? Kalau saya dulu waktu kecil karena mainnya suka di semak-semak.Hihihi

Nah saya kemaren sengaja di sengat lebah buat terapi. Iseng-iseng baca blog , tapi saya lupa namanya (maafkeun) katanya bisa buat terapi kesuburan juga, maklum saya juga lagi program. Hihihi. Oh ya namanya Taman Wisata Lebah dan tempatnya nggak jauh dari Jakarta kok. Pintu keluar tol Cibubur langsung sebelah kirinya. Saya kemaren sempet kelewatan dan akhirnya harus muter lewat Buperta dulu dan bayar 9 ribu. Yah nggak apa-apa sih namanya juga baru pertama kan.

20160625_101450

Giant bee😀

Bisa dibilang di Taman Wisata Lebah ini kayak On Stop Healing, hehehe *maksa. Jadi bukan cuma terapi lebah aja, disitu ada juga bekam, cek darah sama sedot lintah. Kalau yang terapi sedot lintah agak-agak ekstrim sih, geli-geli gimana gitu dan saya belum berniat nyoba. Saya kesana hari Sabtu dan alhamdulillah lagi nggak ngantri jadi langsung dilayani sama mbak-mbaknya. Karena baru pertama saya disengat di 4 titik which means 4 lebah diperut. Sakit sih yang pertama-tama, tapi yang seterusnya udah nggak terlalu kok. Kata mbaknya ada efek sampingnya, biasanya bakal gatal. Kalau gatal sebisa mungkin jangan digaruk, kasih minyak kayu putih. Atau bisa aja demam, nah kalau nggak kuat bisa minum obat demam biasa. Nah kalau ternyata alergi yang membuat merah-merah sekujur tubuh baru deh minum kelapa muda atau susu sebagai penetlalisir racunnya.

20160625_085653

Setelah memberikan racunnya atau obat kali ya… mereka rela dirinya mati loh buat menyembuhkan manusia

20160625_100306

Salah satu kandang lebah penghasil madu

Taman Wisata Lebah

Suami saya di bekam di 12 titik dan total yang harus kami bayar berdua cuma Rp. 160.000. Lumayan murah kok. Saya juga beli madu super nya satu botol 90 ribu. Untuk ukuran madu asli itu termasuk murah loh.

20160625_100730

Pasukan bersih-bersih sampah selalu siap sedia

Bukan cuma itu aja loh, di Taman Wisata Lebah bisa bermain sambil belajar juga. Kenapa saya percaya banget kalau madunya asli, ya karena saya bisa lihat langsung peternakan lebahnya disitu diantara pohon randu dan tatanan taman yang cantik. Ditambah lagi banyak bangunan goa yang bentuknya lucu-lucu plus mainan anak-anak juga. Nggak heran di papan kunjungan banyak banget kunjungan dari anak TK sama SD.

Budaya organisasi Google

Apa sih yang sebenarnya lagi nge-hitz dalam organisasi? Ada sebagian orang yang bilang karir, ada lagi yang bilang upah/gaji, atau ada lagi yang baru lagi manajemen SDM. Saya kira jawabannya bukan itu semua.

Jawaban untuk pertanyaan diatas sebenarnya mudah yaitu budaya organisasi. Saya yakin sebagian besar organisasi sedang berlomba-lomba membangun budaya atau value masing-masing. Dari yang penyebutannya paling simple sampai yang harus bikin bibir njelimet. Semua itu nggak masalah  asal betul-betul dilaksanakan dan dihayati oleh semua karyawan dan pihak manajemennya. Sayangnya yang terjadi adalah kebanyakan value-value itu hanya sebagai slogan saja. Nah, tulisan ini sebagai media sharing aja bagaimana budaya organisasi bisa established secara mantap.

istilah “culture” sendiri berasal dari ilmu sosial antropology pada akhir abad 19 yang diawali dengan penelitian tentang  Primitive Community- Eskimo, South Sea, African, Native American yang mengungkap tentang kehidupan mereka.

Kita mulai dengan pengertiannya dulu yuk biar paham.

