Togean extraordinary beautiful (Wakai and Pangempa island)

Sempet bingung mau nulis judul apa karena bener-bener nggak bisa digambarkan indahnya. Iya beneran loh. Ciyus! Miapah!

Jadi bulan Desember ini bener-bener bulan full of travelling. Saya nongkrong di kantor cuma 8 hari. Soalnya full jalan terus dari urusan kantor sampe jalan-jalan. Padahal tanggal 28 itu tutup buku kan tapi saya nekat aja, walaupun badan rasanya kayak digebukin. Baru balik dari Toraja masuk kantor 3 hari dengan kerjaan kantor yang segunung dan harus selesai semua. Ditambah lagi ada peserta yang mundur, akhirnya comot sana comot sini yang penting orang-orangnya asyik. Terkumpulah 7 manusia absurd ini yang kami beri nama “One Piece”

Mobil saya seharusnya berangkat jam 8, walaupun akhirnya molor sampe jam 9 malem baru cuss… karena semua harus kerja rodi hari itu, demi perjalanan dan petualangan ini. Bagian ini nggak penting yak, okeh skip aja.

Jadi awal perjalanan kami sebenernya mau ke Kadidiri tapi ternyata ditengah jalan nggak sesuai rencana, dan saya bersyukur nggak sesuai rencana. Hihihi. Dan sebelumnya saya sudah pernah ke Kepulauan Togean ini tapi baru sampai Poyalisa island aja dekat Bomba

Seperti biasa perjalanan Palu-Ampana kira-kira 8 jam. Biar nggak repot kami rental mobil Mitra Touna plus sopir Rp. 800ribu bertujuh. Jadi tidur juga lebih nyaman dan tidak lupa kami bawa karung beras yang isinya pelampung. Hihihi, jaga-jaga kali aja bisa jadi Baywatch. Sekalian bisa jadi kegunaan lain yaitu jadi bantal saat di kapal. Hihihi

Welcome to Togean Island :D
Welcome to Togean Island πŸ˜€

Sampai di Ampana itu pagi dan langsung beli tiket kapal tujuan Wakai per orang Rp. 40 ribu. Kapalnya pilih yang baru yak, yang warnanya biru. Kalo nggak mau usel-uselan, pilih aja di bagian belakang jangan ditengah. Terus kita biasanya dikasih kasur lipat gitu kalo mau tiduran. Kapalnya lumayan bersih kok. Kapal berangkat jam 10 pagi dan lama perjalanan kira-kira 5 jam. 5 jam ditengah laut nggak mati gaya donk. Kami udah sedia kartu, sampai bule yang sebelah kami foto-foto kami. Soalnya bagi mereka kami kan mahluk eksotik *plak!*

Dan nggak disangka dan dikira waktu saya tiduran temen saya teriak-teriak. β€œLumba-lumba!”
Si Bule teriak β€œDolphin!” manggil keluarganya.
Saya kaget sambil ngucek-ngucek mata lari kedepan kapal dan bener ngeliat lumba-lumba loncat-loncat banyak banget. Mungkin ada tuh 25 an ekor. Ya ampun, takjub banget kami ngeliatnya.

Si Lumba-Lumba Loncat-Loncat (Photo : by Helen)
Si Lumba-Lumba Loncat-Loncat (Photo : by Helen)

Mungkin yang norak cuma anak-anak One Piece dan para bule. Lainnya cuma diem, biasa aja. Beda dengan kami yang teriak-teriak histeris. Kecuali kalo liat hiu loncat-loncat baru pada heboh kali yak. Hehehe. Awal yang indah menuju surga, perjalanan diawali dengan lumba-lumba yang loncat-loncat dan ini keberuntungan bagi kami.

