Tuhan tahu, hanya sedang menunggu

Saya tahu, Tuhan hanya menunggu

Menunggu saya untuk belajar lagi

Menunggu saya untuk lebih bersyukur lagi

Menunggu saya untuk lebih sabar lagi…

Saya tahu, Tuhan sangat menyayangi saya

dan saya yang tak tahu diri ini tidak ada seujung kuku pun dapat membalas mencintainya

Walaupun saya tahu, tanpa cinta saya Tuhan tak pernah kekurangan cinta.

Selama ini Tuhan memberikan semua yang saya ingin

Bahkan memberi saya sesuatu diluar imajinasi saya.

Keluarga dan suami yang menyayangi saya

dan mimpi-mimpi aneh saya waktu kecil dulu satu persatu terwujud

Saya tahu, Tuhan sangat sayang saya.

Saat ini Tuhan hanya menunggu…

Menunggu saya siap adanya.

Mungkin…

Kisah Cinta Sejati di Kursi Roda

Kadang kita sebagai manusia suka lupa, lupa akan ‘sesuatu’ yang masih benar-benar adanya.
Kita sebagai manusia awalnya menganggap ‘sesuatu’ ini biasa saja.
Saat kehilanganlah baru sadar kalau ‘sesuatu’ itu sangat berarti.
Apa sesuatu itu… sesuatu itu adalah kasih sayang dan cinta.

Sering kita banding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
“Si A sudah punya ini ya” atau “si B ternyata begini ya” Selalu saja kita manusia mencari celah untuk mencari perbandingan-perbandingan itu. Terutama kekurangan orang lain.
Sadar atau tidak, kadang sayapun merasa begitu.
Kalau ingat itu saya jadi merasa sangat bodoh sekali, sejatinya kebahagian yang asli bukan dilihat dari materi.
Tapi rasa syukur akan pemberian Tuhan dan orang-orang terkasih.
Kelihatannya simple, hanya saja banyak orang yang tidak menyadarinya.

Kiblat kisah percintaan sejati kita selalu saja Romeo dan Juliet yang orangnya sudah jelas-jelas sudah tidak ada, itupun cerita fiksi. Atau mungkin bapak kebanggaan kita, BJ Habibie, hanya saja kita mengetahuinya ketika Ibu Ainun sudah tidak ada. Tidak adakah role model kisah cinta sejati yang benar-benar masih hidup didunia ini. Sehingga saat kita melihat merekapun, tanpa mendengar ceritanya kita sudah merasakan hangatnya pancaran cintanya

Well, beberapa hari lalu saya belajar tentang cinta sejati laki-laki normal dan wanita cacat.
Maaf, mungkin kata-kata saya terlalu kasar untuk menyebut seorang wanita cantik namun tak mampu berjalan karena hidupnya ada dikursi roda.
Teman baru saya ini bernama Mas Udin dan Mbak Wuri, pasangan cinta sejati dari Jawa Timur yang bersekolah di Hull University UK.
Jangan salah, mbak Wuri ini sedang mengejar gelar PhDnya loh dengan semua keterbatasan yang ada.
Pertanyaanya adalah, untuk apa mas Udin ikut kesini.
Jawabannya simple, karena ingin menjaga Mbak Wuri cinta sejatinya yang sudah 12 tahun menikah.

Love in wheelchair

Love in wheelchair

sumber:

Walaupun kisah hidupnya tidak diceritakan oleh mereka sendiri karena kami disini larut dalam euforia wisudaannya Mbak Lilis, tapi sungguhpun begitu, saya ingin meneteskan air mata saat diceritakan tentang mereka berdua.
Awalnya saya pikir Mbak Wuri itu sakit atau cacat sesudah menikah, mungkin terkena kecelakaan atau hal lainnya. Namun kenyataanya, mereka menikah sewaktu Mbak Wuri sudah mengalami kecelakaan itu.
Mbak Wuri dan Mas Udin yang sama-sama pecinta alam sama-sama mendaki gunung saat masih kuliah, namun tak terduga Mbak Wuri kecelakaan saat manjat. Ternyata akibatnya parah, kedua kaki mbak Wuri tidak berfungsi lagi.
Apa yang dirasakannya Mbak Wuri dulu pastilah sangat berat. Bayangkan, disaat umur masih muda, saat masih ingin belajar, maen sampai hura-hura, hantaman keras menimpa hidup Mbak Wuri. Boro-boro mau naik gunung lagi, jalan saja tidak mampu.
Bagaimana dengan kuliah mbak Wuri?
Bagaimana dengan kehidupan mbak Wuri selanjutnya?

