Dunia (Hampir) Hilang Dalam Sedetik #Tragedi Air Terjun Wera

Judulnya kok tragedi. Pasti pada nanya gitu. Soalnya jarang-jarang dan jangan sampai kejadian lagi #ketoktanahtigakali.

Jadi gini ceritanya, saya yang doyan banget travelling ini main lagi ke Air Terjun Wera. Sekitar 15 km dari Palu. Ini kelima kalinya saya main ke air terjun ini dan tetap saja saya takjub dengan keindahannya. Walaupun jalanannya berliku dan berbatu.

Perjalanan kali ini cuma 4 orang termasuk didalamnya teman baru saya nemu di CS (Couchsurfing) Nardo namanya, lainnya Tasya dan Kak Ani. Awalnya masih have fun aja, paling-paling Tasya yang drop sampai pucat nggak kuat jalan. Jadi sebentar-sebentar berhenti. Diantara berempat yang paling heboh itu malah Nardo. Cowok satu ini nggak berhenti-berhenti ngomong. Nyidam cabe kali emaknya waktu pas hamil. Baterainya full terus. Semangat banget dah pokoknya, padahal yah backpacknya itu penuh sama makanan and minuman beberapa botol loh. Kami yang para cewek cuma bawa tentengan minum satu botol doank.

Jejeng… dan akhirnya sampailah kami di air terjun Wera. Eksotik dan mendebarkan. Tingginya sekitar 30 meter dan kebetulan karena hari libur jadi rame banget.

Selalu Segar disini ^^ *Wera  Waterfall*

Selalu Segar disini ^^ *Wera Waterfall*

Kami bertiga (saya, Kak Ani dan Nardo) memutuskan buat ke air terjunnya langsung. Jangan dibayangkan jalanannya mulus yah. Milyaran kubik air deras mengalir, ditambah lagi batu-batu licin. Untung ada cowok dua orang yang mau ke air terjun juga. Jadinya dibantu mereka. Lancarlah perjalanan kami ketitik air terjun itu.

Tebak disebelah mana sayah d(^^)b

Tebak disebelah mana sayah d(^^)b

Berdiri tepat dibawah air terjun sambil membentangkan tangan, berteriak sekencang-kencangnya apa rasanya… SERU, DINGIN, LEPAS SEMUA BEBAN, dan TAKJUB. Suara teriakan kami tidak ada yang mendengar hanya grojokan suara air terjun menyatu dengan suara teriakan kami. Dan dimanapun tempat yang saya kunjungi saya selalu sempatkan berdoa dan mengucap syukur. Doa saya kali ini adalah …. cukup jadi milik saya sendiri :D

Ini jalannya, silahkan dicari

Ini jalannya, silahkan dicari

Tapi dan tapi yang namanya celaka itu kadang memang nggak bisa diprediksi ya. Sewaktu akan balik lagi ke tebing awal ternyata saya kehilangan keseimbangan. Batu yang licin membuat saya oleng dan akhirnya jatuh ke derasnya sungai dan tidak ada batu yang bisa dipegang, sekejap mungkin sepersekian detik saya merasa lenyap dari bumi. Sempat terlintas inikah saatnya.

Betul-betul panik dan mendebarkan, karena kalau sekian detik tidak ada yang menggapai saya mungkin bisa dibilang saya akan terbawa derasnya arus air terjun. Betulkah ini saatnya???

Untung saja saya menarik tangan mas-mas yang dibelakang saya dan Kak Ani yang didepan saya menarik baju saya. Nardopun sigap menarik saya.

Bahu kiri saya kini biru lebam, jika digerakkan akan terasa sakit tapi saya masih bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup ^^. Tuhan itu baik, sangat baik Dia masih memberi kesempatan pada saya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Mungkin saya diingkatkan kali ini untuk lebih berhati-hati, nggak boleh pethakilan , atau mungkin diberi kesempatan untuk menikah dulu *ihir* atau… who knows…

Hati-hati dalam melangkah akan menjadikan kita lebih bijak dalam hidup. Jalan-jalan itu penting untuk refreshing dan memandang dunia dalam cakrawala baru, tapi menjaga diri sendiri juga tak kalah pentingnya.

Dan saya tidak kapok jalan-jalan d(^^)b

Baju adat suku Kaili Sulawesi Tengah

Saya menulis blog tentang baju adat Kaili karena pengalaman saya yang sulit sekali mencari referensi mencari dimana dan seperti apa itu baju adat Kaili. Berawal dari hari Kartini yang diadakan markas besar kantor saya di Makassar, kami diharuskan memakai baju adat masing-masing cabang. Berhubung saya hidup di Palu Sulawesi Tengah, otomatis saya mencari baju adat Kaili, suku asli Sulawesi Tengah. Sebetulnya masih banyak suku-suku lain disini, tapi mungkin yang terbesar adalah suku Kaili.

Mencari baju adat ini bisa dibilang seperti mencari jarum ditumpukan jerami loh. Ok, kalo peribahasa yang saya gunakan terlalu berlebihan. Tapi ada benarnya juga loh. Tiga tempat di kota Palu yang kami datangi baju adat ini sold out karena sudah terbooking oleh instansi lain. Kami ditawari pake adat baju Poso cuma sepertinya kurang cocok dengan bentuk badan karena bentuk rok mengembang bagian bawah dan temen saya yang cowok Yodi pasti ngamuk-ngamuk karena pakai celana pendek.