Trust me, kami memang beruntung. Beruntung berada di tempat ini πŸ˜€

Jejeng akhirnya tiba dipemberhentian pertama

Wakai island

Wakai ini salah satu ibukota kecamatan di Kab Tojo Una-Una. Menurut orang-orang sana sebagian besar penduduknya adalah pengungsi pada saat gunung Colo meletus di Una-Una dan berkembanglah Wakai ini. Wakai kurang recomended buat berenang, karena lautnya memang nggak terlalu bersih, terlalu banyak rumah penduduk. Tapi ada air terjun yang lumayan keren buat dikunjungi namanya air terjun Tinampo. Katanya sih ada 12 air terjun ke atas, tapi kami cuma sanggup sampai 2 saja. Soalnya udah menjelang maghrib juga, apalagi warna airnya juga keruh karena hujan. Biaya ojeknya Rp. 20.000 buat PP. Bisa juga abang ojek ini jadi guide muter-muter Wakai. Lumayan lengkap fasilitas disini, dari kantor polisi sampai bank ternyata ada loh. Ditambah lagi sinyal HP. Ihir… masih bisa update status buat yang alay.

Air Terjun Tinampo
Air Terjun Tinampo
Pasar Wakai
Pasar Wakai

Penginapan yang kami tempati namanya Taurus, sehari cuma Rp. 50.000 exclude makan yak. Kalo mau makan bisa pesen dimasakin disini, sekali makan Rp. 20. 000 dengan menu ikan yang fresh banget dan porsinya banyak. Padahal kami ditawarin makan kepiting bakau yang gedenya Masya Oloh, tapi waktu harus memaksa kita untuk pergi ke pulau selanjutnya.

Pangempa island

Awalnya nggak sengaja mau kesini, seperti yang saya bilang tadi awalnya mau ke Kadidiri. Tapi sekali saya lihat dan menjejakkan kaki ini, rasanya tidak ingin meninggalkan tempat indah ini. Dengan menyewa kapal dari Wakai Rp. 150.000 ke Pangempa kami menuju surga dunia. Dermaga yang panjang, anggrek, pasir putihnya, lautnya, mataharinya, kelapanya, lapangan volleynya, manusia-manusianya, keramahannya, saya merasa ini tempat SEMPURNA.

Wah cantiknya :D
Wah cantiknya πŸ˜€

Namanya Fadilla Cottage (http://fadhilacottages.free.fr/) dan yang bikin saya bangga ini asli milik orang Indonesia, Pak Jafar namanya, penduduk asli Katupat. Orangnya ramah, friendly dan menyenangkan. Tahu sendirikan walaupun berada di Indonesia kebanyakan yang punya orang luar. Harga cottagenya juga cukup murah loh cuma Rp. 100.000 dan ini udah include makan 3 kali sehari dengan makanan ala Indonesia dan ala barat. Jadi jangan heran kalo pagi-pagi dikasih buah asma roti doank karena kebanyakan tamunya juga bule. Tapi masakan Indonesianya juga mantap loh.

Dermaga di Fadhilla Cottage
Dermaga di Fadhilla Cottage

Disini lengkap banget fasilitasnya. Yang mau diving monggoh, yang mau snorkeling silahkan asal jangan matahin karang, yang mau berjemur atau cuma leyeh-leyeh juga boleh. Ditambah lagi disini ada lapangan volleynya jadi kalau sore biasanya tamu sama pegawai disana maen bareng. Seru loh. walaupun saya nggak bisa, enjoy aja maen.

Yihaa! Mari maen volley pantai!
Yihaa! Mari maen volley pantai!
Pantainya ajib!!!
Pantainya ajib!!!

Oh iya disini juga cikal bakal lahirnya EVERTO Everybody For Togean. Organisasi ini baru didirikan bulan April 2012 dan sudah memberikan langkah nyata untuk lingkungan. Berawal dari kesadaran masyarakat Katupat untuk menjaga lingkungannya didukung oleh teman-teman bule pada awalnya seperti Pak Saiful manager Fadilla Cottage dan teman-teman bule seperti Marion mereka membentuk organisasi non profit untuk menjaga kelestarian Togean dan membantu masyarakat sekitar untuk tetap hidup dengan tetap menjaga ekosistem. Kegiatannya itu banyak banget, seperti: ngasih penyuluhan kepada masyarakat biar nggak buang sampah sembarangan, memisahkan sampah organik dan non organik, mengambil bintang pemakan terumbu karang, melakukan perberdayaan masyarakat contohnya: bikin kerajinan tangan, kartu pos, dan lain-lain. Intinya sih merubah kebiasaan hidup masyarakat untuk lebih menghargai dan menjaga alamnya.

