Cinta Lokasi

Malam ini hujan gerimis, suasanapun sunyi. Malas sekali rasanya mengerjakan pekerjaan yang harus aku bawa kerumah kali ini. Iseng-iseng aku buka album jalan-jalanku. Ternyata banyak sekali tempat yang sudah aku kunjungi, sampai aku senyum-senyum sendiri. Siksaan pekerjaan bisa diobati seketika ketika aku traveling. Candu rasanya traveling itu.
Terdiam aku saat memandang sebuah foto. Foto lama memang, tapi ternyata bisa sedikit menggetarkan hatiku. Ya, hanya sedikit.

“Bolehkah aku berkunjung kekotamu?” Kata suara lelaki diseberang sana.
“Tentu saja boleh, kenapa tidak. aku akan senang hati menjadi guidemu.”
Lelaki itu pun tersenyum. Melihat itu si wanitapun bertanya.
“Kenapa senyum-senyum?”
Ditanya seperti itu malah membuat si lelaki menghentikan senyumnya dan menatap si wanita.
“Thanks, selama disini kamu membuatku tersenyum dan lebih hidup.”
Well, sang wanita hanya tertawa terpingkal-pingkal. Lelaki memang paling jago merayu.
“Kamu salah makan apa tadi pagi, kalau merayuku sepertinya aku sudah kebal deh.” Kata sang wanita sambil menjulurkan lidahnya.
“Aku tahu.” Kata si lelaki

Pertemuan singkat memang, hanya 5 hari bersama. Patungan kendaraan, patungan makanan, berbagi tawa dan canda dan tentu saja persahabatan. Dan backpaker inipun akhirnya kembali ke kota masing-masing.

Pagi-pagi Gina menerima sms.
Gin, aku di kotamu sekarang. Bisakah kita bertemu?

Agak kaget pada awalnya, walaupun ada perasaan aneh menelusup dihati.
Ah, akhirnya dia datang juga.
Tentu saja Gina membalas sms itu.
Selamat datang!Kenapa baru kasih tahu sekarang.
Siap komandan!aku kan sudah berjanji akan jadi guidemu saat kau disini

Akhirnya merekapun bertemu. Mereka traveling keliling kota. Beda dengan waktu mereka pertama bertemu.
di sebuah pulau dengan keindahan laut yang mempesona. Tapi toh mereka sama-sama menikmati. Sesama backpaker tentu saja ada kebahagiaan sendiri, jika bertemu kembali.
Rendezvous dan tentu saja tali persahabatan dan ikatannya akan semakin kuat.

“Kenapa kesini tiba-tiba, kalau tahu kamu datang kan aku bisa mempersiapkan sesuatu yang lebih baik dari ini.”
Kata Gina, gadis manis yang ceria itu. Matanya selalu bersinar terang membuat siapa saja yang memandang akan tertular dengan semangatnya.
“Sengaja, ingin buat surprise buat kamu.” Kata Roy.
“Well, kamu berhasil, Hahaha!” Kata Gina lagi.
Setelah itu Roy pun terdiam lama.
“Kenapa jadi diem?” tanya Gina
Lama sekali Roy menjawab pertanyaan Gina.
“Aku jatuh cinta Gin. Aku kesini ingin memastikannya.”
Gina tahu arah pembicaraan Roy, dia pun merasakannya. Gina pun tersenyum.
“Maksudnya?” Pertanyaan pancingan sebenarnya, walaupun dalam hati Gina tahu sekali jawabannya.
“Aku rasa aku jatuh cinta sama kamu Gin. Saat kita pertama kali kita bertemu dan traveling bersama kemaren.
Makanya aku kesini, ingin menanyakan kepadamu. Apakah kamu punya rasa yang sama, apakah aku bisa menjadi sesuatu di hati kamu?”

Gina paham sekali pernyataan ini. Matahari mulai tenggelam, air di gelas pun sudah habis. Hanya semilir angin yang tersisa dipantai ini.

“Aku tahu, aku merasakannya juga.” Jawab Gina
Roy tersenyum dan tiba-tiba memeluk Gina.

“Tapi Roy, aku belum selesai”. Kata Gina lagi, Roy pun melepaskan pelukannya.
“Untuk saat ini aku suka kamu sebagai teman. Aku tidak tahu akan bisa lebih atau tidak. Yang kamu rasakan saat ini hanya ilusi cinta lokasi dan untukku tidak mempercayainya. Untukku tidak semudah itu manusia jatuh cinta. Aku tak percaya cinta pandangan pertama dan sejenisnya. Terlalu cepat menyimpulkan, hati akan terlalu cepat juga sakitnya. Untukku 5 hari tak cukup untuk membuatku jatuh cinta. Mungkin kamu suka tapi itu bukan cinta.”

Mereka saling berpandangan… Gina mencoba memberi tahu apa yang dia rasa padanya.

“Hidup kita dijalanan Roy, berganti teman, berganti suasana dan berganti rasa. Rasa yang bisa datang dan pergi kapan saja, hal ini juga pernah terjadi padaku. Aku tahu. Tapi aku tidak akan menitipkan hatiku kepada orang yang hanya aku kenal dijalan tanpa aku tahu banyak tentang dirinya.”

“Aku tak tahu esok, lusa atau seminggu kemudian akan tetap sama atau berubah. Yakinkan hati kita masing-masing dulu untuk menaruh cinta pada tempatnya. Bukan hanya karena traveling”

Mengingat itu, Aku pun menutup kembali foto yang kulihat. Foto saat dua orang manusia memandang matahari terbenam bersama dan mereka akhirnya berganti cerita cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s