Hodge, Anthony dan Gales (1996) mendefinisi kan budaya organisasi adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Larissa A. Grunig, et.al.., mengatakan budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Budaya organisasi menurut Walter R. Freytag mengatakan  bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Budaya organisasi mempunyai efek yang kuat pada organisasi itu sendiri dan manajemen yang ada didalamnya. Saat ini semua orang pasti tahu tentang  Google. Saya masih ingat saat SD dulu harus punya buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap). Jadi kalau mau cari apa saja nyarinya disitu kalau Bapak sama Ibu nggak bisa jawab pertanyaan saya. Tapi jaman memang benar-benar berubah dengan cepat ya. Sekarang semua orang pasti meng “Google” kalau mau cari sesuatu. Memang praktis dan cepat.

Google ini didirikan oleh dua sahabat Larry Page dan Sergey Brin di tahun 1996.  Mereka berdua adalah lulusan Stanford University dan tak dinyana pada tahun 2009, Google digunakan oleh 1 juta orang per hari sebagai web search engine. Seiring dengan berkembangnya inovasi-inovasi dari Google seperti Gmail, Google Earth, Google Maps dan Picasa. Google juga  menambah tenaga kerjanya dari 10 tenaga kerja yang bekerja di dalam garasi menjadi 10.000 tenaga kerja yang tersebar di dunia pada tahun 2009.  Pasti semua orang bertanya, apa sih yang formula suksesnya? Mari kita bedah ya.

Google adalah perusahaan pertama yang mengutamakan slogan users first.  Sementara perusahaan lain fokus kepada marketing dan layanan iklan untuk meningkatkan pendapatan mereka, Google dengan beraninya mengubah paradigma itu semua. Jika diperhatikan tampilan google itu  hanya logo dan search box saja kan, tanpa embel-embel iklan atau lain. Google bertahan untuk tidak menampilkan iklan, karena perusahaan merasa itu akan mengganggu user. Google mengutamakan  user experience, sebelum uang dan keuntungan. Hal ini yang menjadi salah satu faktor pencapaian mereka. Kelihatannya simple, tapi jika penggunanya sudah skala besar dan user merasa puas tentu saja pendapatan akan datang dengan sendirinya.

Sumber: Google

Faktor lainnya lagi adalah perusahaan berusaha membuat karyawannya senang dan gembira merupakan nilai yang benar-benar mereka terapkan. Google sengaja membuat lingkungan kerja  agar benar-benar menarik, memotivasi dan berupaya mempertahankan karyawan terbaiknya. Pada tahun 2007 Google menduduki peringkat pertama Best Place to Work For oleh Majalah Fortune dan peringkat 4 pada tahun 2010. Tentu tidak mengagetkan jika kalian tahu bagaimana perusahaan ini memperlakukan karyawannya. Di Mountain View, California tempat kerja karyawan Google yang disebut “Googlepex” karyawan di berikan gourmet food gratis termasuk sushi dan espresso. Walaupun, akhirnya banyak yang komplain kalau berat badannya naik dari 10-15 pounds. Yah, nggak heran sih. Makan gratis, enak-enak pulak. Saya juga mau, walaupun nanti tambah gendut. Nah untuk mengakomodasi masukan mereka, pihak manajemen menyediakan  gym, video games, on-site child care dan dokter. Google mengijikan karyawannya untuk mengambil 5 bulan 0ff pada saat cuti bersalin dan  full payment untuk mengakomod Nah, perlakuan inilah yang menyebabkan karyawan merasa dihargai oleh perusahaan dan kebutuhan mereka juga terpenuhi. Dan pada akhirnya mereka juga merasa bangga bekerja di tempat yang keren ini daripada lainnya.