Baju Adat Poso

Baju Adat Poso

Akhirnya menjelang sore dapat juga baju adat Kaili. Here we go, karena modelnya kami, model yang dipajang juga kami yak :D

Baju Adat Kaili

Baju Adat Kaili

Ini adalah contoh yang paling sederhana hanya untuk upacara adat biasa. Jika pernikahan pernak-pernik dan rupanya lebih meriah lagi. Kami pun para wanita tidak menggunakan pernak-pernik yang ada dikepala dan ditangan. Tapi paling tidak sudah cukup mewakili. Oh ya untuk sewa bisa di Zenta yang ada di Jalan Kimaja Palu. Bajunya baru-baru dan bagus.

1. Baju Nggembe
Baju Nggembe adalah busana yang dipakai oleh remaja putri untuk Upacara Adat atau pesta. Baju Nggembe berbentuk segi empat, berkerah bulat berlengan selebar kain, panjang blus sampai pinggang dan berbentuk longgar. Baju Nggembe ini dilengkapi dengan penutup dada atausampo dada dan memakai payet sebagai pemanis busana. Bagian bawah Baju Nggembe adalah sarung tenun Donggala yang berbenang emas atau dalam bahasa Kaili disebut dengan Buya Sabe Kumbaja.

2. Cara Pemakaian Sarung. Mulanya hanya di kepit di pinggang dan ujung sarung terjuntai di pangkal tangan Ni Sakiki. Dalam perkembangannya pemakaian sarung Donggala dirubah dengan mengikat sarung dan kemudian disamping kiri atau kanan dilipat untuk memperindah serta memberi kebebasan bergerak bagi si pemakai.

3. Assesoris
- Anting-anting panjang atau Dali Taroe
- Kalung beruntai atau Gemo
- Gelang panjang atau Ponto Ndate
- Pending atau Pende

Baju pernikahan adat Kaili

Baju pernikahan adat Kaili

Pakaian Adat Laki-laki

Baju Koje / Puruka Pajana
Pakaian ini terdiri dari 2 bagian yaitu Baju Koje dan Puruka Pajama. Baju Koje atau baju ceki adalah kemeja yang bagian keragnya tegak dan pas dileher, berlengan panjang, panjang kemeja sampai ke pinggul dan dipakai di atas celana.
Puruka Pajana atau celana sebatas lutut, modelnya ketat, namun killnya harus lebar agar mudah untuk duduk dan berjalan. Pakaian ini dilengkapi dengan sarung dipinggang, keris, serta sebagian kepala menggunakan destar atau siga. Info lengkapnya disini

Selamat mencoba ^^

Booking hostel bukan berarti bayar loh

Jadi gini, ini sebenarnya cerita dari temen saya Ari sedangkan saya yang bagian bookingin. Jadi saya termasuk juga dalam cerita ini walaupun nggak ikut jalan-jalannya.

Awalnya, temen saya Arie lagi kumat gilanya karena dia mau jalan-jalan ke Singapore sendirian. Ini bener-bener sendirian dalam arti sebenarnya yah. Soalnya emang dia kesana sendiri, jalan-jalan sendiri dan sama sekali nggak bikin janji sama siapa-siapa. Bahasa Jawanya “mbangbung” Lagi kebanyakan duit kayaknya. Hahaha.

Nah berhubung saya yang punya kartu kredit jadi saya beliin tiket pesawatnya dan bookingin hostel tentu saja. Kalau saya sih seneng-seneng aja karena bisa nambahin poin dikartu kredit saya. Hehehe. Tiket pesawat done! Air Asia gituloh, saya khatam cara pakenya.

Nah giliran booking hostel nih, Ari kan minta di bookingin di G4 Station yang alamatnya di 11 Mackenzie Road Singapore. and done! saya pikir semuanya sudah terbayar karena saya sudah terima email dari sononya.

Dan Jejeng!!!
Trouble is a friend kayaknya.
Sampai sana ternyata Ari disuruh bayar, karena kemaren baru booking aja. Dia juga kelimpungan secara duit yang dibawa pas-pasan. Tragis sekali nasibmu nak. Saya nggak ngeh dan saya juga nggak baca baik-baik itu emailnya. Dongdong!!! Ari juga sama.
Terkadang euforia travelling bikin kita lupa keknya. Hehehe

Malem-malem sms saya, jam 11 malem, dia lupa lagi nomor rekening banknya. Haduh saya ikutan panik juga. Secara anak orang nyasar dinegeri sendiri sih nggak masalah, lah ini di negeri orang. Nanti kalau ada yang nyulik gimana. Kan repot juga.

Untung pagi-pagi saya nguplek-nguplek mandiri internet banking, untung sempet nyimpen nomer rekening dia. Fyuhhh!!!!

Semoga selamat sampai pulang ke tanah air Rie, jangan disorientasi arah. Berhubung kamu nginepnya di daerah little India jangan lupa bawa Shahrukh Khan pulang ke Indonesia ya… loh :D

Intinya sih, cek sebelum membeli. Untung masih bisa terjangkau, kalau travellingnya daerah kutub dan nggak ada atm. Gimana coba… Hihihi

Mungkin

Mungkin tak ada pilihan yang benar atau tepat dalam hidup sebelum kita membuatnya benar dan tepat.

Hanya saja pada saat bimbang, ketidakyakinan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan perubahan rasa, hawa itu semakin nyata adanya.

Ketakutankah?

Merasa dicurangikah?

