Saat “ayah” tak terlihat

Kadang ada beberapa keluarga di belahan bumi ini tidak seberuntung keluarga lain.
Ada yang lengkap, bapak ibu dan anak-anak, rukun damai dan saling menyayangi,
tapi ada beberapa pula yang mungkin tidak lengkap, entah salah satu atau lebih dari anggota keluarga tidak ada.
tentu sedih bukan, saat ada salah satu anggota keluarga tidak lengkap.
tapi ada juga yang lengkap, hanya saja rasa saling menyayangi itu satu persatu luntur, entah kenapa.
Menurut saya ini yang paling menyedihkan.

Ada tapi tidak ada
Tidak ada tapi ada.
Apa enaknya. Hanya pemanis saja

Ibu

Ibu

Yah, memang setiap keluarga punya persoalan masing-masing tapi bukankah akan sangat menyenangkan kalau setiap keluarga itu dapat menghadapinya bersama dalam kasih sayang. Memang tidak semua keluarga seperti itu.
Well, saya mendengar banyak hal tentang keluarga yang sudah tidak harmonis lagi.
Menyedihkan…

Punya ayah, tapi tidak bertingkah laku seperti ayah
Punya suami, tapi tidak bertingkah laku seperti suami
atau mungkin sebaliknya.
Hanya saja dari cerita atau beberapa kasus sepertinya ayah lah yang berperan membentuk karakter sang anak.
Ibu dengan kelembutan hatinya selalu mencintai anak-anaknya dan memperhatikan mereka
(well, mungkin ada beberapa yang tidak)
tapi peran ayah, teladan ayah dan apa yang dilakukan ayahlah dalam rumah tangga yang menentukan apakah dia berhasil menjadi ayah atau tidak atau cuma “ayah-ayahan” sang anak

Ayah dengan keegoisannya merasa yang paling benar dalam satu keluarga
Mentang-mentang dia pimpinan maka dia memaksakan kehendaknya kepada ibu dan anak
Ayah dengan rasa “aku”nya menjadikan alasan mencari uang sebagai alibinya untuk mengurangi porsi kasih sayangnya kepada keluarganya.
Ayah dengan selfishnya menganggap anggota keluarga yang lain lebih rendah dari dia.
Hanya saja para ayah yang seperti ini tidak sadar tindakannya menimbulkan kebencian di diri anak-anaknya.
Tentu saja mereka akan berontak, apalagi jika sang ayah tak memperlakukan ibunya dengan baik.
Bahkan seorang anak yang berandal pun akan berani menentang ayahnya, jika merasa sang ibu tersakiti.
Dia akan membusungkan dadanya maju kedepan untuk melindungi sang ibu yang telah bertahun-tahun merawat dan selau melantunkan doa untuknya.
Hargai apapun yang dilakukan istri dan anak-anakmu para “ayah”
Mereka membangun keluarga, bukan perang

Apakah hal ini banyak terjadi? sayangnya iya, didunia nyata sekarang ini.
Banyak anak yang tidak menemukan figure seorang “ayah” pada ayahnya
yang dia temukan hanya seorang ayah yang bossy, sombong dan kasar
Anak pun menjadi pembenci sang ayah.
Ah, tidak teman. Jangan salahkan sang anak akan hal ini.
Dia hanya meniru apa yang ada dilingkungannya
Dia belajar apa yang diajarkannya secara langsung atau tidak.

Dear para ayah, bisakah kalian kembali ke rumah dengan penuh perhatian dan kelembutan.
Tanggalkan segala rasa kesombongan kalian itu, buang sajalah
dengan membuang itu tidak akan membuat kalian lebih rendah di keluarga.
Percayalah…
Anak dan istri kalian tidak meminta banyak.
Mereka hanya ingin saling menyayangi dan disayangi.