Jangan salah, walaupun kelihatanya tempat kerjanya asik, hal ini tidak menyurutkan mereka untuk terus beinovasi dan menghadapi resiko. Mereka malah menitikberatkan pada inovasi. Saat Vice President Google yang  bertanggung jawab pada sistem advertising dan ternyata terjadi kesalahan pada sistem tersebut yang menyebabkan perusahaan merugi jutaan dollar dan dia secara gentle  meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Nah Larry Page malah memujinya dan berterima kasih dengan kesalahan yang dibuatnya. Menurutnya jika hal itu tidak terjadi, bisa jadi mereka akan kehilangan lebih besar lagi karena kurang hati-hati. Perusahaan ini mengedepankan inovasi dan perubahan, jika tidak terjadi kesalahan mungkin mereka akan berjalan lebih lamban dan kalah dengan kompetitor lainnya. Selama bukan kesalahan moral tampaknya mereka bisa memaafkan kesalahan yang tidak sengaja.

Bertindak cepat dan berani menghadapi resiko terutama pada saat melakukan kesalahan menjadi kunci mengapa Google berkinerja lebih bagus dan cepat dibanding kompetitor lainnya seperti Microsoft dan Yahoo. Dalam menghadapi tantangan perubahan yang begitu cepat, karyawan Google diperbolehkan menghabiskan 20% dari  jam kerjanya dengan ide kreasi mereka masing-masing. Mau di kantor atau remote dari rumah juga bisa.

Budaya Google juga tercermin dalam setiap pengambilan keputusan . Jadi setiap keputusan diambil oleh tim, bukan individu. Bahkan manajemen perusahaan berada di tangan tiga orang: Larry Page dan  Sergey Brin dan mereka berdua mengangkat Eric Schmidt sebagai CEO. Dengan kata lain, perusahaan ini bukanlah perusahaan yang dalam pengambilan keputusannya oleh Pimpinan senior atau CEO dan di impelementasikan top down. Sistem kerja nya mereka dalam mengatasi masalah atau mengambil keputusan adalah membentuk tim-tim kecil dan mereka memaparkan data dan persuasi rasional.

Disetiap pengambilan keputusan ataupun rapat mereka tidak diperkenankan hanya berbicara ” I Think…” tapi harus berbicara “berdasarkan data”  dan mereka bekerja di ruangan yang terbuka sehingga kesempatan untuk bekerjasama dan berdiskusi lebih banyak daripada bekerja pada kubikle atau sekat-sekat yang seakan-akan membedakan level antara satu orang dengan lainnya.

Perusahaan ini menekankan pentingnya mencari orang terpintar (bukan dukun loh ya) yang mungkin saja mereka akan mendapatkan kandidat-kandidat yang mempunyai ego tinggi dan sulit bekerjasama, namun dengan budaya dan ritme kerja yang ada, akhirnya mereka dipaksa untuk bekerjasama. Karena Google sendiri berasal dari perusahaan kecil yang selalu tumbuh dan berkembang sehingga mereka menekankan nilai-nilai budaya seperti berani menghadapi resiko, cepat dan kerjasama. Maka dari itu dalam proses perekrutan mereka sangat selektif dan hati-hati. Kandidat ini akan diberikan tugas untuk menulis essay “Bagaimana mereka akan berkinerja tinggi di Google”

Dilain pihak, Google juga berpartisipasi pada komunitas-komunitas kemasyarakatan loh. Event yang disebut Googlefest merupakan salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada karyawannya dalam community building dan training. Partisipasi dalam kegiatan sosial ini dapat memperkuat hubungan antar karyawan dan masyarakat dan menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan. Mungkin orang lain akan berpikir kalau Google adalah perusahaan yang mengejar kemewahan dan selalu mengutamakan uang karena pendapatan dan keuntungan yang mereka dapatkan. Tapi nyatanya, profit itu bukanlah hal yang utama. Philosphy Google yaitu memberikan makna kepada karyawan yang telah bekerja di Google ternyata telah mengakibatkan kinerja yang terbaik dari karyawannya.

Jadi jangan hanya fokus pada hal-hal yang bisa dihitung seperti profit atau pendapatan, fokus jugalah kepada bagaimana meningkatkan budaya di organisasi. Budaya organisasi yang bagus dapat meningkatkan produktivitas dan bottom line.