Hatipun raib tercabik, pada akhirnya yang diinginkan hanya BERHENTI.

Happy Birthday Teacool *

Saya ulang tahun loh, kemaren tanggal 28 Januari. Tahun kelahirannya nggak usah disebut ah nanti ketahuan masih muda lagi *plak!*.
Saya rasa ini adalah tahun teristimewa saya karena saya mempunyai banyak hal yang menyenangkan dan membahagiakan dalam hidup saya. Bersyukur dengan segala yang telah saya capai walaupun masih banyak juga cita-cita yang belum sempat tergapai. Saya sangat sehat, punya pekerjaan yang cukup menghasilkan (walaupun utang juga banyak *wew!) dan bisa berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan yang tak terkira tentu saja dan ehm… apalagi ada Gembul disisi saya, tambah lengkap deh kebahagiaan saya.

Bisa menikmati semua kuliner yang ada dikampung , sampai saya menggendut dengan instan. Tapi saya nggak mau mikir gendut dulu yang penting makan enak dulu. Wakakak. Maklum, sudah 3 tahun di Palu dan keliling Indonesia saya masih merasa Tegal adalah kota yang mempunyai makanan terenak didunia. Hehehe.

Kalau flashback lagi mengenai hidup saya, nggak sepenuhnya saya senang-senang tertawa haha hihi loh, yang kerjaannya travelling mulu ngabisin duit. Pasti yang namanya manusia ada sedih ada senang ada pencapaian ada kegagalan semuanya warna-warni dan membuat saya berpikir lebih dewasa.

Ada cita-cita dan keinginan yang belum tercapai dan terkadang hal itu membuat saya kesal entah kepada siapa atau apa. Sebetulnya kecewa terutama kepada diri sendiri. Kenapa belum bisa, apa yang belum bisa, salahnya dimana, kurangnya apa. Pertanyaan-pertanyaan itu yang kadang terngiang-ngiang di otak saya. Mungkin memang saya belum mampu dan mungkin saya masih harus bekerja lebih keras atau mungkin saya kurang berdoa. Mungkin. Saya juga masih mencari.

Tapi di awal umur saya ini pada tahun 2013 saya mengucap syukur atas semua yang telah saya raih. Keluarga yang menyayangi saya, orang terkasih, sahabat-sahabat setia, rekan kerja dan bahkan orang yang tidak suka sama saya. Hihihi, kenapa begitu. Karena menurut saya orang yang tidak suka dengan kita sampai misalnya iri atau dengki berarti mereka cemburu dengan kita. Bener nggak? Saya tidak mau ambil pusing. Hehehe.

Pokoknya ayo semangat untuk tahun 2013! Untuk apapun itu!

Oh iya, saya dapet kado dari orang-orang terkasih saya loh. Mungkin dari segi nilai ini biasa saja, tapi saya merasa ini nilainya tak terhingga. Luar biasa!!! Cetar membahana!!!
Cake dari Siskul adik saya. Pantesan waktu dirumah dia getol banget pengin ngusir saya. Pokoknya saya disuruh pergi aja. Ternyata awalnya dia mau bikin sendiri cakenya. Tapi berhubung saya nongkrong dirumah aja nggak mau pergi akhirnya dia yang pergi deh. Ternyata mau ngasih surprise kasih cake.Thanks a lot Sista ^^.

nyam.. nyam..nyam

nyam.. nyam..nyam

Kedua dari sahabat saya yang cantik jelita yaitu Ari. Mungkin otak saya suka nge-hang, udah gitu grubak-grubuk nggak jelas, suka disorientasi arah makanya dia kasih saya ini. Biar otak saya fresh…wakakak

cocok untuk yg suka grubak-grubuk

cocok untuk yg suka grubak-grubuk

Terakhir dari Gembul. Awalnya dia nggak mau ngasih kado. Uhh pelit! Becanda dink! Bersama dengan saya saja itu sudah merupakan kado. Maklum LDR boo! Lebay! Saya juga bingung waktu ditanya mau apa. Tahun kemaren dia kasih saya boneka segede gambreng plus buku Ainun Habibie. Masa mau boneka lagi. Kan udah bukan anak TK lagi. Sampai menjelang pulang pun saya nggak tahu mau apa. Nah waktu masuk toko buku saya lagi tergila-gila sama MSB (My Stupid Boss). Saya baru punya satu seri, itupun beli di Makassar. Satu seri saja udah bikin saya ketawa sendiri sampa guling-guling kayak orang gila. Akhirnya saya ambil semua serinya, maklum di Palu nggak ada boo! Eh tiba-tiba Mbul dateng terus dia bilang “Itu aja kadonya ya…” Saya sampai kaget karena melihat penampakan dibelakang saya. Hehehe.
Padahal saya rencananya mau minta cincin berlian 2 kg. Wakakak. Tapi janganlah entar Mbul jantungan pula. Hihihi.

Oh iya, ditambah lagi buku hijab wedding *kedipkedip* berasa gimana gitu…

MSB  *kecupkecup*

MSB *kecupkecup*

Togean extraordinary beautiful (Wakai and Pangempa island)

Sempet bingung mau nulis judul apa karena bener-bener nggak bisa digambarkan indahnya. Iya beneran loh. Ciyus! Miapah!

