Cerita ibu kota (2)

Tulisan saya sekarang udah mulai random eh atau memang dari dulu yak. Hehehe
Mau gimana lagi, waktu menulis malah lebih enak di kantor yang jaringan inetnya lumayan cepet. Kalau dirumah… ah jangan ditanya deh.
Well, berhubung saya udah kembali ke kehidupan nyata buat mencari sesuap nasi dan selembar tiket buat jalan-jalan ya jadinya bener-bener jadi mbak-mbak kantoran biasa lagi. Bukan mahasiswi yang kerjaannya kuliah, perpus, city centre, jalan-jalan dan ngecengin cowok cakep. Sekarang ngga bisa ngeceng euy. Wakakak. Lah kalau disana kan tukang bangunan aja kan udah cakep, sopir bus aja juga cakep. Hahaha.

Jadi belum sempet maen kemana-mana nih sekarang, makanya lebih suka nyeritain kehidupan kota aja yang kadang absurd, kadang bikin ketawa, kadang bikin kesel, dan kadang bikin melas. Sebulan lebih saya disini, ngeliat kondisi masyarakatnya kok ya trenyuh ya, sedih deh.
Tahu donk jalan dari Ragunan-Mampang kalau pagi macetnya kayak apa. Nah saya salah satu peserta marathon para pencari sesuap nasi di dalam gerombolan itu.
Jalur busway itu dan stationnya itu dibuat itu sebagai sarana naik turunnya penumpang kan, tapi perhatiin deh banyak juga orang yang nunggu bus trans Jakarta dan sejenisnya di pinggiran jalan. Mending pinggir jalan yang di trotoar itu. Bukan, bukan yang itu. Jadi mereka nunggu dijalur busway tapi nggak lewat stationnya itu, mungkin karena terlalu malas buat naik turun tangga. Kemon… itu bahaya banget loh boo! Ditambah lagi bus yang terutama ijo-ijo itu (bukan metromini ya…) mau aja naik turunin penumpang disitu. Ya bisa jadi karena bentuk busnya nggak kayak bus trans Jakarta yang biasanya yang nggak tinggi. Jadi nggak sulit buat naik turunin penumpang disitu.

Pada kebayang nggak sih, ornag-orang itu nunggu, bus di tengah jalan raya gitu. Kalau lagi apes gimana. Kadang kita yang hati-hati aja, kalau orang lain nggak hati-hati bisa kena juga. Memang sih, kalaupun orang-orang ini mau ditilang juga nggak mungkin. Kayaknya undang-undang kita agak susah buat nerapinnya. Solusinya, bikin semua bus yang lewat busway itu tinggi-tinggi. Jadi mau nggak mau orang harus naik ke stationnya itu. Saya aja suka sebel sendiri kalau ada metromini atau kopaja yang ngerem mendadak atau nurunin orang sembarangan di tengah jalan. Pengin nabok rasanya, sayangnya nabok pantat bus itu malah tangan saya yang sakit sendiri. Hehehe

Polisi paling capek

Bagian ini nih yang kadang bikin saya merasa melas. Kayaknya di seluruh Indonesia polisi yang paling capek itu ya di Jakarta. Gimana nggak, dari pagi buta sampai malam yang gelap gulita arus lalu lintas disini selalu rame. Kadang ada beberapa polisi yang nggak pakai masker harus terpanggang matahari di pagi hari atau malam hari. Walaupun saya tahu, pasti mereka ada sistem rolling. Tapi tetep aja, berpanas-panas terik di tengah jalan dan diserbu asap kendaraan bermotor dari segala penjuru itu bukan kerjaan yang enak. Saya yang cuma setengah jam dari rumah ke kantor aja naik motor berasa udah ngap-ngapan sama asepnya. Gimana mereka coba, akumulasi bertahun-tahun. Semoga diberi kesehatan selalu ya Pak Polisi.

Saya nggak mau bahas polisi yang “nakal” ya… Itu cerita lain lagi. Soalnya saya pernah juga kok ketemu polisi baik. Jadi waktu itu saya di Blok M pas nunggu lampu merah, no. plat saya mungkin agak aneh kali yak dan si bapak mengenali itu. Disuruh deh saya minggir. Memang sih seharusnya saya harus udah ganti plat nomer dari Jakarta ke Bogor karena mutasi tapi belum kesana alias males. Hahaha. Alhasil, digiring deh ke pinggir. Dalam hati saya, wah udah pasti nih ditilang. Pasrah aja lah. Eh ternyata kali itu di maafin, yang penting harus langsung ganti plat nomer. Horaaayyyyy, tuh kan masih ada polisi yang baik. Hehehe. Semoga ini menular ke bapak polisi semuanya yak.

Segini dulu yak, saya mau kerja lagi. Hihihi. Udah lumayan melek sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s