Pun kalaupun tidak bisa, bisakah kalian para “ayah” membiarkan istri dan anak kalian bahagia
Mungkin salah satunya, tinggalkan saja rumah dan jangan ganggu mereka lagi.
Bahagia mereka bukan hanya terletak pada adanya seorang “ayah” yang tak terlihat
Mereka pun bisa bahagia tanpa ayah
Selesai.

Support untuk pada istri ataupun ibu dan anak!

(Gender banget tulisan saya, well karena saya perempuan. Hahaha)

Itik buruk rupa itu berubah menjadi cantik

Lagi inget lagi sama video ini.
Itik buruk rupa, tomboy yang tidak sadar kalau dirinya adalah perempuan
berubah menjadi cantik. Kocak sekali ini iklan. Hehehe

Sebelumnya, ah jangan dibilang bahkan mungkin lalatpun tak ada yang berani mendekat.
Mau di apa, teman-teman lelakinya menganggapnya lelaki juga.
Semua berubah saat dia jatuh cinta, walaupun gagal pada awalnya
tapi akhirnya dia ketemu soulmatenya.
Mungkin bisa dibilang, sekarang dia bingung karena banyak orang yang berubah sikap kepadanya.
Menjadi lebih perhatian dan mau tahu apa saja tentang si cantik ini.
Ada yang salah, ah tentu saja tidak.

Mungkin andaikan dia melakukannya dari awal, itik ini akan mendapatkan yang dia mau.
tapi apa essensinya kalau dia berubah hanya karena ingin diterima orang lain.
Menjadi cantik itu perlu tapi bukan karena orang lain.
Karena cantik pada dasarnya ada pada wanita
Cantik terpancar dari hati yang cantik
dan cantik tidak harus karena orang lain.
Jadi andaikan pun orang itu meninggalkan kita, rasa cantik itu akan selalu terpancar.

well, move on girls!
U can beat him.
U can do whatever u want
just remember
kamu mau jadi cantik karena diri kamu memang pantas cantik
bukan karena orang lain
agree?!

*tulisan gajebo, biar nggak ngantuk baca buku serius (sebagai mahasiswa yg baik ceritanya) yang setebel bantal >_< whoaaammm

Kadang

Kadang kita memang harus berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa walaupun sebenarnya ada apa-apa.
Kadang kita harus menjadi aktor yang baik demi memenangkan oscar dan selalu bisa tersenyum dihadapan orang banyak.
Kadang harus menyimpan semua rasa kecewa rapat-rapat, cukup untuk diri sendiri.
Kadang perjuangan kita menjadi hampa.
Kadang, ribuan kata motivasi pun menjadi hambar rasanya.
Kadang harus menangis sendirian dengan pintu yang terkunci rapat dan musik keras-keras.
Yah memang seperti itu, kadang.
semoga tidak berubah menjadi sering

Mensiasati sholat di negara Non Muslim

Sharing pengalaman tentang sholat di negara orang yang bukan mayoritas muslim menurut saya susah-susah gampang. Yah, walaupun bisa dibilang saya bukan ahli agama. Tentu saja bukan, hanya ingin sharing  pengalaman saja.

Mama saya suka nanya “kamu sholatnya gimana A, jangan sampai ditinggal loh?” Kalo ditanya gitu saya harus cerita panjang lebar deh. Emang susah sih awalnya, karena nggak banyak masjid atau mushola disini.  Apalagi nggak pernah terdengar adzan, dan memang aturannya nggak boleh sih adzan pakai pengeras suara. Daerah kampus ada mushola, belakang library tepatnya. Yah lumayan sih jalan kaki.  Itu satu-satunya mushola deket yang beneran kayak mushola didalamnya namanya Mc Dougall Centre

