Padang Sidempuan dan tetek bengeknya

Apa yang melintas di pikiran kamu saat saya mengatakan nama kota Padang Sidempuan. Well , for some people they think its part of Padang. Bahkan saya pun berpikiran seperti itu waktu mendengar nama kota itu pertama kali. Pasti nanya “Itu sebelah mananya Padang yak? ” Hahaha.

Terkadang kita terlalu berpikiran terlalu jauh kedepan nyari kota-kota yang ada di luar negeri, padahal kota dalam negeripun masih banyak yang belum tahu. Contohnya saya (tunjuk hidung sendiri). Saya berkunjung ke kota ini juga karena misua orang asli sana. Kalau nggak, mungkin seumur hidup saya akan berpikir kalau Padang Sidempuan ya bagian dari Padang.

Nah lebaran kemaren adalah kali ketiga saya berkunjung kesana. Tujuannya sama saja sih seperti orang-orang pada umumnya orang mudik. Silahturahmi itu pastinya. Saya suka sekali mengamati budaya ditempat baru. Nah saya ceritakan pengalaman saya ya:

  • Lampu lalu lintas tidak berlaku disana. Disana itu ada loh lampu lalu lintas yang warnanya merah, kuning dan hijau tapi sama sekali nggak berguna. Banyak pula yang sudah rusak, entah sengaja atau nggak. Saya naik mobil atau motor mau lampunya berwarna merah kek, nggak bakal dianggep.  Tetep aja jalan, saya yang teriak-teriak deg-deg an. “Lampu merah, lampu merah berhenti!” Eh malah kata misua kalau nggak jalan malah di klakson dari belakang. Sampai ada saudara yang bilang lampu lalu lintas itu seperti lampu taman aja disana. Aduh, aturan macam apa ini. Pantesan sering macet padahal cuma di kota kecil.  Jangan tanya dimana Pak Pol ya, ada sih disekitar situ… tapi entahlah mungkin dia lelah.
  • Serba mie… Seminggu disana rasanya perut begah banget dengan makanan yang bersantan. Rasa-rasanya semua jenis masakan dikasih santan, cuma sayur bening aja yang nggak. Nah, saya pengin deh gado-gado. Ya elah masa isinya cuma kangkung, tauge seuprit, timun dan mie gomak. Mie gomak lagi, mie gomak lagi… bener-bener merubah citarasa gado-gado deh. Lidah saya yang jawa ini merasa di khianati sama varian gado-gado disana.
  • Jalanan yang rusak dimana-mana. Secara administrasi Kota Padang Sidempuan ini adalah salah satu Kotamadya di daerah Tapanuli Selatan. Tapi yang bikin ngenes itu jalan raya nya banyak yang berlubang, bahkan ditengah kota. Nggak ushalah jauh-jauh sampai pedalaman. Lihat saja depan pasar, depan kantor kotamadya dan bahkan DPR nya, depan mall pokoknya sekitar situ lah. Jalanannya jelek banget. Padahal jalan utama loh. Nggak ada yang mengkritisi kah? Atau mulutnya sudah di bungkamkah? Ah entahlah juga… Jangan tanya saya
  • Nemu makanan unik. Saya baru tahu kalau rotan bisa dimakan. Jadi ranting rotan muda di bakar. Setelah itu bakal keliatan isinya yang warnanya putih. Biasanya di campur dengan potongan bawang dan cabai rawit setelah itu jadi lauk deh. Rasanya agak sepet-sepet pahit. Mungkin kalau yang belum biasa kayak saya makan 2 biji aja udah cukup kali ya.

IMG-20160722-WA0046 IMG-20160722-WA0044

Rotan bakar
Rotan bakar
  • Sebagai daerah penghasil salak, nggak heran kalau sebenarnya daerah ini menyimpan pemandangan alam yang cantik. Kemaren saya menyasarkan diri ke Gunung Sibual-Buali. Sebenarnya menurut saya bukan exactly gunung sih, tapi memang lumayan tinggi. Sudah banyak cottage dan villa (mungkin) sampai kolam pemancingan. Waktu saya kesana, banyak juga muda-mudi yang maennya kesana. Yah, dimana lagi kalau mau refreshing. Apalagi pemandangannya cantik. Dan jangan salah saya nemu durian yang harganya murah loh. Jadi puas deh makan durian.

