Baju adat suku Kaili Sulawesi Tengah

Saya menulis blog tentang baju adat Kaili karena pengalaman saya yang sulit sekali mencari referensi mencari dimana dan seperti apa itu baju adat Kaili. Berawal dari hari Kartini yang diadakan markas besar kantor saya di Makassar, kami diharuskan memakai baju adat masing-masing cabang. Berhubung saya hidup di Palu Sulawesi Tengah, otomatis saya mencari baju adat Kaili, suku asli Sulawesi Tengah. Sebetulnya masih banyak suku-suku lain disini, tapi mungkin yang terbesar adalah suku Kaili.

Mencari baju adat ini bisa dibilang seperti mencari jarum ditumpukan jerami loh. Ok, kalo peribahasa yang saya gunakan terlalu berlebihan. Tapi ada benarnya juga loh. Tiga tempat di kota Palu yang kami datangi baju adat ini sold out karena sudah terbooking oleh instansi lain. Kami ditawari pake adat baju Poso cuma sepertinya kurang cocok dengan bentuk badan karena bentuk rok mengembang bagian bawah dan temen saya yang cowok Yodi pasti ngamuk-ngamuk karena pakai celana pendek.

Baju Adat Poso

Baju Adat Poso

Akhirnya menjelang sore dapat juga baju adat Kaili. Here we go, karena modelnya kami, model yang dipajang juga kami yak :D

Baju Adat Kaili

Baju Adat Kaili

Ini adalah contoh yang paling sederhana hanya untuk upacara adat biasa. Jika pernikahan pernak-pernik dan rupanya lebih meriah lagi. Kami pun para wanita tidak menggunakan pernak-pernik yang ada dikepala dan ditangan. Tapi paling tidak sudah cukup mewakili. Oh ya untuk sewa bisa di Zenta yang ada di Jalan Kimaja Palu. Bajunya baru-baru dan bagus.

1. Baju Nggembe
Baju Nggembe adalah busana yang dipakai oleh remaja putri untuk Upacara Adat atau pesta. Baju Nggembe berbentuk segi empat, berkerah bulat berlengan selebar kain, panjang blus sampai pinggang dan berbentuk longgar. Baju Nggembe ini dilengkapi dengan penutup dada atausampo dada dan memakai payet sebagai pemanis busana. Bagian bawah Baju Nggembe adalah sarung tenun Donggala yang berbenang emas atau dalam bahasa Kaili disebut dengan Buya Sabe Kumbaja.

2. Cara Pemakaian Sarung. Mulanya hanya di kepit di pinggang dan ujung sarung terjuntai di pangkal tangan Ni Sakiki. Dalam perkembangannya pemakaian sarung Donggala dirubah dengan mengikat sarung dan kemudian disamping kiri atau kanan dilipat untuk memperindah serta memberi kebebasan bergerak bagi si pemakai.

3. Assesoris
- Anting-anting panjang atau Dali Taroe
- Kalung beruntai atau Gemo
- Gelang panjang atau Ponto Ndate
- Pending atau Pende

Baju pernikahan adat Kaili

Baju pernikahan adat Kaili

Pakaian Adat Laki-laki

Baju Koje / Puruka Pajana
Pakaian ini terdiri dari 2 bagian yaitu Baju Koje dan Puruka Pajama. Baju Koje atau baju ceki adalah kemeja yang bagian keragnya tegak dan pas dileher, berlengan panjang, panjang kemeja sampai ke pinggul dan dipakai di atas celana.
Puruka Pajana atau celana sebatas lutut, modelnya ketat, namun killnya harus lebar agar mudah untuk duduk dan berjalan. Pakaian ini dilengkapi dengan sarung dipinggang, keris, serta sebagian kepala menggunakan destar atau siga. Info lengkapnya disini

Selamat mencoba ^^

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s