Di bagian lain biasanya deket Kilburn Building daerah Oxford Road dilantai dua ada yang namanya Chapel. Jadi disitu ada satu ruangan yang bisa digunakan oleh agama apapun untuk beribadah. Disediain sajadah juga, tapi ada patung yesus dan injil juga. Karena ini milik semua agama jadi siapapun boleh beribadah disini. Sangat membantu sih. Dulu waktu kuliah undergraduate ada yang bilang kepada saya, saya nggak boleh sholat kalau diruangan itu ada simbol dari agama lain. Ilmu agama saya emang cethek banget, jadi ya percaya-percaya aja. Dari pengalaman disini saya tahu, bukan masalah ruangannya kita beribadah. Dimanapun itu asal niatnya beribadah sah-sah aja, Bukan berarti karena saya sholat ditempat yang ada simbol agama lain, akhirnya jadi mengimani agama lain. Kalo saya lihat, pihak University malah sangat memperhatikan kebebasan umat beragama lain (Muslim atau agama lain yang minoritas) Kalau mau, bisa saja mereka buat ruangan itu hanya untuk Christian saja misalnya.

Chapel di University of Manchester

Chapel di University of Manchester

Di tempat-tempat seperti Mall memang ada beberapa yang punya prayer room, kalau kita perhatikan bentuknya ya hampir sama. Prayer room ini untuk semua agama, jadi saya nggak heran lagi kalo misalnya harus sholat eh disebelah saya ada yang lagi berdoa (Orang christian misalnya) Bukannya hal ini malah indah, menghargai kepercayaan lain. Agamamu Agamamu, Agamaku Agamaku.

Disini saya juga pernah sholat ditaman waktu di York, karena nggak ada prayer room dimana-mana. Terpaksa sholat ditaman. Memang sih semua orang yang lewat akhirnya memperhatikan. Karena saya berempat waktu itu, jadi dua jaga, dua sholat.

Pernah juga sholat di fitting room. Hahaha. Kayaknya udah beberapa kali saya melakukan ini. Mau gimana lagi, prayer roomnya ngga ada. Jadi suka pura-pura ambil beberapa baju setelah itu ngacir ke fitting room. Kebayang donk kalau tempatnya sempit, untung ngga ada yang iseng ngintip yak.

Sholat di library juga sering. Jadi suka nyari tempat sepi dibagian buku-buku tua. Biasanya nggak ada mahasiswa disitu. Paling diliatin kalau ada yang lewat. Cuek aja. Hahaha

Sholat di bus. Well, waktunya buat nyampe lokasi masih lama, walaupun dijamak juga. Akhirnya sholat di bis, wudhunya tayamum. Biasanya saya milih tempat duduk dibagian paling depan jadi biar nggak terlalu menarik perhatian. Kalau dibelakang kan setiap orang masih bisa lihat.

Pernah juga di ruang tamu orang waktu kunjungan ke Jaguar-Land Rover, karena mereka nggak punya sama sekali prayer room. Padahal disitu ada beberapa orang yang hilir mudik rapat, tapi ya sudahlah daripada nggak sama sekali

Awalnya susah sih, ribet tapi kalau udah dijalanin ya oke-oke aja tuh. Masa saya udah diberikan berkah yang tak terhitung gini, lupa sama yang ngasih. Nanti dibilang kacang lupa akan kulitnya donk. Saya hanya ingin bisa lebih baik lagi, dikuatkan dalam menghadapi semua cobaan dan selalu bersyukur.

Merinding nonton Yonex All England langsung di Birmingham

Norak ya… ember kapan sih saya nggak norak. Wajar donk, kan baru pertama. Hehehe *ngeles

Nggak kebayang sebelumnya bisa nonton All England LIVE!

Dulu saya  harus rebutan tv sama adek saya gara-gara dia masih kecil dan nggak suka nonton badminton. Padahal kalau saya sama bapak seneng banget nonton badminton. Sebelnya gara-gara posisi saya sebagai kakak, jadinya saya harus ngalah deh.

