Gwanghamun-Deouksogung Palace, Bukchon, Namsan Tower and many more (Day 2 )

Akhirnya setelah perjalanan saya ke Songdo nyari Triplet dan akhirnya kami nyari guest house di daerah Yeong Dong Po yang sudah kami pesan sebelumnya. Namanya Leo Guesthouse. Berdua saya hanya bayar 2,7 untuk 6 malam dengan kamar mandi didalam dan free breakfast, walaupun cuma roti tawar and jam lumayan buat ngganjel perut. Plus nggak lupa free water. Ini penting loh karena lumayan membantu menghemat pembelian air. Jadi awalnya saya beli air dalam kemasan, setelah itu saya isi ulang. Setiap pagi sebelum pergi saya isi air sampai 2 botol. Air mineral dalam kemasan biasa di jual dari harga 500 – 1500 won. Anyway, bisa dibilang saya dapat tiket dan hotel cukup murah dari Air Asia cuma Rp.10.500.000 berdua terbang dan hotel selama 6 hari. Total dengan perjalanan 8 hari 6 malam dan saya merasa masih banyak yang harus dijelajahi. Terima Kasih Air Asia😀 telah memfasilitasi jalan-jalan saya dengan budget terjangkau #sambil nyengir.

Gwanghwamun
Gwanghwamun

Menu makan malam pertama saya adalah tteokbokki yang terbuat dari soft rice cake, fish cake, and the sweet red chili sauce. Harganya cuma 2000 won. Lumayan terjangkau kan. Pagi-pagi jam 8 saya sudah siap-siap berangkat ke destinasi pertama yaitu Gwanghamun. Udah cekrak-cekrek pose sana pose depan gerbang  sini eh ternyata tutup karena hari Selasa. Hahaha. Akhirnya kami ke Deouksogung Palace aja. Di stasiun kami ketemu banyak banget remaja-remaja cantik yang pakai hanbook karena memang bertepatan dengan libur sekolah dan kalau pakai hanbook masuk ke palacenya free😀.

Deouksogung Palace (Cr : Ari)
Deouksogung Palace (Cr : Ari)
Cuma bisa foto dari luar aja ya
Cuma bisa foto dari luar aja ya
this part... daebak
This part… daebak (Cr: Ari)

Kombinasi pohon-pohon yang kering, hawa dingin, arsitektur khas Korea bikin hati adem. Bener-bener bikin refresh  deh.

Kejadian nggak enaknya ada juga sih. Ceritanya setelah muter-muter Deouksogung Palace eh laper. Disebelahnya itu ada kedai ramen dan bibimbap. Kami memutuskan untuk makan bibimbap. Satu bijinya 2000 won. Ada tiga pilihan rasa: original, tuna dan daging (kalau nggak salah ya).  2 teman saya pesen tuna dan saya pesan original. Saya kira yang namanya original itu cuma sayuran doank. Makan sepotong… dua potong… tiga potong…. kok ada yang kenyal-kenyal gitu ya kayak daging. Penasaran saya tanya sama yang jual, takutnya daging babi. Saya tanya “ pig ” dia nggak ngerti, ganti lagi “dweji” dia juga nggak ngerti (mungkin pengucapan saya yang salah), “pork” juga nggak ngerti. Sampai saya harus pakai bahasa tarzan lagi. Hahaha. Nggak ngerti juga. Ini nih susahnya kalau interaksi sama penduduk lokal yang nggak bisa bahasa Inggris. Untung ada mas-mas ber jas. Dia ngeliat saya udah desperate pakai bahasa tarzan dan bener aja yang pink dan kenyal-kenyal itu pork T.T Harusnya saya nyadarnya saat udah abis yak. Hahaha. Terpaksa dibuang deh dan saya order ramen tuna ajah. Emang paling aman itu tuna deh. Soalnya babi disini udah kayak makanan pokoknya orang Korea. Kecuali kita masuk ke restaurant yang nyediain menu ikan aja.

Anyeong haseo
Anyeong haseo (abaikan sapunya)

Setelah kenyang kami ke Bukchon. Anyway, Bukchon itu deket banget sama Deouksogung Palace loh. Nggak jauh dari situ juga banyak information center. Minta peta dari information center nggak bakal nyasar deh. Bukchon ini terkenal sama rumah-rumah tradisionalnya yang sering buat shooting film termasuk iklannya Luwak White Coffee yang pemainnya itu mantan saya Lee Min Ho. Disini banyak museum-museum kecil yang bisa dieksplore dan gratis lagi. Walaupun rumahnya tradisional, penghuninya malah termasuk orang-orang kaya di Korea. Mungkin karena lama-lama nggak nyaman karena turis yang berisik.

DSC_0314 DSC_0317                                                                     Those Girls are not from heaven loh ya :p

Bukchon Village
Bukchon Village

Habis eksplore Bukchon yang lumayan pegel karena jalanannya itu turun naik, lanjut ke Namsan Tower karena masih sore. Kalau nggak sampai malem kami nggak mau pulang ke penginapan dulu. Biar nggak rugi. Hihihi. Kemana-mana di Seoul itu gampang kok. Naik MRT semuanya terjangkau. Cuma capek pindah-pindah stasiunnya aja. Kaki saya dengkulnya sampai sakit, jalannya harus pelan-pelan. Cobaan banget dah. Tapi berhubung udah niat harus jalan terus. Kami memutuskan naik cable car ke Namsan Tower. Jarang-jarang kan naik cable car. Tiketnya 8000 won PP. Namsan Tower spot yang nge hitz banget deh. Sering banget buat shooting drama Korea. Ambiencenya juga romantis abis sampai-sampai ada love locks kayak di Paris. Ada juga kursi khusus My love from the star. Kami cuma menghabiskan malam nongkrong di cafe situ sambil ngelihat Seoul yang kelap-kelip bagus banget. Walaupun dingin menerpa entah minus berapa suhu waktu malam itu. Hahaha.

Cable Car (Cr: Ari)
Cable Car (Cr: Ari)
Love locks and My love from the star
Love locks and My love from the star

 

Namsan Tower
Namsan Tower

Oh ya saya mau cerita gaya pacarannya orang Korea ya. Kalau diamati, dicermati dan di kepoin emang cowok-cowok Korea itu romantis-romantis banget deh. Eh nggak tahu romantis atau terlalu manis atau terlalu perasa atau lebay  saya nggak tahu juga tepatnya apa. Tapi yang jelas mereka itu sering banget terlihat bawain tas ceweknya dan ceweknya nggak bawa apa-apa. Cupika cupiki ditempat umum berasa dunia milik mereka berdua (kalau yang ini kayaknya karena pengaruh budaya barat deh). Pokoknya kalau mereka lagi berdua yang lainnya itu cuma nyamuk yang lagi nguing-nguing ditelinga mereka deh. Nggak peduli gitu. Hahaha.

Kalau ditanya cowok Korea ganteng-ganteng nggak. Jujur saya katakan emang ganteng boo… pelayan di restaurant langganan kami aja gantengnya minta ampun. Nggak kalah sama Lee Min Hoo atau Song Jong Ki gitulah sayang beda nasib aja. Hahaha.

4 thoughts on “Gwanghamun-Deouksogung Palace, Bukchon, Namsan Tower and many more (Day 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s