Siapa yang mau kerja di google, ngacung !!!

Ramadhan di masa kecilku

Happy Fasting, Happy Ramadhan😀

Hai hai hai… yuk ngomongin pengalaman Ramadhan dimasa kecil dulu. Mumpung masih Ramadhan di awal biar nambah semangat, walaupun kerja juga tetep seperti hari biasa. Kalau inget masa kecil biasanya semangat lagi kan. Hehehe.

  • Dulu pas SD mulai dari kelas 4 sampai SMP  pasti semua siswa itu punya yang namanya Buku Kegiatan  Ramadhan. Kenapa sekarang nggak ada ya? Ada yang tahu kenapa? Padahal ini salah satu alasan saya dulu rajin sholat Taraweh dan Subuh di masjid loh. Walaupun harus antri buat dapet tanda tangan imam atau ustadz yang mewakili, tapi seru karena rame-rame sama teman yang lain.buku-kegiatan-ramadhan

           Sumber : Pics google

  • Maen petasan, DOR!. Asli kalau pengalaman yang ini jangan ditiru. Saya dulu waktu SD doyan banget maen petasan walaupun bukan petasan yang gede-gede yang kecil-kecil aja kayak petasan cabe dan petasan banting. Nggak berani gede-gede, kalau ketahuan bisa di jewer Bapak. Hahaha. Yang kecil aja harus jauh mainnya dari rumah. Karena dulu saya dan teman-teman sebaya saya ngerasa keren banget kalau udah maen petasan daripada kembang api. Dulu mikirnya, ah kembang api itu maenannya anak kecil,  padahal waktu itu masih kecil juga. Hahaha.

 

Petasan Cabe Rawit (bukanasalinfo.blogspot)

Source: Bukanasalinfo.blogspot

  • Madrasah Ramadhan. Sebenarnya saya lupa istilahnya untuk yang satu ini. Biasanya di ikuti sama anak SD. Jadi saya dan teman-teman saya akan menginap di masjid atau madrasah di kampung (Masjid dan madrasah berdekatan) untuk ikut Kegiatan keagamaan selama Ramadhan. Belajar ngaji, belajar surat-surat pendek, pokoknya banyak deh. Dulu kami nggak manja, nggak harus diantar jemput orang tua. Tapi kebersamaan teman-temanlah yang buat kami semangat.
  • Ikut kegiatan Remaja Masjid. Gini-gini saya dulu aktif banget di Ikatan Remaja Masjid Al-Fatah (IRMA) terutama waktu SMP dan SMA. Jadi yang ngurusin anak-anak Madrasah Ramadhan ya kakak-kakak di IRMA. Hehehe. Selain itu kami juga ada pengajian setiap sore dan malem setelah habis taraweh. Rajin banget ya boo!!! Koordinir zakat dan ta’jil untuk berbuka juga. Pokoknya seru banget deh. Oh iya satu lagi, semangat ikutan ini karena saya naksir ketuanya. Hahaha. Dulu saya jadi sekretarisnya jadi kemana-mana berdua. Bwahaha, ini motivasinya ga bener ya. Tapi bener deh, cuma naksir gitu doank, dan ngerasa happy aja walaupun kegiatan lagi banyak karena ada sang Ke… hihihi😀 .Hemm, apalagi ya. Ngabuburit dulu kebanyakan ya di masjid karena jadi IRMA itu. Saya merasa punya ikatan besar sama masjid di kampung saya deh. Soalnya banyak kenangan indahnya.
  • Oh iya ada pengalaman nakalnya juga nih. Dulu waktu kelas 3 SD ingettt banget kalau saya puasa tapi masih maen belingsatan kesana kemari. Entah itu maen petak umpet, layangan, dengklek (apa ya istilah bahasa Indonesianya, saya lupa) , sampai lompat tali. Kebayang donk, puasa-puasa masih maen nya ekstrem gitu. Soalnya saya tipikal anak yang nggak bisa diem. Alhasil laper and haus lah. Pulang-pulang minum deh air sama masak mie sendiri. Waktu itu mama nggak ada, lupa kemana. Padahal masih jam 3 sore. Udah kenyang, dibersihin semua TKP biar nggak ketahuan. Hahaha. Eh mama pulang, malah nanya: ” Kamu udah buka?”Sambil merhatiin saya. Saya padahal belum ngomong apa-apa loh. “Bibir kamu ketahuan loh…” Kata mama lagi. Alhasil saya nyengir… hahaha. Sumpah kalau inget moment itu rasanya saya pengin kabur. Itu feeling seorang mama kali ya, kuat banget. Anaknya buka puasa diem-diem aja ketahuan.. hahaha

