Hogmanay Edinburgh, Happy New Year *Edisi Telat* 2014

What an amazing year !!! what an amazing bless!!! Selamat tinggal 2013, welcome new hope in 2014😀 Tahun lalu saya merayakan di pulau terpencil di Kepulauan Togean tepatnya di Pangempa, Fadillah Cottage. Cerita lengkapnya disini, menikmati kembang api dan berteriak-teriak tentang harapan saya. Saya nggak menyangka cita-cita saya satu-persatu terwujud. Allah sayang sekali sama saya. *Peluk Allah. Jadi ingin sharing nostalgia tahun lalu di Pangempa island. Cekidot.

Kalau dipikir-pikir saya nggak pernah nyangka tahun ini, tahun 2014 saya merayakan di Edinburgh Scotlandia. Bermandikan kembang api yang meriah dan dinginnya Scotlandia kira-kira 3 derajat  celcius. Nongkrong di Calton Hill dari jam 7 malem, sampe jam 12 an lebih demi tahun baru. Sampai kaki saya berasa beku dan agak perih kalau jalan karena kedinginan. Lebay kata orang, tahun baru harusnya biasa aja, ah menurut saya tidak. Tahun baru bagi saya adalah spesial, saat dimana saya menggantungkan mimpi-mimpi saya di kilauan kembang api dan riuhnya manusia. Akibat jauh dari keluarga juga sih ya, kalau ada keluarga saya lebih suka merayakannya di rumah. Hahaha. Tahun baru mengingatkan saya untuk selalu bersyukur bila hidup sangat menarik. Menarik saat sedih dan senang, walaupun saya yakin pada saat sedih saya tidak merasakan menariknya hidup, tapi  yang saya percaya Allah sangat sayang saya sehingga dia selalu memberikan saya ujian sehingga saya bisa bersyukur dan tersenyum sesudahnya, jika saya bisa melewati ujian itu. *ah sok bijak sekali saya* hahaha.

Kembang api di Calton Hill
Kembang api di Calton Hill

Okey, kembali ke Edinburgh. Perayaan tahun baru di Edinburgh disebut Hogmanay. Di UK perayaan tahun baru yang paling terkenal ada di dua tempat. London dan Edinburgh. Semua orang turun ke jalan yang penuh sekali dengan atraksi, taman bermain dadakan dan penampilan band-band. Sayangnya harus bayar lagi £20. Ah, saya mahasiswi yang kere. Datang ke Edinburgh saat  tahun baru saja sudah perjuangan. Hotel yang biasanya hanya £50 semalam naik drastis menjadi £200. Apa tidak gila itu. Untung kami bertujuh, jadi satu kamar bisa berempat , lainnya bertiga. Tiket kereta pun ga kalah mahalnya return saya bayar sekitar £36.5 untung saja saya punya railcard jadi dapat potongan 30% kalau tidak, jebol uang saya. Itupun daftar railcard harus daftar dulu £30, tapi lumayan sih bisa dipakai setahun. Hihihi. Makanan juga nggak kalah mahalnya disini. Biasanya di Manchester makan chicken and chip atau wrap kebab itu 3-4 pounds yang sekitaran kampus. Disini makanannya diatas £5 pounds, kebanyakan sih lebih mahal. Memang bener, biaya hidup di Edinburgh hanya satu tingkat di bawah London.

Pemandangan City Centre dari Calton Hill (Sayang ga punya tripod)
Pemandangan City Centre dari Calton Hill (Sayang ga punya tripod)

Yang nggak enaknya udah saya sebutin kan, sekarang saya mau cerita tentang enaknya. Hehehe Siangnya saat makan siang kami nggak sengaja ketemu bapak asli Edinburgh yang fasih bahasa Indonesia. Haish, padahal kita lagi ngobrol temanya “enaknya gosip tanpa orang lain tahu bahasa kita” hahaha. Jadi awal-awal kayak di skak mat aja, tapi tak disangka dan dikira. bapak ini super duper baik, namanya Peter. Ternyata dulunya dia pernah kerja di Jakarta selama 15 tahun, di Hotel Indonesia dan Lippo Karawaci. Bapak ini ke Edinburgh dalam rangka merawat ibunya yang sudah tua. Sungguh mulia hati pak Peter, disaat individualisme jadi kiblat di negara seperti Eropa ini, dia malah dibela-belain merawat ibunya.

Bener loh, soalnya saat seorang anak sudah dibilang mandiri, mereka akan lepas tanggung jawab kepada orangtua. Makanya jangan salah kalau banyak orang tua yang kesepian dan hidup sendiri. Itu nilai yang mereka anut disini. Tau nggak ditambah lagi kami semua ditraktir sama Pak Peter plus kami diajak tour Edinburgh. Ghost tour lebih tepatnya, ternyata untuk mengisi waktu luangnya, beliau jadi guide di Ghost tour itu, padahal ya kalau bayar itu sekitar 10-11 pounds per orang dan kami digratisin dan yang paling serunya lagi, jalan sama Peter kami bisa tahu tempat-tempat yang mungkin orang umum nggak bakal tahu. Gimana enggak, kami dibawa ke ke gang-gang, di bawa ke bangsal yang waktu dark ages di Edinburgh kelaparan terjadi dimana-mana. Bangsal yang ukurannya 5×5 m itu dihuni sekitar 100 berdesak-desakan disitu. Makan, tidur, buang air sampai matipun disitu. Nggak kebayangkan negara maju ternyata dulunya menyedihkan juga.

Ghost Tour
Ghost Tour

Nah tempat itu sekarnag kosong, tapi ada salah satu ruangan yang dijadiin tempat pemujaan setan. Katanya masih dipake. Saya ngerasa kayak di film-film. Ruangan kosong yang lain bekas dark ages nggak boleh difoto, karena diyakini ada “penghuninya” tapi hawa-hawanya emang nggak enak sih.

Tempat pemujaan arwah
Tempat pemujaan arwah

Sama Peter ini kami benar-benar dibawa ke masa lalu deh. Ada lagi lorong-lorong tempat pembunuhan. Jadi dulu itu banyak terjadi pembunuhan disini. Alasannya untuk praktek dokter. Nanti sipembunuh dapat imbalan dari dokternya. Bisa disebut gila, tapi katanya itu nyata. Nggak heran juga sih, orang sana emang pinter-pinter, banyak penemu dari Edinburgh yang bisa dilihat di greatest scotsman walaupun caranya ada yang keblinger. Kami nggak bakal tahu hal-hal seperti ini kalau nggak ikutan tour sama Peter. Peter ini lucu and kocak deh, katanya dulu kalau anak buahnya ada yang susah banget dikasih ngerti alias bodoh, dia bilang otak donat, soalnya tengahnya bolong kayak otaknya. Pandangannya dia terhadap Indonesia yah gitu deh. Katanya TV di Indonesia tidak bagus, maksudnya acara tv terutama sinetron dan acara yang nggak jelas itu jelek. Saya pun mengiyakan. Macetnya Jakarta bikin dia stress, yang ini sih nggak usah ditanya. Saya aja yang orang Indonesia stress kalau ngadepin macetnya Jakarta. Hihihi. Tapi, katanya dia senang dulu tinggal di Indonesia, orangnya ramah-ramah😀 Thanks Peter, untuk semuanya. Semoga sehat-sehat ya untukmu dan sang bunda. Semoga bisa bersua kembali😀 Segini dulu ya. Next saya mau cerita tentang JK Rowling dan Castle di Edinburgh.

3 thoughts on “Hogmanay Edinburgh, Happy New Year *Edisi Telat* 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s