Jadi bulan Desember ini bener-bener bulan full of travelling. Saya nongkrong di kantor cuma 8 hari. Soalnya full jalan terus dari urusan kantor sampe jalan-jalan. Padahal tanggal 28 itu tutup buku kan tapi saya nekat aja, walaupun badan rasanya kayak digebukin. Baru balik dari Toraja masuk kantor 3 hari dengan kerjaan kantor yang segunung dan harus selesai semua. Ditambah lagi ada peserta yang mundur, akhirnya comot sana comot sini yang penting orang-orangnya asyik. Terkumpulah 7 manusia absurd ini yang kami beri nama “One Piece”

Mobil saya seharusnya berangkat jam 8, walaupun akhirnya molor sampe jam 9 malem baru cuss… karena semua harus kerja rodi hari itu, demi perjalanan dan petualangan ini. Bagian ini nggak penting yak, okeh skip aja.

Jadi awal perjalanan kami sebenernya mau ke Kadidiri tapi ternyata ditengah jalan nggak sesuai rencana, dan saya bersyukur nggak sesuai rencana. Hihihi. Dan sebelumnya saya sudah pernah ke Kepulauan Togean ini tapi baru sampai Poyalisa island aja dekat Bomba

Seperti biasa perjalanan Palu-Ampana kira-kira 8 jam. Biar nggak repot kami rental mobil Mitra Touna plus sopir Rp. 800ribu bertujuh. Jadi tidur juga lebih nyaman dan tidak lupa kami bawa karung beras yang isinya pelampung. Hihihi, jaga-jaga kali aja bisa jadi Baywatch. Sekalian bisa jadi kegunaan lain yaitu jadi bantal saat di kapal. Hihihi

Welcome to Togean Island :D

Welcome to Togean Island :D

Sampai di Ampana itu pagi dan langsung beli tiket kapal tujuan Wakai per orang Rp. 40 ribu. Kapalnya pilih yang baru yak, yang warnanya biru. Kalo nggak mau usel-uselan, pilih aja di bagian belakang jangan ditengah. Terus kita biasanya dikasih kasur lipat gitu kalo mau tiduran. Kapalnya lumayan bersih kok. Kapal berangkat jam 10 pagi dan lama perjalanan kira-kira 5 jam. 5 jam ditengah laut nggak mati gaya donk. Kami udah sedia kartu, sampai bule yang sebelah kami foto-foto kami. Soalnya bagi mereka kami kan mahluk eksotik *plak!*

Dan nggak disangka dan dikira waktu saya tiduran temen saya teriak-teriak. “Lumba-lumba!”
Si Bule teriak “Dolphin!” manggil keluarganya.
Saya kaget sambil ngucek-ngucek mata lari kedepan kapal dan bener ngeliat lumba-lumba loncat-loncat banyak banget. Mungkin ada tuh 25 an ekor. Ya ampun, takjub banget kami ngeliatnya.

Si Lumba-Lumba Loncat-Loncat (Photo : by Helen)

Si Lumba-Lumba Loncat-Loncat (Photo : by Helen)

Mungkin yang norak cuma anak-anak One Piece dan para bule. Lainnya cuma diem, biasa aja. Beda dengan kami yang teriak-teriak histeris. Kecuali kalo liat hiu loncat-loncat baru pada heboh kali yak. Hehehe. Awal yang indah menuju surga, perjalanan diawali dengan lumba-lumba yang loncat-loncat dan ini keberuntungan bagi kami.

Trust me, kami memang beruntung. Beruntung berada di tempat ini :D

Jejeng akhirnya tiba dipemberhentian pertama

Wakai island

Wakai ini salah satu ibukota kecamatan di Kab Tojo Una-Una. Menurut orang-orang sana sebagian besar penduduknya adalah pengungsi pada saat gunung Colo meletus di Una-Una dan berkembanglah Wakai ini. Wakai kurang recomended buat berenang, karena lautnya memang nggak terlalu bersih, terlalu banyak rumah penduduk. Tapi ada air terjun yang lumayan keren buat dikunjungi namanya air terjun Tinampo. Katanya sih ada 12 air terjun ke atas, tapi kami cuma sanggup sampai 2 saja. Soalnya udah menjelang maghrib juga, apalagi warna airnya juga keruh karena hujan. Biaya ojeknya Rp. 20.000 buat PP. Bisa juga abang ojek ini jadi guide muter-muter Wakai. Lumayan lengkap fasilitas disini, dari kantor polisi sampai bank ternyata ada loh. Ditambah lagi sinyal HP. Ihir… masih bisa update status buat yang alay.

Air Terjun Tinampo

Air Terjun Tinampo

Pasar Wakai

Pasar Wakai

Penginapan yang kami tempati namanya Taurus, sehari cuma Rp. 50.000 exclude makan yak. Kalo mau makan bisa pesen dimasakin disini, sekali makan Rp. 20. 000 dengan menu ikan yang fresh banget dan porsinya banyak. Padahal kami ditawarin makan kepiting bakau yang gedenya Masya Oloh, tapi waktu harus memaksa kita untuk pergi ke pulau selanjutnya.

Pangempa island

Awalnya nggak sengaja mau kesini, seperti yang saya bilang tadi awalnya mau ke Kadidiri. Tapi sekali saya lihat dan menjejakkan kaki ini, rasanya tidak ingin meninggalkan tempat indah ini. Dengan menyewa kapal dari Wakai Rp. 150.000 ke Pangempa kami menuju surga dunia. Dermaga yang panjang, anggrek, pasir putihnya, lautnya, mataharinya, kelapanya, lapangan volleynya, manusia-manusianya, keramahannya, saya merasa ini tempat SEMPURNA.