kids eating

Source: pinterest

Jadi apa pengalamanmu dulu?

Day 4 Nami island and Petite France

Maaf nge-blognya lompat-lompat ya… Niat sih dari kemaren-kemaren ada. Tapi nulisnya itu loh. Malesnya minta ampuunnn… Kena sindrom blogger males kayaknya. Melanjutkan jalan-jalan kita di Korea ya

Day 4, time to Nami Island and Petite France😀

Bagi pecinta drama Korea yaitu  Winter Sonata pasti tahu banget Nami Island. Kalau saya sih nggak terlalu tahu drama itu, jadi ya dalam imajinasi saya Nami island ya pulau di tengah laut dan nyatanya pulau di tengah danau tapi dengan kemasan yang unik dan cantik.

DSCN4130

Orang Korea itu oke banget deh kalau mengemas suatu tempat wisata. Yang seharusnya biasa aja bisa jadi menarik. Asal tahu aja ya…di sana banyak selebaran wisata yang isinya spot-spot shootingnya film Korea. Yah, sekarang ini drama Korea memang sedang berjaya di seluruh dunia. Saya pun suka drama Korea karena ceritanya yang memang bagus dan pemainnya  ganteng.  dan nggak akting berlebihan. Inget donk kalau sinetron Indonesia pemainnya gimana. Matanya dipicing-picingin, tidur aja bedaknya tebel banget, selalu ada head voice sambil ekspresi muka aneh, yang jahat ya jahat banget, yang baik ya keterlaluan baiknya. Bukan maksud ngeledek produksi dalam negeri ada sih yang bagus, tapi… ya sudahlah.

Tuh kan kebiasaan jadi ngglambyar. Balik lagi ke Nami island deh.

Dari Seoul 2 jam perjalanan naik kereta ke Nami Island. Biar murah mending naiknya bis aja. Bisa sih naik taxi, tapi yah lumayan mahal lah. Kalau bus tour ini nggak akan bayar-bayar lagi kalau mau pergi ke lain tempat. Sayangnya waktunya cuma sehari jadinya cuma bisa ke Nami island sama Petite France. Itupun udah menggigil kedinginan.

Ini katanya spot First Kiss di Winter Sonata
Ini katanya spot First Kiss di Winter Sonata

Ke Nami island katanya bagus kalau pas musim semi. Tapi menurut saya winter pun tempat ini sempurna. Ditambah banyak ornamen-ornamen winter. Jangan lupa disana ada spot-spot buat shooting film Winter Sonata yang ditunjukin gambarnya dari adegan ciuman, pegangan tangan, sampai pelukan. Hahaha. kalau di Indonesia mungkin udah di gerebek FPI ada simbol-simbol begitu. Wakakak. Temen saya yang nge fans banget sama Winter Sonata sampai naik di patungnya mereka berdua. Nggak naik diatasnya loh ya, cuma naik di atas kaki patungnya aja.

Welcome to Nami Island
Welcome to Nami Island
Cantiknya winter di Nami Island :D
Cantiknya winter di Nami Island😀

Buat yang muslim jangan kuatir buat sholat karena disini udah tersedia mushola dan kalau mau makan pun nggak usah takut karena ada restaurant halal disini.