Kemaren saya nonton pas perempatfinal di Birmingham. Maunya sih ikut semua sampai final tapi banyak pertimbangan. Pertama, pesimis kalau nanti nonton sampai final malah nonton negara lain, bukannya pemain Indonesia. Kedua, masih ada assignment, yah walaupun bisa juga sih dikerjain jauh-jauh hari, tapi the power of kepepet kadang lebih menggoda daripada bikin jauh-jauh hari *jangan ditiru. Ketiga, ini alasan utamanya, kagak ada duit boo! Saya dari Manchester ke Birmingham paling nggak 2 jam. Belum lagi makan dan maennya yah walaupun bisa nginep di rumah temen, tetep aja mahal. Hahaha *edisi kere

Nyesel juga nggak nonton final soalnya Liliana/Tantowi sama Ahsan menang. Tapi ga masalah juga sih yang penting saya bisa foto bareng Kido sama Gideon yeay!!! di Indonesia aja belum tentu nemu tuh. Mereka baik banget loh padahal baru selesai tanding, kan cape. Sampai bule aja ikutan ngantri buat foto bareng. Keren, ternyata bukan hanya jadi idola di Indonesia. Kalo Liliana sempetlah foto bareng walaupun cuma sama bannernya doank. Hahaha

Bareng akang Kido and Gideon ^^

Bareng akang Kido and Gideon ^^

Saya berangkat dari Manchester pagi karena mau muter-muter Birmingham dulu. Birmingham itu kota kedua di Inggris yang paling banyak orang Indonesianya loh. Kalau dibandingin Manchester lebih seru Manchester sih, lebih banyak tempat maennya. Birmingham lebih kecil. Saya sehari aja udah abis :p Tapi lumayan loh, nemu buffet buat makan siang itu cuma £5  enak lagi dan yang jelas halal. Yah walaupun semuanya harus dilayani sendiri. Jadi kita cuma dilepas aja, wong yang mempersilahkan masuk, yang bersihin meja, yang jadi kasir cuma satu orang. Hahaha. Keren deh, padahal rame loh. Pas banget buat mahasiswa seperti saya. Hihihi

Back to All England lagi yak. Emang yah dimana-mana kalau orang Indonesia ngumpul pasti rame, ribut and heboh sampai-sampai yang diliput media suporter Indonesia mulu. Gimana nggak heboh, muka dicoreng-coreng, foto-foto disetiap sudut, apapun itu difoto, udah gitu ributnya nggak ketinggalan padahal pertandingannya aja belum dimulai. Kita udah heboh duluan diluar. Tambah seru lagi karena ketemu temen-temen Indonesia dari berbagai kota. Jadi kayak reuni, walaupun awalnya nggak kenal. Hihihi

Pertandingan dimulai kita udah siap perlatan tempur, dari bendera, terompet sama *pemukul (aduh saya nggak tahu istilahnya dua benda panjang putih yang bisa ngeluarin bunyi keras kalau dipukul, terbuat dari plasti :D) Inget banget kemaren yang pertama kali maen Kido sama Gideon, kita teriak-teriak tuh. Asli merinding saya neriakin INDONESIA. Perasaan kalau nyanyi Indonesia raya nggak semelow ini rasanya, mungkin karena bukan di Indonesia dan melihat orang sedang memperjuangkan nama Indonesia. Jadi walaupun suara habis buat teriak-teriak, seneng deh. Eh Kido belum selesai Liliana sama Tantowi yang maen. Perhatian kita jadi terbelah donk. Apalagi Kido sempet ketinggalan Liliana juga, lah mau dukung yang mana nih. Bingung boo!

Mungkin the power of teriak-teriak kali yak, percaya nggak sih waktu Liliana ketinggalan terus  kita teriakin Butet! entah itu berapa kali, lama-lama bisa ngejar loh. Ngerasanya tuh seneng deh, teriakan-teriakan norak kita ternyata nggak sia-sia. Hahaha. Kalau dibandingin sama tuan rumah yang jumlahnya mungkin berpuluh kali lipat dari suporter Indonesia, mereka itu adem ayem tentrem, paling cuma tepuk tangan aja. Kagak ada itu acara teriak-teriak. Paling satu dua, itu pun cuma “Go England” akhirnya kami yang orang Indonesia malah ikut-ikutan teriak ‘Go England!’ Abisnya kalau nggak ada yang nyaut kan kasian. Udah gitu temen bilangnya biar nggak diusir dari stadion. Eh beneran loh, dua bule yang duduk di sebelah saya nggak tahan sama teriakannya and hebohnya superter Indonesia. Jadinya mereka pindah deh. Wakakak, kocak deh kalau inget itu

dan sampai akhirnya Liliana and Achsan menang deh. Apalagi buat ganda putra, setelah 11 tahun akhirnya emas bisa kembali ke Indonesia. Saya bangga, punya jawara badminton seperti kalian semuanyah :D