IMG-20160722-WA0042 IMG-20160722-WA0043

Gunung Sibual-Buali
Gunung Sibual-Buali

Well, kalau ditanyain soal bahasa saya nyerah ya. Nggak tahu sama sekali ya boo. Paling kalau diajak ngobrol dan mereka pakai bahasa asli, saya cuma senyum-senyum aja. Paling misua yang ngomong intinya sih nggak ngerti bahasa sana. Hahaha.

 

Curug Penganten yang Tersembunyi

Mudik lebaran kalau nggak diselingi jalan-jalan kayaknya kurang afdhol ya. Apalagi kalau muter ke saudaranya udah semua. Kemaren saya nyari sesuatu yang nggak biasa, maunya yang belum terlalu dikenal orang, nggak mainstream biar nggak dibilang pasaran.

Kalau ke daerah Tegal yang terkenal pastinya Guci, daerah pemandian air panas di kaki gunung Slamet. Saya nggak pengen kesana karena pasti penuh sesak manusia. Boro menikmati air panasnya . Nyari tempat buat duduk aja biasanya susah.

Searching-searching dan nanya di group akhirnya pilihan saya jatuh ke Curug Penganten. Sebenarnya nggak sulit aksesnya kesana. Apalagi tempatnya deket SMA 1 Bojong. Tapi karena namanya baru pertama jadinya bolak-balik nanya jalan plus keujanan gede pula. Saya nggak bawa jas hujan terpaksa harus ngiyup beberapa kali. Memang daerah ini terkenal dengan hujan lokalnya. Di Slawi Tegal panas ngentak-ngentak, eh daerah Bumijawa dan Bojong bisa jadi hujan sehari-hari.

Dan akhirnya kami sampai juga. Karena belum seterkenal curug lainnya jadi nggak terlalu ramai parkirannya. Hahaha. Iya, saya baru sampai parkirannya aja. Kalau ke curugnya harus turun ke pematang sawah. Turunannya itu loh licin banget. Pokoknya harus persiapan alas kaki yang kuat deh. Satu lagi, kita kan mau main di alam ya boo. Jadi nggak usah pakai dan bawa barang yang aneh-aneh deh. Mending kalau cuma nyusahin diri sendiri tapi seringnya nyusahin orang lain juga.

Walaupun di kampung, anak alay yang mau eksis ternyata ada juga. Udah tahu mau ke curug yang pasti becek dan berlumpur masih ada aja yang pake sandal selop tinggi. Ah, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Turunnya susah naiknya apalagi. Mungkin biar cantik kali ya, mungkin biar eksis kali ya, mungkin biar keren kali ya. Tapi ya  Mas Mba kan harus lihat tempat dulu mau kemana. Salah satu imbas sosial media salah satunya ya ini ;p

Oke, nggrundelnya udah. Sekarang balik lagi ke perjalanan kesana. Anyway, sebenarnya di satu lokasi itu ada 2 curug. Curug Penganten sama Curug Luhur, cuma beda arah aja. Karena saya kesana juga udah kesorean, saya memutuskan milih Curug Penganten aja karena kayaknya lebih bagus aja. Satu curug bercabang dua….cekidot.

20160713_150944
Curug Penganten dari samping

 

20160713_151826
Curug Penganten dari Tengah
20160713_151915
Penunggu Curug Penganten (ini misua deng ;p)

Rafting di Sungai Citarik bareng Arus Liar

Ini pengalaman pertama  saya rafting. Tapi jangan khawatir, selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu kan.

Dalam bayangan saya sebelumnya kalau melihat foto atau video rafting, tingkat kesulitannya tinggi. Soalnya harus mendayung ditengah arus yang kelihatannya mengerikan. Belum lagi kalau misalnya banyak batu-batu, pasti kebayangnya nanti kalau jatuh kepentok gimana.