Waktu itu jam udah menunjukan jam 3, kami memutuskan untuk segera keluar dari Nami island biar bisa ngejar Petite france yang jaraknya lumayan jauh. Walaupun kami dapet bis, tapi kami harus berdiri dan kebayang donk jalanan pegunungan gitu, rasanya udah mau mual aja. Keluar dari bis kami bertiga pusing-pusing dan mual. Nongkrong dipinggir jalan menstabilkan badan dan perasaan. Buset dah tuh bus berasa naik roller coaster.

DSCN4150

Ini yang bikin unik
Ini yang bikin unik

Masuk ke Petite France memang berasa kayak di Eropa beneran. Arsitekturnya, dekorasinya semua-semuanya mengingatkan saya sama desa di Inggris😀 Ada miniatur Eifel dan sosok Petite France tentu saja. Memang luasan wilayahnya nggak terlalu luas tapi banyak spot yang bisa buat foto-foto dan ditambah lagi karena ini salah satu tempat shootingnya My Love from the Star eh ada juga layar tivi yang ada adegan di Petite Francenya. Itu mulu yang diulang-ulang. hahaha.  Disini juga ada rumah dan isinya yang bergaya eropa, sampai barang pecah belahnya.

Arsitektur gaya Eropa di Korea
Arsitektur gaya Eropa di Korea

DSCN4240

Tempat ini semakin cantik waktu pas hujan salju loh, apalagi ditambah kelap kelip lampu. Sedikit mengobati kerinduan saya sama UK #gagalmoveon.

Udah baca bukunya belum?
Udah baca bukunya belum?
Interior di salah satu rumah
Interior di salah satu rumah

Anyway, cerita sedikit waktu saya sarapan di hostel ketemu sama anak-anak Korea yang lagi liburan di Seoul. Yang bikin bangga adalah mereka tidak hanya tahu Bali tapi tahu Indonesia😀. Mitos Bali lebih terkenal daripada Indonesia telah terpatahkan di Seoul. Hihihi.

 

Longweekend di Krakatau

Longweekend kemana aja??

Awalnya sih nggak pengen kemana-mana, pengen leyeh-leyeh aja di kamar biar bisa istirahat total. Mungkin saya terlalu lelah. Hayati lelah bang! hehehe

Tapi ternyata Misua ngajakin jalan-jalan sama temen kantornya. Nggak ikut, kasian dianya sendirian ya akhirnya dengan kepasrahan ikut aja. Berhubung ini temen maen dan budget terbatas jadinya kami-kami ini ikutan open trip,. Kebayang donk ikutan trip yang jumlah penduduknya ada 57 orang. Saya penasaran sih sama gimana sistem koordinasinya. Yang sebenarnya simple aja yaitu Grup Whatsapp.

Jam 7 malam kami sudah diwajibkan ngumpul di Slipi Jaya buat nyari bus jurusan Merak. Agak susah nyari yang kosong mengingat ini longweekend. Untungnya tetep dapet tempat duduk. Biayanya 30 ribu.  Bisnya lumayan ber AC kok, tapi tempat bagasinya sempit jadi nggak muat buat tas terpaksa tas saya pangku deh. Nah ada nih kejadian yang bikin kesel. Udah tahu bus ber AC masih ada aja orang dengan nggak tahu malunya ngerokok. Saya tegur donk. Kalau nggak bisa naik bis ber AC mending sono naik odong-odong. Ganggu orang banget soalnya.

Sampai Merak kami harus nunggu teman-teman yang lainnya datang karena memang nggak muat dalam satu bis. Baru sekitar jam 11 malem dapet tiket dan masuk kapal. Kalau dipikir-pikir gaya jalan-jalan saya sekarang beda loh. Kalau dulu jaman masih kuliah dan nggak punya duit mau tidur dimana aja, mau naik apa aja boleh-boleh aja. Tapi sekarang aduh males banget kalau mau gituan. Mungkin udah faktor U dan udah punya duit walaupun dikit-dikit. Bayangin aja daripada saya harus duduk di deck kapal yang sempit-sempitan dan kena angin malem mending saya nyari ruang eksekutif walaupun harus ngeluarin duit tapi masih mending manusiawi bisa istirahat. Hehehe