Tapi yang dilakukan mas Udin saat itu sangat menyentuh, selalu disisi mbak Wuri. Sebagian kampus di Indonesia jarang ada yang menyediakan fasiitas elevator/lift. Kampus sayapun dulu begitu, entah sekarang ya sepertinya sih sudah banyak berubah (mungkin)
Mas Udin akan mengantar dan menjemput mbak Wuri ke kampus. Kalau kelasnya dilantai atas, mas Udin lah yang akan membopong mbak Wuri ke atas. Bisa dibayangkan itu? Kuliah dengan keadaan sehat saja kadang kita malas, apalagi harus bopong orang lain.
Ah, nyatanya ada…
mungkin untuk laki-laki biasa dia tidak akan mau seperti itu,apalagi jaman sekarang saat kebanyakan laki-laki berpikiran sempit tentang wanita. Jika tidak karena cintanya Mas Udin yang begitu besar atau mungkin ada sesuatu yang dimiliki Mbak Wuri yang luar biasa yang tidak dimiliki wanita lain walaupun mempunyai keterbatasan pada tubuhnya.

Saya rasa dua-duanya memang saling memberikan semangat untuk terus hidup satu sama lain, menopang satu sama lain, memahami kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Intinya saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Klise banget yah… tapi itu yang saya rasa.
Cinta bukan hanya fisik belaka. Percaya deh, fisik itu 20 tahun lagi juga bakal luntur, bakalan keriput-keriput dan lemah tapi keteguhan hati, rasa saling menerima dan memberi itu yang tidak akan hilang apapun yang terjadi entah 10,20 atau bahkan 100 tahun lagi. Kadang orang berpikir menyayangi akan lebih mudah jika punya apa-apa, sayangnya kita bisa melihat seseorang benar-benar sayang kepada kita adalah saat orang tidak punya apa-apa. Itulah tingkatan tertinggi dari cinta (menurut saya, hehehe)

Cinta itu bukan tentang apa yang kau punya, lalu saya beli
Cinta itu bukan tentang aku cantik, dan kamu ganteng
Cinta itu bukan tentang aku sehat maka akupun mau
Cinta itu juga bukan siapa kamu, anak siapa kamu, atau sekaya apa kamu

Cinta itu tentang memberi dan saling melengkapi.
Cinta itu tentang saling memahami dan mengerti
Cinta itu tentang komitmen dan keikhlasan

Saya salut atas cinta mereka yang bisa bertahan sampai sekarang, saling support satu sama lain walaupun dengan keterbatasan. Andaikan dibuat filmnya antara Mas Udin dan mbak Wuri pasti lebih romantis dari film-film Korea yang saya tonton. Bisa-bisa sepanjang film saya bisa nangis sesenggukan.

Cerita ini saya tulis untuk mereka yang sedang mencari cinta sejatinya.

*Halah apa sih Kul :p

Selamat mencari

Malam pertama Ramadhan 1435H

Aku senang,
Senang karena bulan yang penuh ampunan ini akhirnya datang juga,
senang karena setiap rintihan dan doa akan didengar olehNya
Senang karena Allah akan merangkulku lebih erat.
Ya… aku tahu, Allah tak pernah meninggalkanku
Tapi akulah yang masih suka lalai meninggalkan pelukannya.

Tapi aku juga sedih,
aku tak bisa bertemu kekasihku dan imamku
aku yang seharusnya membangunkannya dan membuatkannya makan sahur,
aku juga bisa saja membangunkannya dengan mengecup dahinya yang nonong itu.
atau kalau dia malas sahur, aku akan menarik kakinya atau memberinya percikan air ke wajahnya, biar bangun seketika.
dan kami akan meributkan mau masak apa hari ini, karena aku yang kadang suka sok tahu tentang apapun itu, padahal masak aja nggak bisa
Ngabuburit menunggu waktu berbuka, entah dibagian bumi sebelah mana yang penting bersama

Sayangnya, itu semua cuma ada dianganku saat ini
Belum terjadi…
sedih, ingin pulang tapi…
apalagi disini tidak ada suara adzan,tidak ada suara murattal,
puasa 19 jam sehari dan disertasi tanpa orang-orang terkasih

Perjuanganku nggak akan sia-sia kan Ya Allah
Mimpi-mimpiku ini
Cita-citaku ini
semua karenaMu

Ya Allah di malam pertama Ramadhan ini aku mohon
Jadikan aku, hamba yang selalu mengingatMu dan memelukMu saat suka dan duka
jadikan aku, istri yang baik dan sesabar Khadijah
jadikan aku, anak yang berbakti kepada orang tua dan membuat mereka bangga
jadikan aku, pelajar yang selalu ingin belajar tanpa kenal lelah dan lancar dalam studiku
jadikan aku, manusia yang pandai bersyukur dan berguna bagi sesama
jadikan aku, manusia ikhlas dengan semua qada dan qadar Mu