Rafting Citarik
Rafting Citarik

Tapi semua bayangan mengerikan itu seketika hilang ketika saya mencobanya sendiri. Hari Sabtu kemaren saya menuju Sukabumi tepatnya di Arus Liar ingin menjajal sungai Citarik. Katanya Jakarta-Cikidang, Sukabumi normalnya 4 jam, tapi saya harus menempuh waktu 7 jam. Rencana saya untuk rafting jam 1 siang gagal sudah, karena baru sampai site aja jam 1 siang. Mungkin ini salah saya juga sih. Jadi gini ceritanya, karena sudah stuck di jalan gara-gara macet di Sukabumi yang entah lupa disebelah mananya, akhirnya saya mengikuti jalur alternatif yang diberikan oleh Google maps. Disini saya baru sadar, seharusnya saya tak percaya sepenuhnya dengan aplikasi ini. Iya sih jalalannya sepi tapi jelek. Udah terlanjur masuk ya udah diterusin dengan harapan akan menemui jalan raya yang mulus. Ternyata nggak juga nemu. Jarak tempuhnya jadi pendek sih, tapi kalau begini caranya mobil saya yang hancur. Akhirnya saya tutup Google maps, mending nanya orang deh. Akhirnya ditunjukin jalur yang benar yang bisa tembus ke jalan raya.

Yeay!
Yeay!
Yippy.. lulus :D
Yippy.. lulus😀

Saya nginep di Kampung Ngaloen yang ratenya 395.000/orang isi 2 orang. Harga berbeda tergantung tipe cottage dan jumlah orang yang menempati.Disini ada 3 tipe cottage, pun kalau mau pakai tenda juga bisa.  Viewnya keren karena langsung depan Sungai Citarik, apalagi ada air terjunnya. Saya bisa main air dan mandi-mandi disitu termasuk ngeliat orang yang lagi rafting. Harga segitu udah ditanggung breakfast sama makan malam. Makan siang include ke paket rafting.

Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p
Mungkin misua terobsesi jadi Samson, makanya angkat-angkat batu ;p

Akhirnya minggu pagi kami rafting juga. Mulai jam 8 pagi. Sebelum mulai, kami di brief dulu. Ternyata ada kode-kodenya dan cara pegang alatnya. Yang jelas rafting ini aman banget karena ada helm dan life jacketnya. Selama rafting nggak cuma monoton dayung aja, tapi bisa berenang di spot tertentu. Ditambah lagi guidenya juga kocak, kadang malah sengaja nyeburin kita.Sempet jatuh-jatuh waktu diawal, mungkin belum seimbang tapi setelah itu asik aja loh. Walaupun kejebur juga malah ok-ok aja,malah seru!

Selain itu beberapa kali kami melihat biawak nangkring dibatu atau di pinggir sungai. Mau banget deh di lihat sama kita :D  Lihat banyak biawak disekitar situ which means  keseimbangan alamnya masih lumayan bagus karena masih ada satwa liar disitu ( nggak mungkin kan biawak diternak :p). Oh iya saya ambil yang 9 km sekitar 2 jam harganya 295.000/orang . Kalau mau lihat pricelist lengkapnya bisa disini. Nggak usah ragu-ragu deh kalaupun baru nanya-nanya aja. Orangnya ramah banget kok. Makanya saya nyaman disini dan lagi masakannya juga lumayan enak kok.

Seru kan
Nusa Cottage menjelang malam
Nusa Cottage menjelang malam

Anyway, kalau mau foto saat rafting saran saya langsung aja pesen yang soft copynya. Emang sih harganya lumayan 150.000/CD tapi daripada di cetak malah nanti ilang atau rusak kan.  Nggak cuma rafting aja loh. Disini juga bisa gathering, paint ball, flying fox, dll. Tergantung permintaanya apa yang penting berhubungan sama alam dan aktivitas ya.

 

 

Bus Trans Jakarta Mulai Berbenah

Siapa yang jadi penumpang bus Trans Jakarta disini, ayo ngacung!

Saya adalah salah satu pengguna setianya. Yah walaupun baru awal tahun ini sih tapi kalau dirasa-rasa ini salah satu moda transportasi favorit saya. Motivasi awalnya sebenarnya karena capek aja nyetir motor atau males nebeng suami pakai mobil. Kalau naik motor harus full konsentrasi ngeliatin jalan, ditambah kaki pegel apalagi kalau macet dan pantat sakit kalau kelamaan duduk. Naik mobil dari rumah enaknya saya langsung bisa tidur sih, tapi karena harus jalan di jalur biasa jadi berangkatnya harus pagi-pagi bener, belum pulangnya. Intinya pulang pergi macet…

Bus Trans Jakarta dan Mbak-mbak penjaga pintu (Sumber:new liputan 6)

Nah kalau naik busway (anyway, orang-orang disini nyebutnya bukan bus trans jakarta mungkin karena kepanjangan atau mungkin lebih gampang, entahlah yang jelas saya jadi ikut-ikutan juga) saya bisa berangkat dari rumah jam 6.30 pagi sampai ragunan lima belas menit dan nunggu paling 15 menit tapi dijamin dapet duduk karena station pertama. Kecuali saya udah mepet banget jam 7 baru deh berdiri. Cuma 45 menit kok ke kantor. Banyak hal-hal yang saya temui selama saya jadi penumpang Busway ini.