Wah cantiknya :D

Wah cantiknya :D

Namanya Fadilla Cottage (http://fadhilacottages.free.fr/) dan yang bikin saya bangga ini asli milik orang Indonesia, Pak Jafar namanya, penduduk asli Katupat. Orangnya ramah, friendly dan menyenangkan. Tahu sendirikan walaupun berada di Indonesia kebanyakan yang punya orang luar. Harga cottagenya juga cukup murah loh cuma Rp. 100.000 dan ini udah include makan 3 kali sehari dengan makanan ala Indonesia dan ala barat. Jadi jangan heran kalo pagi-pagi dikasih buah asma roti doank karena kebanyakan tamunya juga bule. Tapi masakan Indonesianya juga mantap loh.

Dermaga di Fadhilla Cottage

Dermaga di Fadhilla Cottage

Disini lengkap banget fasilitasnya. Yang mau diving monggoh, yang mau snorkeling silahkan asal jangan matahin karang, yang mau berjemur atau cuma leyeh-leyeh juga boleh. Ditambah lagi disini ada lapangan volleynya jadi kalau sore biasanya tamu sama pegawai disana maen bareng. Seru loh. walaupun saya nggak bisa, enjoy aja maen.

Yihaa! Mari maen volley pantai!

Yihaa! Mari maen volley pantai!

Pantainya ajib!!!

Pantainya ajib!!!

Oh iya disini juga cikal bakal lahirnya EVERTO Everybody For Togean. Organisasi ini baru didirikan bulan April 2012 dan sudah memberikan langkah nyata untuk lingkungan. Berawal dari kesadaran masyarakat Katupat untuk menjaga lingkungannya didukung oleh teman-teman bule pada awalnya seperti Pak Saiful manager Fadilla Cottage dan teman-teman bule seperti Marion mereka membentuk organisasi non profit untuk menjaga kelestarian Togean dan membantu masyarakat sekitar untuk tetap hidup dengan tetap menjaga ekosistem. Kegiatannya itu banyak banget, seperti: ngasih penyuluhan kepada masyarakat biar nggak buang sampah sembarangan, memisahkan sampah organik dan non organik, mengambil bintang pemakan terumbu karang, melakukan perberdayaan masyarakat contohnya: bikin kerajinan tangan, kartu pos, dan lain-lain. Intinya sih merubah kebiasaan hidup masyarakat untuk lebih menghargai dan menjaga alamnya.

Seharusnya saya malu, orang luar saja mau care terhadap keindahan bangsa ini, karena dinegara mereka tidak ada. Tapi saya yang benar-benar lahir, besar dan makan disini belum bisa berbuat apa-apa.

Ketemu sama Marion langsung disini. Hihihi. Dia yang ngajarin kita maen 5000. Maenan dadu dari Prancis. Pokoknya siapa dulu yang sampai nilai 5000 dia yang menang. Yang kalah masuk kolong meja *nepokjidad* Hahaha tapi sangat seru!

Beautifull sunrise and beautifull me (timpuk!!! :p)

Beautifull sunrise and beautifull me (timpuk!!! :p)

Kami menyewa kapal seharian untuk jalan-jalan keliling Togean. Banyak spot yang bisa dituju. Salah satunya adalah Hotel California. Jangan membayangkan hotel dengan fasilitas lengkap, tapi ini adalah spot snorkeling yang indahnya Ya Alloh… never seen this before dah, pokonya. Dari kapal aja udah keliatan ikan warna-warni loh. Sebutannya reef 1 dan totalnya 5 reef. Ditengah-tengah itu ada gubuk yang didirikan nelayan. Sayangnya kita kesana pas surut jadi nggak bisa ketengah-tengah ke gubuk nelayan itu takut ngerusak karang saking bagusnya euy! Nemu ikan-ikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Maklum snorkelingan saya kan baru tingkat Tanjung Karang. Itupun masih suka megap-megap.

Sayang plastik kamera waterproof nya rusak , cuma bisa foto dari atas. Ayo nyemplung!!! Indahnya Masya Alloh!!!

Sayang plastik kamera waterproof nya rusak , cuma bisa foto dari atas. Ayo nyemplung!!! Indahnya Masya Alloh!!!

Pernah denger Derawan kan yang katanya ada ubur-ubur yang bisa dipegang dan katanya didunia cuma ada 2. Dan ternyata oh ternyata danau ubur-ubur seperti itu ada di Togean ini. Namanya Marion Lake. Kenapa namanya Marion, nggak danau Tika aja gitu (ngarep!). jadi gini ceritanya kata Pak Jafar sebenernya danau itu sudah ditahu lama, tapi waktu itu pas Marion datang, dia cerita tentang danau ubur-ubur yang ada di Derawan. Pak Jafar bilang, bukan cuma 2 didunia kok tapi di Togean juga ada. Tapi Pak Jafar nggak mau ngaish tahu tempatnya. Terus Marion bilang, kalo nggak dikasih tahu berarti bohong. Merasa tertantang Pak Jafar nunjukin deh.
Akhirnya banyak juga yang tahu.

Sebetulnya ketakutan pak Jafar cuma satu, takut kehidupan ubur-ubur itu terganggu kalau-kalau banyak orang yang tahu. Saya rasa ada benarnya juga. Tapi hal itu bisa dihindari kalau kita benar-benar konsisten buat melindungikan. Contoh kecilnya saja, dilarang pakai sunblock saat nyemplung, jangan terlalu banyak bergerak karena tubuh mereka rapuh, jangan buang sampah sembarangan.

