Malam pertama Ramadhan 1435H

Aku senang,
Senang karena bulan yang penuh ampunan ini akhirnya datang juga,
senang karena setiap rintihan dan doa akan didengar olehNya
Senang karena Allah akan merangkulku lebih erat.
Ya… aku tahu, Allah tak pernah meninggalkanku
Tapi akulah yang masih suka lalai meninggalkan pelukannya.

Tapi aku juga sedih,
aku tak bisa bertemu kekasihku dan imamku
aku yang seharusnya membangunkannya dan membuatkannya makan sahur,
aku juga bisa saja membangunkannya dengan mengecup dahinya yang nonong itu.
atau kalau dia malas sahur, aku akan menarik kakinya atau memberinya percikan air ke wajahnya, biar bangun seketika.
dan kami akan meributkan mau masak apa hari ini, karena aku yang kadang suka sok tahu tentang apapun itu, padahal masak aja nggak bisa
Ngabuburit menunggu waktu berbuka, entah dibagian bumi sebelah mana yang penting bersama

Sayangnya, itu semua cuma ada dianganku saat ini
Belum terjadi…
sedih, ingin pulang tapi…
apalagi disini tidak ada suara adzan,tidak ada suara murattal,
puasa 19 jam sehari dan disertasi tanpa orang-orang terkasih

Perjuanganku nggak akan sia-sia kan Ya Allah
Mimpi-mimpiku ini
Cita-citaku ini
semua karenaMu

Ya Allah di malam pertama Ramadhan ini aku mohon
Jadikan aku, hamba yang selalu mengingatMu dan memelukMu saat suka dan duka
jadikan aku, istri yang baik dan sesabar Khadijah
jadikan aku, anak yang berbakti kepada orang tua dan membuat mereka bangga
jadikan aku, pelajar yang selalu ingin belajar tanpa kenal lelah dan lancar dalam studiku
jadikan aku, manusia yang pandai bersyukur dan berguna bagi sesama
jadikan aku, manusia ikhlas dengan semua qada dan qadar Mu

Persatukan kami Ya Allah…pun jangan dipisahkan kembali
dengan cinta yang sederhana dan kekal
yang mungkin tak seromantis Romeo dan Juliet
ataupun seindah film-film Korea yang suka aku tonton itu
(Ya walaupun kadang berharap juga punya suami yang romantis, tapi itu rasa-rasanya nggak mungkin :p)

Semangat, Kul *pukpukdirisendiri

Ah setiap kali saya membuat tentang rasa, saya malah jadi emosi sendiri.
sedih sendiri, galau sendiri, nggak keren pokoknya dah.
untung yang namanya tulisan nggak keliatan ekspresi wajah orang yang nulis.

Bismillah, berikan saya kekuatan untuk menyelesaikan semua kewajiban saya

Kangen Gembul sangat :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s