Macem-macem bentuk dan kelakuan manusia

Disetiap busway ada kursi-kursi prioritas untuk ibu hamil, ibu dengan anak kecil, kaum difable dan orang tua namun sayangnya terkadang ada aja orang yang pura-pura “bego” nggak tahu kursi prioritas ini. Nggak sekali dua kali saya lihat ada orang tidur entah tidur beneran atau pura-pura tidur yang nggak mau ngasih kursinya. Untungnya masih banyak orang baik juga yang biasanya  orang yang duduk bukan di kursi prioritas yang bersedia ngasih kursinya. Padahal yah mas-mas atau mak-mbak penjaga pintu busway udah bangunin loh, tapi entahlah dimana hatinya.

Duduk di bagian tangga dan ngedeprok samping supir. Selama masih ada ruang walaupun itu menyalahi aturan keselamatan pokoknya bisa aja dimanfaatkan. Mungkin cuma di Indonesia duduk di tangga pintu keluar sama ngedeprok dekat persneleng mobil sah-sah aja. Kalau yang ditangga pintu keluar saya juga pernah. Hahaha. Maafkan ya. Lumayan biar bisa rehat.

Busway itu dipakai oleh semua level manusia dari miskin sampai kaya. Kemaren, saya lihat seorang ibu dan anak yang nggak pake sendal, bawa karung yang entah apa isinya. Kalau dari segi penampilan bisa dibilang mungkin pemulung. Tapi dia naik busway. Busway ini memang sangat terjangkau sih. Hanya Rp. 3.500 sekali jalan. Apalagi kalau sebelum jam 7 pagi cuma Rp. 2000

Manajemen Bus trans jakarta yang mulai berbenah

Saya masih ingat sebelum saya menggunakan busyway, banyak sekali pemberitaan negatif tentang transportasi ini terutama sumber daya manusianya. Masih ingat nggak kasus penumpang yang dicabuli padahal dia sedang pingsan. Pelaku akhirnya dipecat. Memang seharusnya begitu, tindakan yang menyalahi moral dan aturan harus diberi hukuman tegas.

Memang sih yang namanya ngantri dan penuh sesak terutama pada jam-jam kerja tidak bisa dihindari. Tapi saya perhatikan armadanya saat ini sudah mulai ditambah. Dulu waktu saya pakainya feeder busway dari Ragunan ke Semanggi, bus itu nggak ada penjaga pintunya. Jadi sebanyak apapun orang yang ngantri maunya masuk semua ke busway. Nah sekarang setiap bus pasti ada satu penjaga pintunya. Jadi mereka bisa ngatur masuk naiknya penumpang. Yang bikin salut itu, para penjaga pintu ini harus berdiri sepanjang perjalanan. Entah itu sepi atau rame. Mungkin kalau sepi mendingan kali ya. Kalau pas penuh, mereka berdiri aja susah dan desak-desakan sama penumpang lainnya, entah apa rasa kakinya. Apalagi sekarang bukan hanya cowok loh, cewek juga banyak yang jadi penjaga pintu.

Menerobos kemacetan ibukota (sumber :beritatrans)

Bukan satu dua kali sekarang saya lihat orang difable mau naik angkutan moda ini. Pernah waktu itu ada ibu-ibu bawa tongkat, waktu mau turun saya tawari beliau buat nuntun keluar. Tapi ibu-ibu malah bilang “sama masnya aja” sambil nunggu abang-abang penjaga pintu. Artinya mereka udah percaya kalau mereka akan dibantu.

Pernah ngalamin kejadian kehilangan dompet nggak? entah itu dicuri atau benar-benar hilang. Nih ada pengalaman dari kaskuser yang pernah kehilangan dompetnya di busway tapi dompetnya bener-bener balik lagi tanpa kurang satu apapun. Bus trans  jakarta memang punya call centre buat pengaduan. See, mereka berusaha untuk berbenah.