Percaya deh ubur-ubur itu akan datang dengan sendirinya pada saat kami nyemplung. Jadi rasanya ubur-ubur ini minta dielus satu-persatu. Sampai-sampai ada ubur-ubur yang nutupin google saya. Pokoknya ubur-ubur ini itu imut banget, kenyal and bikin gemes :D Ada 4 jenis ubur-ubur disini ada yang warna putih bening, orange ada biru-birunya, orange ada putih-putihny, satunya orange totol bintang biru.

Sebetulnya saya sempat drop waktu snorkeling di Hotel California sampai-sampai muntah. Mungkin masuk angin. Tapi entah mengapa penyakit saya hilang saat nyemplung di Marion Lake ini. Beneran deh, pusing-pusing dan mual-mual saya langsung hilang saat saya nyebur ke danau. Mungkin manfaat lainnya bisa jadi penyembuh penyakit karena air danaunya hangat. Mungkin… Hehehe :D

Nah selanjutnya adalah ke Pantai Karina. Disini itu terhampar pasir putih yang lembut dengan pemandangan laut yang indah. Kami sudah dibekali makan siang untuk dimakan disini. Lauknya sebetulnya biasa yaitu ikan goreng dan sayur santan, tapi karena dimakan ditempat yang luar biasa indah ini rasanya jadi luar biasa pula. Pantai Karina juga bagus untuk Snorkeling cuma saat saya mau snorkeling lagi, eh sakitnya kambuh lagi. Mungkin sudah terlalu capek karena faktor U itu ya (umur maksudnya…) Hihihi.

Pantai Karina

Pantai Karina

New Year di Pangempa ^_^
Siapa bilang kalau ngerayain tahun baru di pulau terpencil nggak seru. Saya rasa ini adalah tahun baru terseru dalam hidup saya. Kami merayakan tahun baru dengan meriah. Bayangkan yah, dengan segala keterbatasan di Pangempa malah ada electone, kami satu persatu malah didaulat untuk nyanyi, Makanan yang enak, berkumpul juga dengan masyarakat Katupat dan tidak lupa Kembang Api yang tidak henti-hentinya. Satu lagi kami ikut tari Dero tarian tradisional Sulawesi Tengah, walaupun saya tidak tahu bagaimana pokoknya ikut saja. Jangan tanya lagi bagaimana serunya. Tentu saja fantastis!

Sebenarnya saya ingin perjalanan kali ini belum berakhir tapi panggilan dunia nyata ternyata lebih nyaring. Liburan telah usai meninggalkan memori yang sangat indah

Satu kata yang tak pernah bisa berhenti berucap ” Ya Alloh ” setiap melihat sesuatu di Togean ini. Semuanya serasa di alam mimpi saking indahnya.

Hi Pelangi!!!

Hi Pelangi!!!

Dan jejeng dalam setiap perjalanan terkadang tidak berjalan mulus begitu pula kami yang menjelang pulang malah kayak anak hilang. Hihihi. Jadi ternyata tidak ada kapal besar yang jalan tepat tanggal 1 Januari 2013 itu. Terkadang memang jadwal kapal tidak pasti. Kami akhirnya ke Wakai yang berjarak 1,5 jam dari Pangempa berharap ada kapal parkir disitu menuju Ampana. Tenyata tetot!!! tidak ada saudara-saudara.

Dengan terpaksa kamipun menyewa katintingnya cottage. 5 jam perjalanan kami tempuh dari Wakai-Ampana hargnya Rp. 1.250.000. Ada satu hal yang membuat saya sedih waktu itu. Ipin anak kecil yang selalu sama-sama dengan kami menangis karena harus ke Ampana. Bukan karena mau berpisah dengan kami bukan. Tapi karena jarak yang ditempuh terlalu jauh dan dia harus sekolah keesokan harinya, dia ikut karena awalnya tidak tahu akan ke Ampana. Ipin, u rock my litte boy!!! Sekolah yang pintar yaa.

Resiko dengan perahu kecil tidaklah kecil. Perahu kecil seperti itu jika ada ombak besar akan sangat berbahaya. Untung kami dengan nahkoda yang tangguh yaitu Pak Ismail dan temannya (lagi-lagi saya lupa namanya) sempat hujan deras dan ombak lumayan besar. Tapi dengan lindungan Tuhan, alhamdulillah kami semua selamat sampai tujuan.

New light in the new year

New light in the new year

For my friends: Mona si Putri tidur, mau ombak gede, gunung meletus dia tetep aja tidur kayaknya coba sebut lumba-lumba dia pasti nangis kejer. pizz mon! Citra : eh eh ternyata kita sehati <3, Helen: Masih banyak surga di Indonesia, jadi siap-siap for next adventure, Almond: Si seksi dari Parigi *kedipinmata*, Odon: Hayoo bayar utang sama Citra, wakakak. Ivan: The master of gambler

Untuk teman-teman One Piece. Hey Guys!!! Thanks for everything! The Mission has been completed :D

The Land Of Cemetery – Tanah Toraja

Yeay! Akhirnya kesana juga. Saya penasaran banget sama tempat ini karena betul-betul unik dan tidak ditemukan ditempat lain. Wisata kuburan boo! Jadi saya memanfaat waktu libur natal kemaren untuk disempet-sempetin kesana. sempet deg-degan juga karena pas libur natal dan sebagian besar orang pasti pulang kampung ke Toraja. Untung dicariin tiket sama Aldi dan akhirnya dapet walaupun agak mahal sih Rp. 150.000 karena biasanya Rp. 80.000 ya karena mau natal itu pake bis Bintang Prima.