Persatukan kami Ya Allah…pun jangan dipisahkan kembali
dengan cinta yang sederhana dan kekal
yang mungkin tak seromantis Romeo dan Juliet
ataupun seindah film-film Korea yang suka aku tonton itu
(Ya walaupun kadang berharap juga punya suami yang romantis, tapi itu rasa-rasanya nggak mungkin :p)

Semangat, Kul *pukpukdirisendiri

Ah setiap kali saya membuat tentang rasa, saya malah jadi emosi sendiri.
sedih sendiri, galau sendiri, nggak keren pokoknya dah.
untung yang namanya tulisan nggak keliatan ekspresi wajah orang yang nulis.

Bismillah, berikan saya kekuatan untuk menyelesaikan semua kewajiban saya

Kangen Gembul sangat :*

Kisah Wortel dan Kentang

Wortel dan kentang adalah sahabat. Biasanya mereka selalu bersama-sama.
Setiap ada ibu-ibu yang butuh mereka, mereka akan membelah diri dan memberikan bagian tubuh mereka ke para ibu itu.
Paling sering sih dimintain tolong untuk buat capcay ataupun sop, pasti mereka selalu nyemplung bareng-bareng.

Tapi sekarang Wortel sedih, Kentang sudah nggak mau lagi maen sama-sama lagi.
Kalau diajak ngobrol atau maen, nggak pernah mau. Alasannya selalu ada saja, Kentang selalu sibuk.
Jadi kentang goreng lah, jadi pie kentang lah atau jadi perkedel kentang.
Wortel jadi kesepian deh. Dia cuma bisa jadi jus wortel atau wortel kukus aja.
Wortel sedih, Wortel juga nggak tahu sebenarnya dia salah apa sampai kentang jadi begitu.

“Kentang, maen yuk!!!” Ajak wortel. Dia berdiri depan pagar rumahnya kentang. Kentang cuma buka jendela setelah itu ditutup lagi.
Dicobanya lagi wortel mengajak kentang maen.
“Kentang ada ibu Santi mau masak sop nih, kita dibutuhin loh…” Ajak Wortel lagi.
Tapi Kentang tetap nggak jawab.
“Kentang marah sama Wortel ya, tapi Wortel nggak tahu kamu marahnya kenapa.” Kata Wortel masih dari luar pagar rumah kentang
“Dulu kata Kentang kalau ada apa-apa, Wortel harus ngomong. Sekarang Kentang malah yang nggak pernah ngomong.”

Pernah suatu hari Kentang manggil Wortel. Waktu dipanggil namanya saja Wortel langsung loncat kegirangan.
Dia seneng akhirnya Kentang mau maen lagi sama Wortel.
“Wortel, aku mau bibit Wortel punya kamu, aku lagi butuh nih!”
Wortel pun dengan senang hati memberikannya, dia kira mungkin sekarang Kentang sudah kembali baik.
Setelah menerima bibit itu Kentang langsung pergi.
“Kentang, Wortel boleh ya maen sama kamu lagi!” Panggil Wortel
Tapi tetap saja tidak ada jawaban, Kentang cuma pergi tanpa menoleh dan mengajak maen Wortel.
Kentang datang kalau saat dirinya butuh Wortel saja. Wortel jadi sedih lagi

Akhirnya Wortel pun pulang. Dia pun menangis seharian.
“Wortel kangen Kentang, tapi Kentang nggak mau maen lagi sama Wortel lagi, Kentang nggak mau jadi temen Wortel lagi, Kentang juga nggak kangen wortel lagi. Wortel sedih…”

Wortel jadi ingat, dulu Kentang selalu bilang pengin selalu maen bareng, mau jadi apapun Kentang maunya sama Wortel.
Kata Kentang, kalau maen sama Wortel, hidupnya Kentang jadi warna-warni, nggak cuma putih aja tapi ada juga warna orangenya.
Wortel seneng sekali waktu Kentang ngomong begitu terus mereka selalu sama-sama.

“Ya udah deh, kalau Kentang gitu terus. Wortel juga nggak mau temenan lagi sama Kentang, Wortel nggak mau manggil-manggil Kentang lagi, Wortel nggak mau ngajak maen Kentang lagi, Wortel juga nggak mau cerita tentang para ibu di dapur lagi.”