Walaupun disana-sini masih ada kekurangan paling tidak manajemen bus Trans Jakarta sudah mau mulai berubah. Mungkin hal ini juga tidak terlepas dari peran pemimpin Jakarta yang keras untuk mensterilkan jalan dan perubahan manajemen. Bagian ini bukan maksud promosi siapa-siapa loh, kalau bagian pemilihan gubernur hak anda masing-masing :p

Sekarang semakin banyak orang yang memarkir mobilnya di rumah dan di Ragunan (pool tempat saya berangkat) termasuk saya yang sudah capek dengan kendaraan pribadi di Jakarta, kecuali kalau kepepet ya beda kasus.

Semoga karyawan di bus Trans Jakarta selalu diberi kesehatan di tengah tugas dan ganasnya ibu kota. Hadirmu kini sungguh berarti ….

 

 

Terapi Sengat Lebah di Taman Wisata Lebah

Udah ada yang pernah disengat lebah? Kalau saya dulu waktu kecil karena mainnya suka di semak-semak.Hihihi

Nah saya kemaren sengaja di sengat lebah buat terapi. Iseng-iseng baca blog , tapi saya lupa namanya (maafkeun) katanya bisa buat terapi kesuburan juga, maklum saya juga lagi program. Hihihi. Oh ya namanya Taman Wisata Lebah dan tempatnya nggak jauh dari Jakarta kok. Pintu keluar tol Cibubur langsung sebelah kirinya. Saya kemaren sempet kelewatan dan akhirnya harus muter lewat Buperta dulu dan bayar 9 ribu. Yah nggak apa-apa sih namanya juga baru pertama kan.

20160625_101450

Giant bee😀

Bisa dibilang di Taman Wisata Lebah ini kayak On Stop Healing, hehehe *maksa. Jadi bukan cuma terapi lebah aja, disitu ada juga bekam, cek darah sama sedot lintah. Kalau yang terapi sedot lintah agak-agak ekstrim sih, geli-geli gimana gitu dan saya belum berniat nyoba. Saya kesana hari Sabtu dan alhamdulillah lagi nggak ngantri jadi langsung dilayani sama mbak-mbaknya. Karena baru pertama saya disengat di 4 titik which means 4 lebah diperut. Sakit sih yang pertama-tama, tapi yang seterusnya udah nggak terlalu kok. Kata mbaknya ada efek sampingnya, biasanya bakal gatal. Kalau gatal sebisa mungkin jangan digaruk, kasih minyak kayu putih. Atau bisa aja demam, nah kalau nggak kuat bisa minum obat demam biasa. Nah kalau ternyata alergi yang membuat merah-merah sekujur tubuh baru deh minum kelapa muda atau susu sebagai penetlalisir racunnya.

20160625_085653

Setelah memberikan racunnya atau obat kali ya… mereka rela dirinya mati loh buat menyembuhkan manusia

20160625_100306

Salah satu kandang lebah penghasil madu

Taman Wisata Lebah

Suami saya di bekam di 12 titik dan total yang harus kami bayar berdua cuma Rp. 160.000. Lumayan murah kok. Saya juga beli madu super nya satu botol 90 ribu. Untuk ukuran madu asli itu termasuk murah loh.

20160625_100730

Pasukan bersih-bersih sampah selalu siap sedia

Bukan cuma itu aja loh, di Taman Wisata Lebah bisa bermain sambil belajar juga. Kenapa saya percaya banget kalau madunya asli, ya karena saya bisa lihat langsung peternakan lebahnya disitu diantara pohon randu dan tatanan taman yang cantik. Ditambah lagi banyak bangunan goa yang bentuknya lucu-lucu plus mainan anak-anak juga. Nggak heran di papan kunjungan banyak banget kunjungan dari anak TK sama SD.

Budaya organisasi Google

Apa sih yang sebenarnya lagi nge-hitz dalam organisasi? Ada sebagian orang yang bilang karir, ada lagi yang bilang upah/gaji, atau ada lagi yang baru lagi manajemen SDM. Saya kira jawabannya bukan itu semua.

Jawaban untuk pertanyaan diatas sebenarnya mudah yaitu budaya organisasi. Saya yakin sebagian besar organisasi sedang berlomba-lomba membangun budaya atau value masing-masing. Dari yang penyebutannya paling simple sampai yang harus bikin bibir njelimet. Semua itu nggak masalah  asal betul-betul dilaksanakan dan dihayati oleh semua karyawan dan pihak manajemennya. Sayangnya yang terjadi adalah kebanyakan value-value itu hanya sebagai slogan saja. Nah, tulisan ini sebagai media sharing aja bagaimana budaya organisasi bisa established secara mantap.

istilah “culture” sendiri berasal dari ilmu sosial antropology pada akhir abad 19 yang diawali dengan penelitian tentang  Primitive Community- Eskimo, South Sea, African, Native American yang mengungkap tentang kehidupan mereka.

