Antara James Arthur, The Vamps and Translator di Chrismast Light

Saya suka Manchester ❤

Ceritanya kemaren itu ada acara  Chrismast Light di Albert Square. Jadi kayak konser gitu menyambut chrismast, firework yang lama dan bagusnya ngeriii, sama boneka santa yang gede banget bisa nyala 😀 (bagian firework mau diceritain lain waktu ya). Mau tahu yg perform siapa aja itu loh akang James Arthur sama The Vamps.  Nggak cuma konser aja sih, ada perform dari anak-anak kecil break dance, choir, udah gitu yg maen theater dan kuda yang terbuat dari orang yang maen di film War Horse.  emm, gimana menggambarkannya yak, Pokonya gitulah. Nanti saya kasih lihat fotonya.

Kuda dgn 2 orang pemain War Horse
Agak kabur ya, desek2an soalnya :p

Rame banget, pasti. Desek-desekan, apalagi. Hujan, ya iyalah kapan Manchester nggak ujan. Dingin, absolutely udah winter boo , tapi FUN!!!

dibela-belain berangkat jam 5 sore dari kampus padahal acara baru mulai jam 7 malam. Itupun ternyata udah crowded. Suara James Arthur emang TOP BGT apalagi waktu nyanyi imposibble and The Vamps, awalnya saya nggak terlalu tahu sama boy band yang satu ini. Tapi ngedenger disini pada teriak-teriak histeris jadi penasaran juga. Ternyata 4 cowok ganteng pendatang baru gitu. Single yg terkenal itu Can We Dance. Oke.. kalo saya cerita tentang konsernya sih ya begitu aja sih yah pada umumnya. Orang teriak-teriak, loncat-loncat etc.Hehehe

Ada satu yang jadi perhatian saya selama acara berlangsung. Ada bapak-bapak berdiri disudut, udah lumayan berumur, tangannya dia gerak-gerak sambil mulutnya komat kamit. Awalnya saya nggak ngeh, tapi jadi inget . Dia itu lagi pakai bahasa isyarat yah, biar orang-orang yg nonton walaupun tuna rungu jadi ngerti. SALUT!!! asli saya salut. Dia nggak cuma ngejelasin kata-katanya si mas dan mbak MC tapi waktu si akang James Arthur nyanyi atau yg lainnya, dia juga tetap nerjemahin

Translatornya sebelah kiri <3
Translatornya sebelah kiri ❤

Bisa dibayangin donk selama sekitra 2 jam dia berdiri disitu, sambil nerjamahin apa aja yg ditampilin. Capek pasti, dingin apalagi tapi mukanya itu selalu senyum. Pemerintah disini sangat perhatian sama orang yang ga beruntung ya. Salah satunya ya itu, perayaan nggak cuma buat orang yang normal saja tapi mereka berpikir orang yang ga beruntungpun punya hak yg sama buat menikmati hidup.

Kalau nggak salah dulu saya pernah lihat siaran berita di TV Indonesia ada penerjemah bahasa isyarat juga, sekarang nggak ada lagi ya. Kemana perginya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s