Saat keindahan bertemu dengan seni, (Brussel-Antwerp, Belgium)

Sebenarnya ini agak late post sih. Soalnya saya travellingnya tgl 4 Juni 2014 kemaren, sehari setelah di cecar exam and essay yang bikin kram otak. Jadi, ngabur bentar deh. Saya Eurotrip ke tiga negara aja. Belgium-Netherland and Luxembourg atau disingkat Benelux. Berangkat dari Manchester dapet pesawat jam 6 pagi, tapi subuh-subuh jam 3 udah mulai jalan. Biasanya kami bisa dapet bis loh walaupun udah jam 3 subuh. Tapi, yang namanya Manchester ya jam 3 subuh orang-orang baru pulang clubbing. Beda banget sama kami yang ngegembol tas plus muka ngantuk. Apesnya nih, kita ditolak mentah-mentah naik bis 2 x soalnya udah penuh banget rebutan sama orang yang abis clubbing. Realnya Manchester ya jam-jam segini nih :p, tapi daripada telat akhirnya pake taksi lah kami, dengan harga lebih mahal tentu saja.

Sampai di Chalerloi di Brussel Midi itu sekitar jam 9 pagi, tapi kami mau ke Mini Europe and Atomium jadi kami harus ke Bruparck, 1020 Brussel. Oh ya, dari bandara ada sejenis bis Damri dari Chaleroi ke Brussel, bayarnya sekitar 14 euro. Harusnya bisa lebih murah kalau beli jauh-jauh hari. Letak Mini Europe ini sebelahnya Atomium dan nggak jauh kok dari stasiun. Sayangnya kami kesana pas waktu hujan. Pokoknya hujan sepanjang hari. Mau nggak muter-muter sayang…ya udah pokoknya muter-muter aja sambil ujan-ujan untung nggak pada sakit. Tiket masuk ke Mini Europe ini 14.5 euro. Kami nggak masuk ke Atomiumnya, cukup dilihat dari luar aja. Sebenarnya bisa sih masuk, tapi harus bayar lagi 10 euro. Ah kami pikir ngapain, toh Atomium bakal lebih indah kalau dilihat dari luar (Ngeles biar lebih ngirit :p)

Atomium

Atomium

Mini Europe

Mini Europe

IMG_0020 IMG_9902-MOTION.gif IMG_9977

Mini Europe ini punya replika bangunan-bangunan di seluruh Eropa dari detail, warna, bentuk pokoknya sama persis. Kayak maen rumah-rumahan gitu. Lebih cocok sih untuk anak-anak sebenarnya ya. Tapi lumayanlah udah tahu duluan seperti apa walaupun feelnya pasti nggak sama kalau ngeliat yang asli. Kirain kompleknya ini bakal guede banget. Jadi menurut saya sih Mini Europe termasuk kecil nggak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, jadi kurang greget gitu loh.

Oh iya, bahasa sehari-sehari orang Belgia itu rata-rata Dutch, France and English. Tapi nggak banyak orang yang ngomong bahasa Inggris sih. Agak susah awalnya, tapi jadi terbiasa. Jadi kita suka ber ha ha pakai bahasa isyarat sambil nunjuk-nunjuk peta doank kalau nanya jalan. Pernah waktu itu nanya gimana caranya naik kereta dari Mini Europe yag ditanya anak SMA alhasil bahasa tarzan kami keluarkan. Hihihi

Epic jump :D

Epic jump :D

Setelah hujan reda kami menuju ke Grand Place yaitu icon yang paling terkenal di Brussel. City’s Town Hall nya Belgium itu disini dan termasuk World Heritage Site nya UNESCO loh. Memang indahnya nggak ketulungan sih, keren banget. Bangunannya banyak yang dilapisi emas. disini ngumpul jadi satu yang namanya The Brussels Town Hall, Guildhalls and The Maison du Roi (King’s House). Setiap dua tahun sekali, biasanya ada flowers carpet, sayangnya saya nggak beruntung kemaren, udah gulung karpet.Hahaha.

Pokoknya ambil foto sebanyak-banyaknya itu disini deh, mau lompat kek, kayang kek atau bahkan guling-guling kek, nggak masalah. Soalnya bener deh, bagus banget.Tahu Manneken Pis kan, ituloh patung anak kecil yang lagi pipis. Kirain patungnya bakal segede apa gitu, tapi ternyata patungnya kecil. Pipisnya juga kecil, hahaha. Heran kok bisa ya terkenal banget. Hihihi. Jangan lupa mampir makan waffle and coklat yang asli dari sini. Rasanya emang beda loh, walaupun coklat mentahnya impor dari Indonesia juga *cape deh. Hahaha.

