Mensiasati sholat di negara Non Muslim

Sharing pengalaman tentang sholat di negara orang yang bukan mayoritas muslim menurut saya susah-susah gampang. Yah, walaupun bisa dibilang saya bukan ahli agama. Tentu saja bukan, hanya ingin sharing  pengalaman saja.

Mama saya suka nanya “kamu sholatnya gimana A, jangan sampai ditinggal loh?” Kalo ditanya gitu saya harus cerita panjang lebar deh. Emang susah sih awalnya, karena nggak banyak masjid atau mushola disini.  Apalagi nggak pernah terdengar adzan, dan memang aturannya nggak boleh sih adzan pakai pengeras suara. Daerah kampus ada mushola, belakang library tepatnya. Yah lumayan sih jalan kaki.  Itu satu-satunya mushola deket yang beneran kayak mushola didalamnya namanya Mc Dougall Centre

Di bagian lain biasanya deket Kilburn Building daerah Oxford Road dilantai dua ada yang namanya Chapel. Jadi disitu ada satu ruangan yang bisa digunakan oleh agama apapun untuk beribadah. Disediain sajadah juga, tapi ada patung yesus dan injil juga. Karena ini milik semua agama jadi siapapun boleh beribadah disini. Sangat membantu sih. Dulu waktu kuliah undergraduate ada yang bilang kepada saya, saya nggak boleh sholat kalau diruangan itu ada simbol dari agama lain. Ilmu agama saya emang cethek banget, jadi ya percaya-percaya aja. Dari pengalaman disini saya tahu, bukan masalah ruangannya kita beribadah. Dimanapun itu asal niatnya beribadah sah-sah aja, Bukan berarti karena saya sholat ditempat yang ada simbol agama lain, akhirnya jadi mengimani agama lain. Kalo saya lihat, pihak University malah sangat memperhatikan kebebasan umat beragama lain (Muslim atau agama lain yang minoritas) Kalau mau, bisa saja mereka buat ruangan itu hanya untuk Christian saja misalnya.

Chapel di University of Manchester
Chapel di University of Manchester

Di tempat-tempat seperti Mall memang ada beberapa yang punya prayer room, kalau kita perhatikan bentuknya ya hampir sama. Prayer room ini untuk semua agama, jadi saya nggak heran lagi kalo misalnya harus sholat eh disebelah saya ada yang lagi berdoa (Orang christian misalnya) Bukannya hal ini malah indah, menghargai kepercayaan lain. Agamamu Agamamu, Agamaku Agamaku.

Disini saya juga pernah sholat ditaman waktu di York, karena nggak ada prayer room dimana-mana. Terpaksa sholat ditaman. Memang sih semua orang yang lewat akhirnya memperhatikan. Karena saya berempat waktu itu, jadi dua jaga, dua sholat.

Pernah juga sholat di fitting room. Hahaha. Kayaknya udah beberapa kali saya melakukan ini. Mau gimana lagi, prayer roomnya ngga ada. Jadi suka pura-pura ambil beberapa baju setelah itu ngacir ke fitting room. Kebayang donk kalau tempatnya sempit, untung ngga ada yang iseng ngintip yak.

Sholat di library juga sering. Jadi suka nyari tempat sepi dibagian buku-buku tua. Biasanya nggak ada mahasiswa disitu. Paling diliatin kalau ada yang lewat. Cuek aja. Hahaha

Sholat di bus. Well, waktunya buat nyampe lokasi masih lama, walaupun dijamak juga. Akhirnya sholat di bis, wudhunya tayamum. Biasanya saya milih tempat duduk dibagian paling depan jadi biar nggak terlalu menarik perhatian. Kalau dibelakang kan setiap orang masih bisa lihat.

Pernah juga di ruang tamu orang waktu kunjungan ke Jaguar-Land Rover, karena mereka nggak punya sama sekali prayer room. Padahal disitu ada beberapa orang yang hilir mudik rapat, tapi ya sudahlah daripada nggak sama sekali

Awalnya susah sih, ribet tapi kalau udah dijalanin ya oke-oke aja tuh. Masa saya udah diberikan berkah yang tak terhitung gini, lupa sama yang ngasih. Nanti dibilang kacang lupa akan kulitnya donk. Saya hanya ingin bisa lebih baik lagi, dikuatkan dalam menghadapi semua cobaan dan selalu bersyukur.

2 thoughts on “Mensiasati sholat di negara Non Muslim

  1. Subhanallah Tika.. Allah ada di mana-mana
    tentang praying room ini, di rumah sakit katolik di surabaya juga ada. Konsepnya sama, semuanya bisa ibadah di situ karena mereka ga menyediakan mushola. Salut dengan toleransi beragama seperti itu. Menarik ya, tetap istiqomah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s