Seharusnya saya malu, orang luar saja mau care terhadap keindahan bangsa ini, karena dinegara mereka tidak ada. Tapi saya yang benar-benar lahir, besar dan makan disini belum bisa berbuat apa-apa.

Ketemu sama Marion langsung disini. Hihihi. Dia yang ngajarin kita maen 5000. Maenan dadu dari Prancis. Pokoknya siapa dulu yang sampai nilai 5000 dia yang menang. Yang kalah masuk kolong meja *nepokjidad* Hahaha tapi sangat seru!

Beautifull sunrise and beautifull me (timpuk!!! :p)
Beautifull sunrise and beautifull me (timpuk!!! :p)

Kami menyewa kapal seharian untuk jalan-jalan keliling Togean. Banyak spot yang bisa dituju. Salah satunya adalah Hotel California. Jangan membayangkan hotel dengan fasilitas lengkap, tapi ini adalah spot snorkeling yang indahnya Ya Alloh… never seen this before dah, pokonya. Dari kapal aja udah keliatan ikan warna-warni loh. Sebutannya reef 1 dan totalnya 5 reef. Ditengah-tengah itu ada gubuk yang didirikan nelayan. Sayangnya kita kesana pas surut jadi nggak bisa ketengah-tengah ke gubuk nelayan itu takut ngerusak karang saking bagusnya euy! Nemu ikan-ikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Maklum snorkelingan saya kan baru tingkat Tanjung Karang. Itupun masih suka megap-megap.

Sayang plastik kamera waterproof nya rusak , cuma bisa foto dari atas. Ayo nyemplung!!! Indahnya Masya Alloh!!!
Sayang plastik kamera waterproof nya rusak , cuma bisa foto dari atas. Ayo nyemplung!!! Indahnya Masya Alloh!!!

Pernah denger Derawan kan yang katanya ada ubur-ubur yang bisa dipegang dan katanya didunia cuma ada 2. Dan ternyata oh ternyata danau ubur-ubur seperti itu ada di Togean ini. Namanya Marion Lake. Kenapa namanya Marion, nggak danau Tika aja gitu (ngarep!). jadi gini ceritanya kata Pak Jafar sebenernya danau itu sudah ditahu lama, tapi waktu itu pas Marion datang, dia cerita tentang danau ubur-ubur yang ada di Derawan. Pak Jafar bilang, bukan cuma 2 didunia kok tapi di Togean juga ada. Tapi Pak Jafar nggak mau ngaish tahu tempatnya. Terus Marion bilang, kalo nggak dikasih tahu berarti bohong. Merasa tertantang Pak Jafar nunjukin deh.
Akhirnya banyak juga yang tahu.

Sebetulnya ketakutan pak Jafar cuma satu, takut kehidupan ubur-ubur itu terganggu kalau-kalau banyak orang yang tahu. Saya rasa ada benarnya juga. Tapi hal itu bisa dihindari kalau kita benar-benar konsisten buat melindungikan. Contoh kecilnya saja, dilarang pakai sunblock saat nyemplung, jangan terlalu banyak bergerak karena tubuh mereka rapuh, jangan buang sampah sembarangan.

Percaya deh ubur-ubur itu akan datang dengan sendirinya pada saat kami nyemplung. Jadi rasanya ubur-ubur ini minta dielus satu-persatu. Sampai-sampai ada ubur-ubur yang nutupin google saya. Pokoknya ubur-ubur ini itu imut banget, kenyal and bikin gemes πŸ˜€ Ada 4 jenis ubur-ubur disini ada yang warna putih bening, orange ada biru-birunya, orange ada putih-putihny, satunya orange totol bintang biru.