Ih, kirain bakal gede :p

Ih, kirain bakal gede :p

Grand Placenya kk ^^

Grand Placenya kk ^^

IMG_0072 IMG_0075 IMG_0089

Jalan melipir sebentar bakal nemu Galery Royales St Hubbert yang arsitektur didalamnya bener-bener keren. Terus deket dari Grand Place, ada toko khusus yang jual produk-produk Tin-Tin. Aduh walaupun saya bukan penggemar beratnya tapi lihat ini bikin mupeng juga. Hehehe. Apalagi buat photo-photo. Seru deh tempatnya. Kalau mau beli souvenir disekitar sini banyak banget yang jual tinggal pinter-pinter aja nyari yang termurah. Teteup ya boo, nyarinya yang murah. Satu lagi tempat yang indah di Brussel, jalan keluar dikit dari Grand Place kami ga sengaja nemu taman yang bagus banget dan tower nya Brussel town hall keliatan dari sini nih. Udah gitu hamparan warna-warni bunganya dan taman yang tertata rapi bikin mata seger. Ternyata nama taman ini Mont des Arts.

Awas ngeces loh :p

Awas ngeces loh :p

Breathtaking ^^

Breathtaking ^^

Monggoh mampir ke Tin Tin

Monggoh mampir ke Tin Tin

Oh ya, kami nginep di teman yang baru ketemu di internet. Hehehe. Kok bisa, ya bisa donk. Namanya Couch Surfing. Ini pertama kalinya saya coba nge-couch di luar negeri. Biasanya saya pakai di Indonesia aja. Kirain bakal susah, ternyata enggak loh apalagi kami ketemu Marten and keluarga yang baik banget. Biasanya dia hanya bisa terima dua orang, dan kami bertiga, tapi Maarten tetep mau terima kami. Kami ketemu Marteen Van Camp di Grand Place sehabis dia pulang kerja, sebelum kesana pun dia nggak sungkan-sungkan menjawab pertanyaan saya yang turis dadakan ini. Diajari naik beli tiket kereta and caranya baca jadwal kereta (yah walaupun sebenernya hampir sama sistemnya seperti di UK sih). Jadi Marten ini tinggalnya di Geel, sekitar 45 menit dari Brussel. Memang jauh sih, tapi kami jadi tahu banyak tentang Belgium gara-gara beliau ini.

Thanks Maarten and family :D

Thanks Maarten and family :D

Marten adalah keturunan Pakistan dan Belgia, dia adalah manager di salah satu NGO di Pakistan. Setiap beberapa bulan sekalian dia harus ke Pakistan. Istrinya adalah orang asli Belgia dan anaknya Hanna berumur 7 tahun. Saya baru tahu kalau di Eropa itu ada kereta double-decker. Iya, jadi keretanya dua lantai, bisa muat banyak penumpang kan. Coba di Indonesia ada ya, kan lumayan tuh. Pasti keangkut semua penumpangnya.

Interior kereta

Interior kereta

Penampakan luar kereta

Penampakan luar kereta

Sampai dirumah Marten ternyata istrinya udah masakin spagheti dan dia menghargai saya yang seorang moslem. Untung di photo saya berjilbab, jadi dia tahu kalau saya nggak suka babi, ya emang nggak makan juga sih, Hehehe. Istrinyapun masaknya jadi dua jenis deh, jadi enak eh jadi nggak enak. Hehehe. Yang paling ngagetin lagi kami berasa di hotel. Beneran deh, padahal awalnya nggak berharap banyak, prinsipnya yang penting bisa tidur. Tapi dia udah nyedian 3 bed di lantai atas yang luas, dikasih handuk satu-satu. Suka di ajak sarapan pula. Jadi enak eh jadi nggak enak. Hehehe. Sayang lupa foto tempatnya, padahal bagus banget lotengnya.

Suka deh cerita sama Marten tentang hidup. Jawaban spontan yang dia keluarkan waktu saya nanya “bagian apa yang terberat waktu kerja di Pakistan?” Saya kira dia bakal jawab seperti orang pada umumnya seperti makanan lah, orangnya lah, keluargalah dll. Tapi nyatanya nggak tuh. Dia malah berat kalau mau balik lagi ke Belgium katanya sih karena orang disana lebih menghargai perbedaan daripada orang asli Belgianya sendiri apalagi dia punya darah Pakistan. Pengin sih dia bawa keluarganya ke Pakistan tapi sepertinya nggak mungkin, karena istrinya orang situ. Well, seperti saya memang sih seenak-enaknya di Inggris lebih enak kalau deket keluarga dan penerimaan orang-orang disekitar saya tanpa melihat saya anak siapa, jabatan saya apa, atau hal-hal duniawi lainnya tapi cinta tulus walaupun tak punya apa-apa. Tahu nggak motivenya dia buat nerima orang untuk nge-couch dirumahnya. dia cuma pengin anaknya belajar kalau banyak orang yang berbeda diluar sana, entah suku bangsa, agama ataupun budaya yang harus saling berbagi dan menghargai perbedaan itu. Aduh so sweet banget sih pak Marteen ini.