 

Indonesia!!!!! prok prok prok

Indonesia!!!!! prok prok prok

 

Disudut City Centre Birmingham

Disudut City Centre Birmingham

 

 

 

 

Dianggap gila karena LDR nya kebangetan. Hahaha

Hola, para istri dan suami yang lagi mengalami nasib serupa. Cieee yang LDR, sama nasib nih :p

Well, kalo beda kota, beda propinsi mungkin udah biasa ya, tapi yang baru nikah terus beda negara itu baru luar biasa sepertinya.

Saya jadi bingung, ini sebenarnya saya harus cerita ke orang nggak sih. Hari ini teman saya dari Cina, menganggap saya gila (again!) karenaudah beberapa orang yang bilang saya kayak gitu. Tika, u’are crazy! Kalau udah digituin saya cuma ketawa ngakak. Rata-rata kalau baru kenal dan klik biasanya nanya asal-usul, negara man, trus ujung-ujungnya pasti ditanya, punya boyfriend nggak. Paling seru kan curhat tentang boyfriend tuh kan yak, kalau saya sih ikut nimbrung aja  seru-seruan :p  tapi kalau giliran ditanya suka serba salah. Jawab bener dibilang crazy, masa mau jawab boongan. Malah pernah  dikira becanda , katanya biar disini nggak dilirik orang. Yah, kalau mau ngelirik mah lirik aja kali. Tergantung orangnya itu mah. Lagian disini banyak cowok ganteng, rugi kalau nggak ngelirik :P Wakakak.

Kalau ditanya” Tika, kamu punya pacar nggak?” Saya jawabnya. ” Eke udah punya suami boo” Biasanya sambil nunjukin cincin. Yang bagian ini sih nggak syok-syok amat temen-temen saya. Terus pasti nanya lagi ” Jadi suami disini?”  Ya, saya bilang “nggak” dia di Indonesia. Abis itu mereka biasanya ber OOO ria sambil manggut-manggut. Tapi belum selesai juga tuh pertanyaannya, “susupo” kata orang Palu mah alias pengen tau aja. “Kapan nikah?” Yah saya bilang 1 September 2013 kemaren. Awalnya mereka ber ooo abis itu diikuti kaget and syok. “Bukannya September itu kita harus udah disini ya?” Mereka mulai tambah penasaran. Saya cuma jawab “iya”. Nambah syok lagi lah mereka, ” Jadi kamu ninggalin suami kamu kesini setelah nikah?” digituin donk. Kesannya eke kayak nelantarin suami gitu yah. Paling saya manggut-manggut sambil senyum kepaksa gitu deh. Nggak berhenti tuh disitu, nanya lagi. Saya jadi pusat perhatian beneran deh. “Terus kemaren pas liburan kamu pulang ke Indonesia?” Saya jawab kagak. Okey, dari sini mereka menyebut saya crazy girl-_- dan ritme pertanyaannya terus berulang kalau ketemu orang baru dan ditanya tentang status. Males banget kan. Bingung juga sih, maunya sih nge cut di bagian udah marriednya aja, tapi nggak usah sedetail itu. Cuman kan mereka nanya entar dikira nggak sopan atau malah dianggap saya menutup-nutupi status. Ribet kan jadinya, apalagi kalau dilirik sama cowok ganteng (ngarep ;p) jadi ya sebisa mungkin teman-teman saya memang harus tahu kalau saya married, soalnya ada ini mempengaruhi tindakan mereka ke saya juga. Gitu loh. Mereka jadi lebih menjaga hubungan dengan saya. Itu aja sih motifnya.