Ubur-ubur :D (Photo by: Mariona. http://www.laboiteavoyage.fr/2012/03/26/mariona-lake-le-lac-aux-meduses-qui-porte-mon-nom/)
Ubur-ubur πŸ˜€ (Photo by: Mariona. http://www.laboiteavoyage.fr/2012/03/26/mariona-lake-le-lac-aux-meduses-qui-porte-mon-nom/)

Sebetulnya saya sempat drop waktu snorkeling di Hotel California sampai-sampai muntah. Mungkin masuk angin. Tapi entah mengapa penyakit saya hilang saat nyemplung di Marion Lake ini. Beneran deh, pusing-pusing dan mual-mual saya langsung hilang saat saya nyebur ke danau. Mungkin manfaat lainnya bisa jadi penyembuh penyakit karena air danaunya hangat. Mungkin… Hehehe πŸ˜€

Nah selanjutnya adalah ke Pantai Karina. Disini itu terhampar pasir putih yang lembut dengan pemandangan laut yang indah. Kami sudah dibekali makan siang untuk dimakan disini. Lauknya sebetulnya biasa yaitu ikan goreng dan sayur santan, tapi karena dimakan ditempat yang luar biasa indah ini rasanya jadi luar biasa pula. Pantai Karina juga bagus untuk Snorkeling cuma saat saya mau snorkeling lagi, eh sakitnya kambuh lagi. Mungkin sudah terlalu capek karena faktor U itu ya (umur maksudnya…) Hihihi.

Pantai Karina
Pantai Karina

New Year di Pangempa ^_^
Siapa bilang kalau ngerayain tahun baru di pulau terpencil nggak seru. Saya rasa ini adalah tahun baru terseru dalam hidup saya. Kami merayakan tahun baru dengan meriah. Bayangkan yah, dengan segala keterbatasan di Pangempa malah ada electone, kami satu persatu malah didaulat untuk nyanyi, Makanan yang enak, berkumpul juga dengan masyarakat Katupat dan tidak lupa Kembang Api yang tidak henti-hentinya. Satu lagi kami ikut tari Dero tarian tradisional Sulawesi Tengah, walaupun saya tidak tahu bagaimana pokoknya ikut saja. Jangan tanya lagi bagaimana serunya. Tentu saja fantastis!

Sebenarnya saya ingin perjalanan kali ini belum berakhir tapi panggilan dunia nyata ternyata lebih nyaring. Liburan telah usai meninggalkan memori yang sangat indah

Satu kata yang tak pernah bisa berhenti berucap ” Ya Alloh ” setiap melihat sesuatu di Togean ini. Semuanya serasa di alam mimpi saking indahnya.

Hi Pelangi!!!
Hi Pelangi!!!

Dan jejeng dalam setiap perjalanan terkadang tidak berjalan mulus begitu pula kami yang menjelang pulang malah kayak anak hilang. Hihihi. Jadi ternyata tidak ada kapal besar yang jalan tepat tanggal 1 Januari 2013 itu. Terkadang memang jadwal kapal tidak pasti. Kami akhirnya ke Wakai yang berjarak 1,5 jam dari Pangempa berharap ada kapal parkir disitu menuju Ampana. Tenyata tetot!!! tidak ada saudara-saudara.

Dengan terpaksa kamipun menyewa katintingnya cottage. 5 jam perjalanan kami tempuh dari Wakai-Ampana hargnya Rp. 1.250.000. Ada satu hal yang membuat saya sedih waktu itu. Ipin anak kecil yang selalu sama-sama dengan kami menangis karena harus ke Ampana. Bukan karena mau berpisah dengan kami bukan. Tapi karena jarak yang ditempuh terlalu jauh dan dia harus sekolah keesokan harinya, dia ikut karena awalnya tidak tahu akan ke Ampana. Ipin, u rock my litte boy!!! Sekolah yang pintar yaa.