Hari kedua kami memutuskan ke Antwerp atau Antwerpen, kota terbesar kedua setelah Brussel. Serius deh, stasiun keretanya aja megah banget. Inggris aja kalah deh. Kalau mau ke pusat kotanya dari stasiun pokoknya lurus aja terus…. lurus lurus lurus, udah deh ada disitu semua jadi satu. Awalnya kami mau naik bis wisata, untung nggak jadi. Wong deket kok dari stasiun. Disitu udah ada Grote Markt di komplek ini ada Town Hall yang satu gedung ada benderanya banyak banget, sayang nggak ada bendera Indonesia. Hehehe. Terus ada lagi Patung gede yang megang tangan buntung yang katanya mau dibuang ke Scheldt River, sebutannya sih Statue of Brabo. Landmark lainnya adalah Cathedral of Our Lady. Arsitekturnya itu oh yang bikin saya meleleh-leleh kayak eskrim. Cantik banget, nggak seperti gereja kebanyakan, di UK aja kayaknya nggak ada *sombong…. Hahaha. Bener deh.

Central station di Antwerp

Central station di Antwerp

IMG_0185

Deket situ ada castle atau kastil yang namanya Heet Steen atau The Stone, disitu juga cantiknya luar biasa. Nggak perlu jauh-jauh naik gunung buat nyari castle deh. Di Antwerpen semua udah ada jadi satu dan yang jelas keliling-keliling dan masuk ke bangunan-bangunan ini free. Apa coba yang kurang. Sisa kakinya aja yang tenaganya di genjot lagi. Hehehe. Gimana nggak kemeng, setiap ada objek bangunan yang bagus kami foto-foto sambil lompat-lompat. Maunya sih biar epic gitu. Hahaha. Worth it lah. Ditambah lagi pas ada kapal cruise nongkrong di situ.

The lady in Cathedral of Our Lady

The lady in Cathedral of Our Lady

Town Hall wit Statue of Brabo

Town Hall wit Statue of Brabo

Het Steen Castle

Het Steen Castle

Scheldt river

Scheldt river

Ah nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan. Next trip.. Holland :D

Manchester United Museum & Tour

Jarang-jarang saya nulis khusus tentang museum loh.
Soalnya saking banyaknya museum disini, sampai nggak tahu mana yang harus ditulis duluan.
Tapi karena banyak yang request tentang MU, biar nggak penasaran saya tulis deh

Tampak depan *halah

Tampak depan *halah

Tampak belakang :p

Tampak belakang :p

Kota Manchester kalau nggak ada klub sepakbola MU ataupun Manchester City nggak akan seterkenal sekarang.
Kota ini jadi tempat favorit kunjungan para turis ya utamanya gara-gara itu.
Saya beberapa kali maen ke Old Trafford dan biasanya cuma maen ke museumnya doank yang emang free.
Tapi kalau mau tour bayarnya £16 harga student, kalau adult £18.
Kemaren saya ikutan tour gara-gara ada temen kantor juga yang lagi EURO trip jadi sekalian nemenin deh.
Sebelum tour biasanya kita bakal explore museumnya dulu, dan ketemu di meeting point sama guidenya yang ganteng :D
Jadi sang akang guide ini bakal ngejelasin macem-macem deh mulai dari sejarahnya, pemainnya, pencapaian dan bla bla bla nya.

Ini Bapak Budi

Ini Bapak Budi


Takut nggak ngerti… ah tenang aja, tujuan tour bukan itu kok, tapi cuma buat foto-foto doank. Hahaha
Kalau history dan macam-macamnya sih bisa baca sendiri. Lagian kita cuma dikasih waktu 1 jam 10 menit buat tour
Pendek banget kan, sayang kalau cuma ngedengerin ceramah doank. Itupun saya dan teman saya selalu dibarisan yang paling akhir, karena keasikan photo-photo. Soalnya bukti authentic itu kan photo yak :p Hahaha.
Ini saya ngomong begini karena kemaren saya sibuk jadi photografer dan di photo juga. Jadi setiap temen saya bergerak sedikit saja, dia selalu pengin di foto. Ya wajar sih, kapan lagi cobaaaa. Maen ke stadion MU. Kalau saya kan masih bisa bolak balik kesini.

IMG_9642

IMG_9573

Tampaklah dalamnya :p

Tampaklah dalamnya :p

Udah pada tahu donk kalau Old Trafford ini stadion terbesar kedua di Inggris setelah Wembley. Memang lebih wah dibanding yang lain :D
Kami ditunjukkan juga ruang VVIP dan press conference nya juga loh. Plus dressing room nya juga. Jadi disitu tempat ganti pemain, tempat istirahat sama nonton TV. Hehehe. TV nya buat review pertandingan maksudnya. Disitu juga tempat ngatur strategi.