Saya dianggap ngambil keputusan gila dalam hidup saya.”U’re crazy Tika!” Awalnya sih cenut-cenut juga ngedengernya, nggak enak aja, tapi lama kelamaan udah biasa kali yak.

Nikah abis itu suami ditinggal pergi, udah gitu kagak balik-balik lagi. Hahaha. Gitu sih paradigma mereka. Pada bilang sih, mendingan saya nikahnya abis sekolah aja atau kali aja nemu cowok ganteng disini, jadinya nggak bisa ngeceng deh. Atau kalau nggak si suami sengaja mau ngiket saya dulu biar nggak lepas (ayam kali lepas ;p)

Ya kalau mikir pake logika sih mungkin gitu ya boo, kagak tau juga itu datengnya dari mana. Kalau dipikir-pikir lagi semua emang indah pada waktunya. Udah lama banget saya pengin dapet beasiswa buat ngelanjutin sekolah, perjuangannya juga nggak gampang. Sempet gagal berkali-kali. Untung saya punya keluarga dan teman-teman yang selalu support saya. Jadi maju tak gentar aja sih dan alhamdulillah dapet juga tuh beasiswa.

Nah diwaktu bersamaan emang udah ada rencana nikah, kami udah lamaran pula. Mungkin waktu itu bisa aja saya undur setahun kedepan setelah selesai, banyak juga yang ngompor-ngomporin kali dapet bule, biar anaknya kayak artis -____-. padahal muka Indonesia juga lebih eksotik loh (muji diri sendiri). Ternyata Tuhan udah nentuin jodoh saya, waktu dan tempatnya. BOOM!!!! yap,nikah deh. Mohon doanya aja deh yang baik-baik, biar lancar kuliahnya and cepet kumpul lagi sama keluarga.

LDR itu emang nggak gampang, godaannya banyak Cyiinnn, apalagi dinegara antah-berantah ini, negara yang mensahkan segalanya. Pergaulan dan sikap itu sih yang harus dijaga. Tapi saya enjoy aja kok, soalnya disini juga sibuk jalan-jalan  eh kuliah deng. Ngumpul sama teman dan bersosialisasi itu perlu, kapan lagi coba punya temen dari berbagai negara, . Salutnya saya sama mereka, mereka tetap menghargai perbedaan kok. Jadi seru-seru aja walaupun saya berjilbab.

Cheers,

Crazy Girl ^^

Hanya Memuji

Di kelas siang ini teman baruku yang baru aku kenal seminggu yang lalu menghampiriku.

“Ini buku tentang Cyprus yang kemaren aku janjikan.” Kata lelaki bermata coklat dan berbadan oke itu.

Sebenarnya agak malu juga sih menerimanya. Apalagi mengingat kebodohanku dengan teman-temanku tentang field trip kampus.

“Kenapa programme lain field trip ke Prancis, Spanyol, Itali atau Brussel. Lah kita cuma ke Cyprus!” Kata Nia, disela-sela diskusi case study yang harus kita pecahkan, tapi kami malah bergosip hebat tentang field trip.

“Well, kita bakal ke negeri antah berantah.” Tambahku.

“It’s not fair” Tambah lagi Rowe.

Dan ternyata dideretan kami ada seorang cowok nyeletuk.

“Emm, sebenarnya Cyprus nggak sejelek itu loh. Cyprus bagus loh.”

Kita pun agak aneh, tiba-tiba ada cowok nyambung pembicaraan kami. Okeh, kami sih terbuka dengan segala perdebatan karena memang setiap hari kerjaan kami berdebat tentang semua mata kuliah yang bikin pusing kepala. Critical analysis katanya. Okey, mungkin si cowo ini udah pernah kesana.

“Kamu udah pernah kesana?” Tanyaku.

“Saya dari sana.” Jawabnya.