Kita mulai dengan pengertiannya dulu yuk biar paham.

Hodge, Anthony dan Gales (1996) mendefinisi kan budaya organisasi adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Larissa A. Grunig, et.al.., mengatakan budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Budaya organisasi menurut Walter R. Freytag mengatakan  bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Budaya organisasi mempunyai efek yang kuat pada organisasi itu sendiri dan manajemen yang ada didalamnya. Saat ini semua orang pasti tahu tentang  Google. Saya masih ingat saat SD dulu harus punya buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap). Jadi kalau mau cari apa saja nyarinya disitu kalau Bapak sama Ibu nggak bisa jawab pertanyaan saya. Tapi jaman memang benar-benar berubah dengan cepat ya. Sekarang semua orang pasti meng “Google” kalau mau cari sesuatu. Memang praktis dan cepat.

Google ini didirikan oleh dua sahabat Larry Page dan Sergey Brin di tahun 1996.  Mereka berdua adalah lulusan Stanford University dan tak dinyana pada tahun 2009, Google digunakan oleh 1 juta orang per hari sebagai web search engine. Seiring dengan berkembangnya inovasi-inovasi dari Google seperti Gmail, Google Earth, Google Maps dan Picasa. Google juga  menambah tenaga kerjanya dari 10 tenaga kerja yang bekerja di dalam garasi menjadi 10.000 tenaga kerja yang tersebar di dunia pada tahun 2009.  Pasti semua orang bertanya, apa sih yang formula suksesnya? Mari kita bedah ya.

Google adalah perusahaan pertama yang mengutamakan slogan users first.  Sementara perusahaan lain fokus kepada marketing dan layanan iklan untuk meningkatkan pendapatan mereka, Google dengan beraninya mengubah paradigma itu semua. Jika diperhatikan tampilan google itu  hanya logo dan search box saja kan, tanpa embel-embel iklan atau lain. Google bertahan untuk tidak menampilkan iklan, karena perusahaan merasa itu akan mengganggu user. Google mengutamakan  user experience, sebelum uang dan keuntungan. Hal ini yang menjadi salah satu faktor pencapaian mereka. Kelihatannya simple, tapi jika penggunanya sudah skala besar dan user merasa puas tentu saja pendapatan akan datang dengan sendirinya.

Sumber: Google

Faktor lainnya lagi adalah perusahaan berusaha membuat karyawannya senang dan gembira merupakan nilai yang benar-benar mereka terapkan. Google sengaja membuat lingkungan kerja  agar benar-benar menarik, memotivasi dan berupaya mempertahankan karyawan terbaiknya. Pada tahun 2007 Google menduduki peringkat pertama Best Place to Work For oleh Majalah Fortune dan peringkat 4 pada tahun 2010. Tentu tidak mengagetkan jika kalian tahu bagaimana perusahaan ini memperlakukan karyawannya. Di Mountain View, California tempat kerja karyawan Google yang disebut “Googlepex” karyawan di berikan gourmet food gratis termasuk sushi dan espresso. Walaupun, akhirnya banyak yang komplain kalau berat badannya naik dari 10-15 pounds. Yah, nggak heran sih. Makan gratis, enak-enak pulak. Saya juga mau, walaupun nanti tambah gendut. Nah untuk mengakomodasi masukan mereka, pihak manajemen menyediakan  gym, video games, on-site child care dan dokter. Google mengijikan karyawannya untuk mengambil 5 bulan 0ff pada saat cuti bersalin dan  full payment untuk mengakomod Nah, perlakuan inilah yang menyebabkan karyawan merasa dihargai oleh perusahaan dan kebutuhan mereka juga terpenuhi. Dan pada akhirnya mereka juga merasa bangga bekerja di tempat yang keren ini daripada lainnya.