IMG_3478

Dressing room

Dressing room

Menurut saya sih yang paling keren ya, waktu masuk stadionnya sambil megang rumputnya stadion.
Berasa gimana gitu, ternyata rumputnya kasar yak. Hahaha.
Terus yang paling seru lagi sebelum kami masuk ke stadion, kami disuruh baris ditempat pemain yang biasanya mau keluar itu loh
*ah saya nggak tahu istilahnya* terus guidenya nyalain soundtrack MU and suara keriuhan orang-orang. Jadi kesannya kami mau tanding gitu terus disambut penonton diluar. Seru deh. Euforianya dapet.

IMG_3491

Pemain kitah impor dari Indonesia

Pemain kitah impor dari Indonesia

Souvenir disini macem-macem. Kalau yang paling murah ya koin MU cuma £ 1 yang paling kecil, dan kita bisa bikin sendiri pakai mesin di museum. Ada lagi sertifikatnya loh yang ada tulisannya nama kita. Dari mug, poster, syal, sepatu, dll. Kalau jerseynya hemm, rata-rata ya sekitar £50 dan jangan kaget kalau rata-rata made in China, Bangladesh, India bahkan Indonesia.

LINEcamera_share_2014-05-29-19-22-48

Dapet sertifikat +tanda tangannya Sir Alex loh

Dapet sertifikat +tanda tangannya Sir Alex loh

Makanya saya suka sebel kalau ada yang nitip minta dibeliin jersey asli, tapi dibilang kalau made in China eh nggak percaya. Jadi gini loh ya saudara sebangsa dan setanah air. sebagian besar produksi barang-barang yang ada disini itu memang diimpor dari negara-negara terutama di Asia karena jasa untuk produksi itu mahal disini. Kasarannya bayar orang itu mahal banget. Makanya mereka melimpahkan pekerjaan produksi ke Asia yang tenaga kerjanya murah dan itu terjadi dari merk yang ecek-ecek sampai merk yang terkenal seperti Zara, M&S, Banana Republic, Next, sampai Chanel itu rata-rata di Asia. Nah nanti diimpor lagi ke Inggris. Bedanya cuma satu, gengsi doank kalau belinya di luar negeri :p

Lah kok ini jadi panjang ngobrolin ini yak, merembet kemana-mana.
Pokoknya kalau yang mau dateng ke Inggris, jangan lupa maen kesini yak :D

Hidden Place for Sweet escape : Jodrell Bank Discovery Centre

Dipagi yang cerah di musim spring, saya dapet surat cinta dari supervisor.
Ah indah sekali isinya, sampai dada saya berdenyut-denyut.
Isinya revisi sama jurnal-jurnal yang harus saya baca.
Oh supervisor tercintaku.
Duduk depan komputer selama 3 jam, akhirnya pusingnya bukan main.
Ternyata saya kelaparan dan otak perlu refresh sejenak.

Okeh, refresh otaknya cerita tentang jalan-jalan lagi aja yak.
Jadi waktu hari Minggu tanggal 25 May kemaren saya bersama tiga orang teman saya pergi ke Jodrell Bank Discovery Centre.
Jadi tempat ini adalah pusat penelitian bintang dan jagat raya dan yang lebih menarik lagi, disini ada telescope yang guede banget.
Namanya Lovell telescope. Jadi mirip-mirip Boscha yang di Bandung itu loh dibawah naungan ITB. Kedudukannya pun sama, Jodrell Bank dibawah naungan University of Manchester, tempat dimana saya mengais ilmu sekarang. Loh kok kebanyakan “jadi” nya yak :p

welcome :D

welcome :D

Jadi saya diajak teman saya Hesti yang belajar ilmu astronomi. Minggu kemaren ada semacam Cheshire Science Festival 2014.
dari Manchester kami naik kereta ke Gostrey, tiketnya £ 6,6 return. Sampai di Gostrey kami tak tahu arah. Hestipun yang sudah pernah kesini nggak ngerti arah juga dan disitu sepi karena di country side. Ada mobil cuma satu-dua atau orang yang lagi sepedaan. Disambut hujan pulak. Akhirnya kami nanya orang di ranch yang lagi ngurusin kuda. Dia bilang lurus aja nemu gereja, belok kanan terus… terus… yah sekitar 2 miles. Gubrak, lumayan juga yak. Hahaha. Coba itu si mbaknya minjemin kita kudanya buat kesana, Hehehe.