Temen saya yang asal Toraja bilang kalau bis kesana itu keren ngelebihin fasilitas pesawat. Saya rasa ada benarnya juga. Bisnya rata-rata masih baru. Udah gitu ada tempat kakinya, jarak antar kursi jauh, jadi bener-bener bisa istirahat dikasih selimut sama bantal pula. Ditambah lagi minum antimo, saya tidur dengan sukses. Sadarnya pas udah pagi aja. Jadi bisnya berangkat dari perwakilan itu jam jam 9 malem, ke terminal baru berangkat beneran jam 11an malam.

Tugu pahlawan di Kolam Makale

Tugu pahlawan di Kolam Makale

Bangun-bangun udah digunung aja. Ga berasa tuh tikungan-tikungan yang kata orang ekstrim. Pokoknya mata udah seger aja. Toraja itu dibagi dua Toraja Utara dan Toraja Selatan. Saya turun di Makale yang patokannya Cuma kolam. Dalam otak saya itu yang namanya kolam ya kolam ikan yang kecil ternyata kolam ikannya gede boo! Depannya kantor DPRD pula. Di situ saya nungguin Upi adiknya temen CS saya yang ternyata cowo (saya kira cewek loh) walaupun nggak masalah juga sih. Maen ke rumahnya, dan akhirnya cus kita muter-muter pake motor sama dia.

Ketekesu.

Bisa dibilang Ketekesu adalah tempat yang paling lengkap kalau mau lihat kebudayaan Toraja. Disitu ada Tongkonan yang rumah tradisional Toraja, kubur batu walaupun nggak terlalu banyak, yang banyak malah tengkorak sama tulang belulang manusia yang tersebar kemana-mana. Awalnya serem loh, tapi karena banyak orang jadi seru aja. Ada juga gua yang bisa dimasuki disitu juga ada makam orang asli sana. Ketemu juga kebo belang yang harganya 200 juta dan sudah sold out! Itu dapet mobil satu, tapi malah buat beli kebo. Gila kaya bener yak.

Tumpukan tulang belulang manusia "asli

Tumpukan tulang belulang manusia “asli

Peti mati dan tengkorak

Peti mati dan tengkorak

Sesajen buat almarhum

Sesajen buat almarhum

Dulu gimana ya...

Dulu gimana ya…

Kebo 200 juta

Kebo 200 juta

Sebelum masuk saya pasti tanya pantangannya apa dulu. Jangan sampe salah-salah bisa berabe. Kata Upi sih nggak ada asal nggak ngomong yang aneh-aneh. Eh malah disuruh ngelus-ngelus tengkorak. Gila apa! Kata dia, kapan lagi. Terus dia ngasih contoh. Takut-takut nyoba juga. Cuma ngelus sama megang tulangnya doank kok. Kata dia yang penting jangan dipindahin. Kenapa juga saya kena dijahilin Upi coba. Ternyata kata Gege (teman CS saya yang laen) nggak boleh. Errr… Upi!

Lemo
Tempatnya nggak terlalu jauh dari Ketekesu. Kalo ini khusus kuburan batu yang ada dibukit gitu. Jadi satu bukit kuburan semua dan tentu saja ada patung-patungnya yang mirip-mirip banget sama orang aslinya. Serem juga yak.

Kubur Batu di Lemo

Kubur Batu di Lemo

Setelah dua tempat ini saya pindah ke temen CS yang lain yang namanya Gege. Untungnya dia cewe soalnya kan mo nebeng tidur dirumahnya. Satu yang saya salut dari orang Toraja ini. Toleransi antar sesamanya tinggi loh. Gege dan keluarganya adalah keluarga kristen yang mau natalan pula, tapi masih mau nerima saya. Udah begitu mereka kan tahu saya muslim, saya dimasakan ditempat yang berbeda dan menu yang berbeda pula. Inget banget kata-kata ibunya Gege. Dia bilang “Kami memang orang kristen tapi kami juga tahu dosa. Jadi nggak mungkin kami sajikan yang nggak boleh dimakan sama sodara muslim” Cess, adem hati saya ngedengernya. Serius! Itu hal kecil yah, tapi dari situ saya tahu persaudaraan masyarakat Toraja yang majemuk dengan berbagai agama pasti erat. Semoga Indonesia dibagian bumi sebelah manapun bisa ngikutin yah. Damai kan hidup kalau begitu.

Eh lanjut yang jalan-jalannya yak. Jadi saya nginep di Rantepao ditempatnya Gege ini. Buat jalan-jalan enakan nyewa motor yang sehari Rp. 60.000 karena daerahnya ke gunung-gunung. Sebelum berangkat ibunya Gege ngasih bekal makan kami. Padahal rencananya saya mau makan diluar. Tapi tetep aja dimasakin sayur sama ikan, katanya nggak ada warung makan disana udah gitu, andaikan ada untuk saya yang muslim pasti susah cari makanan halal. Terharu saya ngedengernya *ngambiltisu *srootttt!*