Jangan salah, walaupun kelihatanya tempat kerjanya asik, hal ini tidak menyurutkan mereka untuk terus beinovasi dan menghadapi resiko. Mereka malah menitikberatkan pada inovasi. Saat Vice President Google yang  bertanggung jawab pada sistem advertising dan ternyata terjadi kesalahan pada sistem tersebut yang menyebabkan perusahaan merugi jutaan dollar dan dia secara gentle  meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Nah Larry Page malah memujinya dan berterima kasih dengan kesalahan yang dibuatnya. Menurutnya jika hal itu tidak terjadi, bisa jadi mereka akan kehilangan lebih besar lagi karena kurang hati-hati. Perusahaan ini mengedepankan inovasi dan perubahan, jika tidak terjadi kesalahan mungkin mereka akan berjalan lebih lamban dan kalah dengan kompetitor lainnya. Selama bukan kesalahan moral tampaknya mereka bisa memaafkan kesalahan yang tidak sengaja.

Bertindak cepat dan berani menghadapi resiko terutama pada saat melakukan kesalahan menjadi kunci mengapa Google berkinerja lebih bagus dan cepat dibanding kompetitor lainnya seperti Microsoft dan Yahoo. Dalam menghadapi tantangan perubahan yang begitu cepat, karyawan Google diperbolehkan menghabiskan 20% dari  jam kerjanya dengan ide kreasi mereka masing-masing. Mau di kantor atau remote dari rumah juga bisa.

Budaya Google juga tercermin dalam setiap pengambilan keputusan . Jadi setiap keputusan diambil oleh tim, bukan individu. Bahkan manajemen perusahaan berada di tangan tiga orang: Larry Page dan  Sergey Brin dan mereka berdua mengangkat Eric Schmidt sebagai CEO. Dengan kata lain, perusahaan ini bukanlah perusahaan yang dalam pengambilan keputusannya oleh Pimpinan senior atau CEO dan di impelementasikan top down. Sistem kerja nya mereka dalam mengatasi masalah atau mengambil keputusan adalah membentuk tim-tim kecil dan mereka memaparkan data dan persuasi rasional.

Disetiap pengambilan keputusan ataupun rapat mereka tidak diperkenankan hanya berbicara ” I Think…” tapi harus berbicara “berdasarkan data”  dan mereka bekerja di ruangan yang terbuka sehingga kesempatan untuk bekerjasama dan berdiskusi lebih banyak daripada bekerja pada kubikle atau sekat-sekat yang seakan-akan membedakan level antara satu orang dengan lainnya.

Perusahaan ini menekankan pentingnya mencari orang terpintar (bukan dukun loh ya) yang mungkin saja mereka akan mendapatkan kandidat-kandidat yang mempunyai ego tinggi dan sulit bekerjasama, namun dengan budaya dan ritme kerja yang ada, akhirnya mereka dipaksa untuk bekerjasama. Karena Google sendiri berasal dari perusahaan kecil yang selalu tumbuh dan berkembang sehingga mereka menekankan nilai-nilai budaya seperti berani menghadapi resiko, cepat dan kerjasama. Maka dari itu dalam proses perekrutan mereka sangat selektif dan hati-hati. Kandidat ini akan diberikan tugas untuk menulis essay “Bagaimana mereka akan berkinerja tinggi di Google”

Dilain pihak, Google juga berpartisipasi pada komunitas-komunitas kemasyarakatan loh. Event yang disebut Googlefest merupakan salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada karyawannya dalam community building dan training. Partisipasi dalam kegiatan sosial ini dapat memperkuat hubungan antar karyawan dan masyarakat dan menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan. Mungkin orang lain akan berpikir kalau Google adalah perusahaan yang mengejar kemewahan dan selalu mengutamakan uang karena pendapatan dan keuntungan yang mereka dapatkan. Tapi nyatanya, profit itu bukanlah hal yang utama. Philosphy Google yaitu memberikan makna kepada karyawan yang telah bekerja di Google ternyata telah mengakibatkan kinerja yang terbaik dari karyawannya.

Jadi jangan hanya fokus pada hal-hal yang bisa dihitung seperti profit atau pendapatan, fokus jugalah kepada bagaimana meningkatkan budaya di organisasi. Budaya organisasi yang bagus dapat meningkatkan produktivitas dan bottom line.

Siapa yang mau kerja di google, ngacung !!!

Ramadhan di masa kecilku

Happy Fasting, Happy Ramadhan😀

Hai hai hai… yuk ngomongin pengalaman Ramadhan dimasa kecil dulu. Mumpung masih Ramadhan di awal biar nambah semangat, walaupun kerja juga tetep seperti hari biasa. Kalau inget masa kecil biasanya semangat lagi kan. Hehehe.