Nyampe di Bakauhuni sekitar jam 2 pagi. Harus nunggu lagi angkot yang akan membawa kami ke Darmaga Canti. Eh ditunggu-tunggu belum dateng juga. Giliran dateng harus ngantri lagi nggak jelas angkotnya yang mana. Sempet  mau esmosi juga. Udah sejaman berdiri disitu nunggu malah nggak nongol-nongol. Eo nya itu loh kurang koordinasi banget dah. Sampai Darmaha Canti  badan rasanya mau remuk, walaupun bisa selonjoran di kapal tapi saya tetep nggak bisa tidur. Pokoknya udha nggak enak rasanya badan dah. Tapi udah niat mau kesini ya harus dinikmati kan, sayang kalau nggak. Sebelum naik kapal ke spot snorkeling, kami ganti baju jadi nanti bisa langsung nyemplunk.

13178026_10208044094013718_122663481340638993_n

Pulau Sebuku Kecil

Pertama kami maen ke Pulau Sebuku Kecil, nggak terlalu spesial sih cuma main di pantai. Lanjut ke Sebuku Besar yang ini lumayanlah bisa snorkeling sepuasnya. Cape tapi lumayan terobati dengan indahnya kehidupan laut Sebuku Besar walalupun ada beberapa karang yang udah rusak. Jangan nanya fotonya yak karena saya nggak punya kamera underwater :p

Abis itu saya ke Pulau Sebesi tempat menginap. Harus nunggu kamar kosong selama 2 jam, lama benerrrr… Untungnya mereka punya kamar mandi dibelakang, jadi nggak perlu nungguin kalau mau dapet kamar. Makanan udah dimasakin lumayan lah rasanya . Malemnya paling chit chat aja. Itupun tidur cepet. Capek abis booo…

Penginapannya dari segi fasilitas sudah lumayan lah. Satu kamar disediain 10 kasur single, 1 kamar mandi, 1 kipas angin. Tapi saya dan misua memutuskan tidur di luar aja  bair kena angin sepoy-sepoy.

Nah sampailah kami pada saat harus bangun jam 3 pagi buat persiapan ke Anak Gunung Krakatau. Kenapa cuma disebut anak, karena mamanya udah nggak ada. Meletus di tahun 1883. Naik boat 2 jam sampai sana udah banyak orang. Tapi untungnya masih pagi jadinya enak buat nanjak dan nggak terlalu panas. Tapi memang luar biasa ya ciptaan Tuhan itu. Gunung yang sudah meletus hampir 133 tahun lalu, muncul lagi dari bawah dan membentuk gunung baru yang tak kalah indahnya. Jangan bayangin gunungnya terlalu tinggi ya. Jalurnya sudah enak dan tidak terlalu tinggi kok. Anak-anak aja masih bisa naik asal selalu didampingi orang tua ya. Sayangnya masih ada aja anak-anak alay yang buang sampah sembarangan. Bikin gemessss….

Waktunya pulang dan snorkeling lagi, tapi saya memutuskan untuk nggak nyemplung lagi. Gimana mau nyemplunk, air lautnya kotornya minta ampun. Masa mau berenang di tumpukan sampah… ogah.Aduduh entah darimana datangnya sampah-sampah ini. Mungkin kami sebagai turis juga turut berkontribusi sebagai penyumpang sampah.

Please, jadilah traveler yang cerdas…

Saya juga mau sharing plus minusnya pakai open trip

Open trip kali ini kurang terkoordinir dengan baik. Mulai dari pemberangkatan sampai pulang jadwalnya molor semua. Saya pulang duluan naik kapal Bakauhuni-Merak karena nunggu yang lain leletnya minta ampun. Mending beli tiket sendiri daripada bengong nggak jelas nungguin yang lainnya.

Enaknya ya lebih murah, nggak ngurusin satu-satu untuk ijin atau nyari penginapan dan kapal.

Anyway, sunrise dari Sebesi ke Krakataunya cantik sekali…😀