Resiko dengan perahu kecil tidaklah kecil. Perahu kecil seperti itu jika ada ombak besar akan sangat berbahaya. Untung kami dengan nahkoda yang tangguh yaitu Pak Ismail dan temannya (lagi-lagi saya lupa namanya) sempat hujan deras dan ombak lumayan besar. Tapi dengan lindungan Tuhan, alhamdulillah kami semua selamat sampai tujuan.

New light in the new year
New light in the new year

For my friends: Mona si Putri tidur, mau ombak gede, gunung meletus dia tetep aja tidur kayaknya coba sebut lumba-lumba dia pasti nangis kejer. pizz mon! Citra : eh eh ternyata kita sehati <3, Helen: Masih banyak surga di Indonesia, jadi siap-siap for next adventure, Almond: Si seksi dari Parigi *kedipinmata*, Odon: Hayoo bayar utang sama Citra, wakakak. Ivan: The master of gambler

Untuk teman-teman One Piece. Hey Guys!!! Thanks for everything! The Mission has been completed πŸ˜€

Iklan

19 thoughts on “Togean extraordinary beautiful (Wakai and Pangempa island)

    1. iya mbak bener banget. Sayangnya pemerintah masih setengah-setengah ngurus wisata di Indonesia. Padahal indahnya melebihi negara tetangga loh *sumpehdeh* makasih udah mau mampir ya mbak πŸ˜€

  1. Hallo mba tika..salam kenal sebelumnya..mba saya ada rencana ke togean di mei ini. dan sepertinya ingin sekali menginap di fadilah karena baca tulisan mba ini..heehee:)
    mba boleh minta contact person orang fadilahnya kah?
    oya kalau mau sewa kapal untuk hoping island snorkeling, pasarannya berapa ya mba disana?

    Trims

    1. dear Oche, ini webnya fadhilah cottage http://fadhilacottages.free.fr/ bisa booking dari sini.
      bisa telpon Agap, salah satu anak dari pegawai disitu yg kuliah di Palu (085341435545). Agap siap membantu loh.Kalo no. telp pemiliknya agak susah, krn disana tidak ada sinyal.

      ini sewa kapal di Fadhillah cottagenya atau dari Ampana ke Fadhillah?
      Kalo sewa kapal di fadhillah kalo nggak salah 300rb ya (lupa-lupa ingat) tp kemungkinan ga jauh beda.

      Happy Travelling ya πŸ˜€

  2. halo mbak tika, aku nita. ada rencana ke togian akhir mei ini. tadinya mau naik travel ke ampana. tapi baca tulisan kamu, aku jadi kepikir rental mobil. ada nomor kontak rental mobil Mitra Touna ? terima kasih…

    dan mau tanya tarif perkamar di fadhilacottages berapa permalamnya. aku rencananya ber-6 ke sana. terima kasih lagi.. salama

    1. Sorry saya ga nyimpen nomernya mitra touna.
      Kemaren thn 2013 hrg perorang nya 100ribu, sekamar untuk 2 org.
      Hrga kamar tgantung kamar yg mana n fasilitasnya apa.
      sy yg paling murah milihnya. Hehhehe

      happy travelling ya

  3. Info saja, sekarang di Luwuk sudah lumayan banyak Flight (GA, Lion, Sriwijaya, Express), drpd Palu/Gorontalo/Manado, kemudian Luwuk – Ampana by land butuh waktu sekitar (4) jam, dan sudah banyak rental car nya.

  4. Membaca ceritamu ini jadi teringat liburan akhir tahun yang baru berlalu kemarin.Hampir sama indahnya dengan 4 serangkai pulau di sekitar Derawan.
    Dan bagian ombak yang bikin jantung berdegup kencang itu,sempat ngalamin juga pas perjalanan pulang dari Pulau Maratua balik lagi ke Kabupaten Berau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s