  • Dulu pas SD mulai dari kelas 4 sampai SMP  pasti semua siswa itu punya yang namanya Buku Kegiatan  Ramadhan. Kenapa sekarang nggak ada ya? Ada yang tahu kenapa? Padahal ini salah satu alasan saya dulu rajin sholat Taraweh dan Subuh di masjid loh. Walaupun harus antri buat dapet tanda tangan imam atau ustadz yang mewakili, tapi seru karena rame-rame sama teman yang lain.buku-kegiatan-ramadhan

           Sumber : Pics google

  • Maen petasan, DOR!. Asli kalau pengalaman yang ini jangan ditiru. Saya dulu waktu SD doyan banget maen petasan walaupun bukan petasan yang gede-gede yang kecil-kecil aja kayak petasan cabe dan petasan banting. Nggak berani gede-gede, kalau ketahuan bisa di jewer Bapak. Hahaha. Yang kecil aja harus jauh mainnya dari rumah. Karena dulu saya dan teman-teman sebaya saya ngerasa keren banget kalau udah maen petasan daripada kembang api. Dulu mikirnya, ah kembang api itu maenannya anak kecil,  padahal waktu itu masih kecil juga. Hahaha.

 

Petasan Cabe Rawit (bukanasalinfo.blogspot)

Source: Bukanasalinfo.blogspot

  • Madrasah Ramadhan. Sebenarnya saya lupa istilahnya untuk yang satu ini. Biasanya di ikuti sama anak SD. Jadi saya dan teman-teman saya akan menginap di masjid atau madrasah di kampung (Masjid dan madrasah berdekatan) untuk ikut Kegiatan keagamaan selama Ramadhan. Belajar ngaji, belajar surat-surat pendek, pokoknya banyak deh. Dulu kami nggak manja, nggak harus diantar jemput orang tua. Tapi kebersamaan teman-temanlah yang buat kami semangat.
  • Ikut kegiatan Remaja Masjid. Gini-gini saya dulu aktif banget di Ikatan Remaja Masjid Al-Fatah (IRMA) terutama waktu SMP dan SMA. Jadi yang ngurusin anak-anak Madrasah Ramadhan ya kakak-kakak di IRMA. Hehehe. Selain itu kami juga ada pengajian setiap sore dan malem setelah habis taraweh. Rajin banget ya boo!!! Koordinir zakat dan ta’jil untuk berbuka juga. Pokoknya seru banget deh. Oh iya satu lagi, semangat ikutan ini karena saya naksir ketuanya. Hahaha. Dulu saya jadi sekretarisnya jadi kemana-mana berdua. Bwahaha, ini motivasinya ga bener ya. Tapi bener deh, cuma naksir gitu doank, dan ngerasa happy aja walaupun kegiatan lagi banyak karena ada sang Ke… hihihi😀 .Hemm, apalagi ya. Ngabuburit dulu kebanyakan ya di masjid karena jadi IRMA itu. Saya merasa punya ikatan besar sama masjid di kampung saya deh. Soalnya banyak kenangan indahnya.
  • Oh iya ada pengalaman nakalnya juga nih. Dulu waktu kelas 3 SD ingettt banget kalau saya puasa tapi masih maen belingsatan kesana kemari. Entah itu maen petak umpet, layangan, dengklek (apa ya istilah bahasa Indonesianya, saya lupa) , sampai lompat tali. Kebayang donk, puasa-puasa masih maen nya ekstrem gitu. Soalnya saya tipikal anak yang nggak bisa diem. Alhasil laper and haus lah. Pulang-pulang minum deh air sama masak mie sendiri. Waktu itu mama nggak ada, lupa kemana. Padahal masih jam 3 sore. Udah kenyang, dibersihin semua TKP biar nggak ketahuan. Hahaha. Eh mama pulang, malah nanya: ” Kamu udah buka?”Sambil merhatiin saya. Saya padahal belum ngomong apa-apa loh. “Bibir kamu ketahuan loh…” Kata mama lagi. Alhasil saya nyengir… hahaha. Sumpah kalau inget moment itu rasanya saya pengin kabur. Itu feeling seorang mama kali ya, kuat banget. Anaknya buka puasa diem-diem aja ketahuan.. hahaha

kids eating

Source: pinterest

Jadi apa pengalamanmu dulu?