Bisa dibayangkan donk, betapa nggak enaknya kami, mengolok-ngolok negara lain disaat sang pemilik negara ada disitu. Seriously, kami nggak tahu boo! Kalau bisa nyungsep pada saat itu juga, nyungsep deh.

“Tuh kan Van, gara-gara elo nih, malu-maluin aja. Kita jadi nggak enak nih.” Kata Nia, dengan bercanda.

Sebenarnya Vanya sebel juga, kenapa jadinya malah dia doank yang dituduh salah. Nggak sopan banget banget nih teman-temannya. Tapi dia tahu, teman-temannya bercanda.  Vanya pun minta maaf kepada Andreas, lelaki bermata lentik yang ternyata dari Cyprus itu.

Well, setelah gencatan senjata, akhirnya mereka ngobrol bareng seru-seruan tentang Cyprus. Memang sih negara kecil jarang dikenal masyarakat dunia, termasuk Vanya dan teman-temannya. Jadi mereka merasa kurang keren aja. Andreas janji untuk kelas berikutnya dia akan membawakan buku tentang Cyprus.

Tada!!! dia benar-benar menepati  janjinya. membawa dua buku tentang Cyprus. Walaupun menurut Vanya nggak perlu juga sih, kan bisa digoogling, tapi yah apa mau dikata. Pamali kalau menolak kebaikan orang.

“Van, gimana Cyprus bagus kan?” Tanya Andreas

“Well, kalau liat foto-fotonya sih iya. Kalau bisa snorkeling, aku pasti bakal nyemplung, hehehe.” Kata Vanya antusias. Dan merekapun akhirnya tenggelam dalam cerita Cyprus.

“Saya minta no. Hp mu, jadi kalau ada apa-apa, saya bisa menghubungimu.”

“Yup, tentu saja.” Jawab Vanya.

Kelas belum selesai tapi hanya break saja 15 menit. Nia dan teman-teman lainnya mencari kopi untuk menghangatkan tubuh. Berbeda dengan Vanya yang masih sibuk dengan buku barunya. Cyprus. Tiba-tiba saja setelah masuk, Nia buru-buru duduk disebelah Vanya. Hanya mereka berdua yang orang Indonesia, jadi mereka bisa bergosip tanpa orang lain tahu apa yang mereka bicarakan.

“Vanya… loe tahu nggak barusan cowok yang duduk depan loe (Andreas) bilang apa ke gue.” Kata Nia sambil memonyongkan mulutnya menunjuk cowok yang dimaksud yang duduk depan Vanya. Cewek berkerudung ini dan berjerawat dua biji ini cuma geleng-geleng kepala tanda nggak ngerti.

“Dia bilang loe tuh cute and suka sama loe.” Kata Nia lagi sambil bisik-bisik. Merasa belum jelas Vanya tanya lagi. Akhirnya Nia menuliskannya di buku Vanya. Melihat tulisan “cute and suka” Vanya malah ngakak. Andreas dan yang lainnya pun sampai melihat mereka berdua. Vanya pun minta maaf atas kedodolannya keceplosan ketawa.

Well, Andreas emang lumayan ganteng. Badannya oke dan kayaknya rajin fitness, matanya lentik, baik lagi. Yang  Vanya nggak  habis pikir, kok bisa-bisanya Andreas mengeluarkan statement kayak gitu. Tentu aja itu bikin GR Vanya. Ketemu aja jarang, paling dikelas doank. Apalagi kalau dilihat wajahnya Vanya, biasaaaa banget, manis sih iya. Tapi please deh, dia lagi jerawatan, udah gitu kulitnya item. Kerudungnya kadang berantakan apalagi kalau buru-buru. Siwerrr kali yak tuh matanya Andreas, makanya Vanya ngakak.

“Jadi gimana Van, lumayan tuh. Mau nggak?”

“Dia masih bilang gue cute nggak ya, kalau tahu ternyata gue udah beranak 2 biji?”  Wakakak.