Tujuan pertama adalah ke Kalimbuang Bori Kec Sesean. Ini adalah situs purbakala yang isinya kuburan batu, batu menjulang (saya lupa namanya) yang biasanya dipake buat upacara adat buat ngiket kerbau, dan baby grave atau pohon bayi. Jadi baby grave ini tempat penguburan bayi yang belum tumbuh gigi yang ada didalam pohon. Jadi pohon dilubangi terus bayinya ditaruh disitu. Ditutup pake ijuk-ijuk. Semakin tinggi posisi bayi semakin tinggi pula stratanya karena menurut kepercayaan mereka semakin dekat dengan matahari berarti kedudukannya lebih mulia. Hemm…

di tengah Batu yg menjulang tinggi *bukan kita yg mau dikorbankan ya*

di tengah Batu yg menjulang tinggi *bukan kita yg mau dikorbankan ya*

Baby Grave

Baby Grave

Adu kerbau atau Rambu Ulo
Ini adalah hari keberuntungan saya. Pada saat itu tanggal 24 Desember 2012. Sehari sebelum natal. Biasanya acara seperti itu diadakan setelah natal sampe-sampe keluarga Gege bilang disuruh extend sampe tahun baru. Hihihi, bisa sih tapi habis itu saya liat nisan saya di kantor, waktu itu nggak sengaja muter-muter setelah dari Kalimbuang nggak nyangka kita dipanggil sama bapak-bapak. Rumah yang punya acara yang ada lantangnya atau bangunan bambu untuk menampung keluarga letaknya ada dibawah. Hampir saja tidak terlihat. Ternyata ada 13 kerbau yang akan diadu dan salah satunya kerbau belang. Mau tahu harganya berapa. Sebelum saya menyebutkan angkanya saya harus tarik nafas panjang sambil gemetaran. Satu kerbau belang harganya adalah…. emm mau tahu aja atau mau tahu banget. Hehehe. tarik nafas, hirup dalam-dalam,keluarkan perlahan. Harganya adalah Rp.550 juta. Iya, saya ulangi Rp.550juta. buset dah bisa beli mobil atau rumah tapi ini dibeliin kebo!

Kebo 550 juta

Kebo 550 juta

Apa keunikannya saya juga nggak terlalu ngerti, perbedaan yang saya lihat Cuma di belangnya aja. Jadi warnanya putih dan hitam. Kata Gege rasa dagingnya sama aja,semoknya juga sama. Saya tanya mungkin ada filosofinya, dia juga kurang tahu.

Jadi sebelum diadu ada ritualnya dulu, setelah kerbau diarak, keluarga almarhum yang cewek jalan pake kain merah yang dibentang diatas kepalanya yang dipegang bareng-bareng terus ngelilinngin lingkaran kecil sama kerbaunya di tengah lapangan, dan lagi-lagi saya kurang tahu apa namanya. Pemimpin upacara pake bahasa daerah memulai adu kerbau. Seru loh. awalnya sih aman-aman saja, tapi lama-lama agak rusuh yak, karena bukan adu 2 kerbau aja. Kadang kerbau yang awalnya diikat ikutan lari ngeliat ada kerbau yang berantem. Akhirnya kejar-kejaran ada yang sampe 5 kerbau. Kita harus hati-hati juga ambil tempat. Salah-salah kerbau malah yang akhirnya kejar kita. Ada loh orang yang sampe jatuh, untung nggak apa-apa. Paling bagus sih dari atas bukit, biar nggak kena. Adu kerbau ini keren banget loh. Kata Gege pernah ada yang sampe mati, kepalanya dikubur dilapangan itu juga.

Para keluarga wanita

Para keluarga wanita

Adu kerbau

Adu kerbau

Abis itu kami muter sampe ke desa yang paling atas, sambil ngeliat pemandangan Toraja dari atas. Keren banget deh. Hamparan padinya, rumah-rumah adat-adat, dimana ada batu disitu ada kuburannya. Mau tahu berapa biaya buat lubang kuburan di batu itu. Rp. 300 juta boo! Itu Cuma satu lubang loh.

Kalo mau lihat Tongkonan yang dari jaman purba dan masih ditinggali itu ada di Pallewa. Harusnya saya mau ke Londa tapi berhubung ujan nggak berhenti terpaksa nyangkut dipasar dan akhirnya nongkrong makan bakso dan kopi toraja.

tongkonan di Pallewa

tongkonan di Pallewa

Uniknya Toraja ini, mereka masih memegang teguh adatnya. Walaupun menurut saya agak ekstrim yah. Gengsi disana masih gede dan strata masyakarakat ditentuin oleh itu juga. Biaya penguburan yang ngabisin ratusan juta bahkan milyaran tetap mereka lakukan, selain untuk menghormati almarhum juga untuk menunjukkan status sosialnya kepada masyarakat. Seluruh keluarga akan saling membantu, sampai ada yang namanya hutang kepada anak cucu. Beratkah,menurut mereka sih tidak. Malah lebih meningkatkan semangat kerja. Kebanyakan merantau di bidang kelautan atau tambang kayak di freeport (sumber Gege,Sony, Kamal anak CS)

Kalau ada yang menjudge orang Toraja boros-borosin atau pamer kekayaan atau apalah terserah itu hak mereka. Kalau saya sih netral dengan adat yang mereka pegang. Maksudnya gini, itu adat budaya asli Indonesia, mereka yang punya. Mau sebesar apapun acaranya itu kan duit-duit mereka, nggak minta sama kita ngapain kita yang pusing. Hehehe . Kita malah bisa menikmati budayanya sampe sekarang menurut saya itu adalah keuntungan sendiri.

Indonesia itu kaya kawan!!! :D