Kisah Wortel dan Kentang

Wortel dan kentang adalah sahabat. Biasanya mereka selalu bersama-sama.
Setiap ada ibu-ibu yang butuh mereka, mereka akan membelah diri dan memberikan bagian tubuh mereka ke para ibu itu.
Paling sering sih dimintain tolong untuk buat capcay ataupun sop, pasti mereka selalu nyemplung bareng-bareng.

Tapi sekarang Wortel sedih, Kentang sudah nggak mau lagi maen sama-sama lagi.
Kalau diajak ngobrol atau maen, nggak pernah mau. Alasannya selalu ada saja, Kentang selalu sibuk.
Jadi kentang goreng lah, jadi pie kentang lah atau jadi perkedel kentang.
Wortel jadi kesepian deh. Dia cuma bisa jadi jus wortel atau wortel kukus aja.
Wortel sedih, Wortel juga nggak tahu sebenarnya dia salah apa sampai kentang jadi begitu.

“Kentang, maen yuk!!!” Ajak wortel. Dia berdiri depan pagar rumahnya kentang. Kentang cuma buka jendela setelah itu ditutup lagi.
Dicobanya lagi wortel mengajak kentang maen.
“Kentang ada ibu Santi mau masak sop nih, kita dibutuhin loh…” Ajak Wortel lagi.
Tapi Kentang tetap nggak jawab.
“Kentang marah sama Wortel ya, tapi Wortel nggak tahu kamu marahnya kenapa.” Kata Wortel masih dari luar pagar rumah kentang
“Dulu kata Kentang kalau ada apa-apa, Wortel harus ngomong. Sekarang Kentang malah yang nggak pernah ngomong.”

Pernah suatu hari Kentang manggil Wortel. Waktu dipanggil namanya saja Wortel langsung loncat kegirangan.
Dia seneng akhirnya Kentang mau maen lagi sama Wortel.
“Wortel, aku mau bibit Wortel punya kamu, aku lagi butuh nih!”
Wortel pun dengan senang hati memberikannya, dia kira mungkin sekarang Kentang sudah kembali baik.
Setelah menerima bibit itu Kentang langsung pergi.
“Kentang, Wortel boleh ya maen sama kamu lagi!” Panggil Wortel
Tapi tetap saja tidak ada jawaban, Kentang cuma pergi tanpa menoleh dan mengajak maen Wortel.
Kentang datang kalau saat dirinya butuh Wortel saja. Wortel jadi sedih lagi

Akhirnya Wortel pun pulang. Dia pun menangis seharian.
“Wortel kangen Kentang, tapi Kentang nggak mau maen lagi sama Wortel lagi, Kentang nggak mau jadi temen Wortel lagi, Kentang juga nggak kangen wortel lagi. Wortel sedih…”

Wortel jadi ingat, dulu Kentang selalu bilang pengin selalu maen bareng, mau jadi apapun Kentang maunya sama Wortel.
Kata Kentang, kalau maen sama Wortel, hidupnya Kentang jadi warna-warni, nggak cuma putih aja tapi ada juga warna orangenya.
Wortel seneng sekali waktu Kentang ngomong begitu terus mereka selalu sama-sama.

“Ya udah deh, kalau Kentang gitu terus. Wortel juga nggak mau temenan lagi sama Kentang, Wortel nggak mau manggil-manggil Kentang lagi, Wortel nggak mau ngajak maen Kentang lagi, Wortel juga nggak mau cerita tentang para ibu di dapur lagi.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s