Lovell telescope ^^ and pelajar Indonesia

Lovell telescope ^^ and pelajar Indonesia

Wilayah ini sepi, tapi cantik. Bentuk rumahnya berbeda dengan rata-rata rumah yang di Manchester. Rumahnya luas, cantik dan tertata rapih. kata Hesti sih, daerah ini daerahnya orang kaya dan rata-rata pemain bola rumahnya disini. Kalau yang tinggal di kota Manchesternya cuma orang kebanyakan dengan penghasilan rata-rata. Mungkin ada benernya juga sih. Di teras rumah mereka kebanyakan merk mobil bagus. Sayangnya kita nggak tahu rumah pemain bolanya yang mana, kali bisa minta tanda tangan. Hehehe, ngarep*

Hujan kk !!!

Hujan kk !!!

Setelah berjalan kira-kira sejaman dan berdebat tentang arah sampai hujan, akhirnya kami sampai, yeay. Ternyata lumayan jauh ya boo!
Biaya masuknya cuma £5 buat student dan kami adalah orang Asia sendiri. Karena ini Science festival yang modelnya pameran tentang luar angkasa, saya cuma bisa melongo doank. Disitu ada batu dari bulan, meteorit, and pengamatan bintang real time loh. Dipaksa Hesti suruh nanya apa aja. Yah maklum saya orang awam, jadi pertanyaan saya pun yang ringan-ringan aja tapi sayangnya penjelasannya yang nggak ringan. Hahaha.

Btw, ternyata batu kryptonite yang kayak di Superman ternyata nyata adanya loh,cuma warnanya nggak ijo. Terus bintang-bintang yang teramati sekarang ini, sebenarnya itu adalah bintang 25 juta tahun cahaya yang lalu, karena saking jauhnya. Ada juga planet yang susunannya diamond semua loh. Kan udah pada tahu kali yak, kalau di Bahasa Inggris itu nyebutnya Milky Way Galaxy, kalau di Indonesia nyebutnya Galaksi Bima Sakti dan nama itu pemberian Soekarno loh. Katanya sih emang tergantung culture masing-masing negara
pertanyaan saya selanjutnya adalah, gimana keadaan bintang yang senyata-nyatanya sekarang ini? Jangan-jangan dia udah berevolusi atau jadi apa gitu kek. Mungkin ada alien juga kali yak. Hahaha. Nggak tahulah. Bisa mendeteksi seperti itu saja menurut saya udah hebat banget.

Sayangnya nih yah, kebanyakan scientist di sini Atheis atau tidak percaya Tuhan. Hesti saja takut di cuci otaknya. Karena menurut mereka adanya bumi ini dan seisinya itu karena adanya Big Bang theory atau hukum fisika lainnya. Jadi alam semesta ini ya ada karena ya udah ada aja. Kasarnya gitu kali yak.

Hihihi, aneh juga sih. Walaupun saya nggak pinter-pinter amat tapi saya bisa kok mikir pakai logika. Well, gini aja sih. Dunia ini yang gede segede-gedenya dunia, setiap planet, bintang, punya orbit nya masing-masing dan punya keunikan sendiri-sendiri kalau nggak ada yang ngatur pasti hancur. Pada mau seenaknya jalan-jalan sendiri, nubruk sana-nubruk sini, karena nggak ada sistem. Organisasi saja harus punya sistem, nah siapa yang buat sistemnya. Kalau organisasi yang buat system ya manusia. Analogi yang paling gampang deh, adanya buku itu bukan ujug-ujug ada bukan, pasti ada yang bikin. nah kreatornya buku itu manusia.

Nah, kalau bumi dan sistem tata surya siapa lagi yang bisa bikin semua itu, ya jawabannya cuma satu: TUHAN.

Back to Jodrell lagi yak, selain science festival, pemandangan sekitarnya nggak kalah bagus loh. Sebelum kami masuk ke gerbang Jodrell, kami disambut sama puluhan sapi yang unyu-unyu. Pengin deh meluk satu-satu sayang dipagari :p. Suasana countrysidenya berasa banget, disitu ada taman yang lumayan besar buat kumpul keluarga dan ada peternakan lebahnya juga loh. Sayangnya satu, sepanjang hari hujan mulu.

Hi sapi :D

Hi sapi :D

Satu yang saya suka disini, orang tua disini itu suka banget ngajak anak-anaknya maen ke tempat seperti ini atau museum dibanding mall seperti kebanyakan orang tua di Jakarta. Jadi keingintahuan mereka akan science dan alam sekitar jadi tinggi. Yang seperti ini nih patut dicontoh.

Jodrell Bank ini didirikan jauh setelah Boscha di Bandung, tapi sekarnag malah lebih maju. Coba kalau Boscha di perbaiki manajemennya saya yakin bisa maju juga tuh.

Mau deh kalau disuruh bolak-balik ke tempat ini tiap minggu. Tempatnya asri, bisa buat refresh otak, nambah ilmu lagi. Perfect place for escape :D

Peaceful place :)

Peaceful place :)