Sulawesi Tengah bukan selalu tentang “ITU”

Saya agak jengah akhir-akhir ini kalau baca tivi atau nonton koran. Eh kebalik yak.Kalau nyadar berarti lulus SD. Hehehe. Gara-gara berita tentang Sulawesi Tengah.

Disebelah sini kerusuhan, disebelah sana rumah dibakar, tawuran, orang mati ketembak, bom bunuh diri, bom bunuh orang (kalau ada bom bunuh diri harusnya ada bom bunuh orang donk!!!) atau apalah nama kegiatan yang merusak itu. Suka kesel sendiri, ini orang kagak ada kerjaan yak.

Masalahnya pun kadang sepele. Bayangin cuma gara-gara rebutan lahan parkir atau anak muda yang saling ngeledek bisa merembet perang antar kampung. Sebenernya apa sih yang ada di otaknya mereka itu. Herman deh!!!

Jadi paradigma orang lain tentang Sulawesi Tengah itu serem banget kayak medan perang. Kalo kesini harus bawa rompi anti peluru atau jimat sekalian. Eleh-eleh-__-

Blue Sky of Hammer City

Blue Sky of Hammer City

Saya hidup disini udah 3 tahun. Denger berita buruk kayak gitu udah jadi sarapan tiap hari. Tapi alhamdulillah selama ini saya merasa aman-aman saja. Wong yang kerusuhan itu tempatnya itu-itu aja. Dendam kesumat mungkin. Datengin Eyang Subur aja kali yak. Biar disulap jadi anteng semua. Palu jadi penghasil PAD tertinggi dibanding daerah lain. Perkelahian Antar Desa ya boo… bukan Pendapatan Asli Daerah.

Padahal menurut saya masih banyak di Palu yang indah-indah, cantik-cantik dan orangnya juga ramah-ramah kok. Makanya saya sering tulis tentang wisata disini. Tujuannnya satu: Biar orang lain itu tahu, Palu aman-aman saja dan “sangat layak” untuk dikunjungi. Sulawesi Tengah secara keseluruhan indah sekali. Hanya daerah-daerah tertentu saja yang suka keluar dari jalurnya. Hehehe. Asal kita nggak keluar jalur juga, dipastiin Sulawesi Tengah itu aman kok.

Pantainya, Lautnya, Air terjunnya, Pulaunya, Gunungnya, Langitnya, Sungainya, Pokoknya alamnya keren deh. Terus Palu terkenal jadi spot paralayang paling oke se-Indonesia, tepatnya di Wayu Matantimali. Apalagi yang kurang coba!!! (Kurang bioskop deng… Hehehe)

I'm like a bird @ Matantimali

I’m like a bird @ Matantimali

Please donk itu berita-berita juga berimbang kalau mau kasih informasi. Bolehlah yang jelek diberitain, tapi yang bagus-bagus juga donk. Biar orang-orang nggak takut atau parno.

Masih inget banget awal-awal disini emak saya langsung heboh nelpon untuk memastikan saya baik-baik saja. Teman-teman yang nun jauh disana juga begitu. Ada juga Sekarang sih udah nggak seheboh dulu lagi. Hehehe. Ada wisatawan dari luar ngemail saya nggak jadi kesini gara-gara rusuh. Akhirnya malah melipir langsung ke Manado. Padahal dia mau ke Togean. Coba bayangin kalau semua orang yang mau dateng kesini nggak jadi gara-gara berita-berita gitu mulu, berapa banyak pendapatan yang hilang. ckckckck…

^Peace^

^Peace^

Saran saya sih manusia-manusia yang pada perang sendiri itu yang nggak ada kerjaannya itu mending cari kerjaan. Kalo ngerasa nggak ada yang dikerjain mending cari ikan, gampang banget loh nyari ikan disini atau bersihin pantai, kelola itu tempat wisata biar bersih akhirnya kan dapet duit. Daripada cuma nongkrong dilorong. Tapi kalau gengsi mending kelaut aja tuh, nyemplung sama ikan. Mereka lebih terhormat soalnya nggak gangguin orang *kagak nyambung ya*

#Coretan disore hari sambil mantengin tipi liat Pengawu-Duyu bakar-bakaran rumah kayak bakar ikan aja#

Adopsi Karang With White Dolphin Community (^_^)

Horay, acara yang kami geber dengan persiapan yang mepet akhirnya sukses!!! Semua berkat kerjasama yang solid team White Dolphin dengan semangat 45!!! (berasa mau perang… hehehe )

Ayoooo!!!

Ayoooo!!!

Jadi gini ceritanya, tanggal 19 Mei 2013 White Dolphin Community salah satu komunitas free diving yang dipelopori oleh pemuda dan pemudi di Palu bikin event yang pertama buat masyarakat loh. Oh yah, saya termasuk pemudi itu. Hehehe (masih ngarep disebut muda -_-). Kegiatannya itu Adopsi Karang di Tanjung Karang Donggala. Berawal dari rasa ingin melestarikan karang dan habitatnya yang diberi judul “Save Coral” kami berinisiasi ingin merangkul masyarakat dan permerintah setempat untuk turut serta melestarikan karang.

White Dolphin Crew

White Dolphin Crew

Persiapan kegiatan ini sekitar 2 minggu. Paling lama sih bikin medianya. Media yang kami pakai itu dari semen dan pipa. Untuk penyangganya menggunakan besi. Jadi selama buat media atau plotnya itu kami kayak tukang batu. Ngolah pasir sama semen. Hahaha. Tapi seru, karena rame-rame dan kami tahu target event ini hanya satu : BERHASIL BERHASIL OYE!!!

H-1 masih ternyata masih banyak kekurangan sampai-sampai ketua White Dolphin Om Tito dan beberapa teman harus nginep di Donggala untuk memastikan semuanya ok. Mata sampai merah-merah tuh karena nggak tidur baru nyampe aja jam 12 malem. Semangatmu keren Om!!

Sebelumnya kami harus mencari bibit karang yang akan dicangkok, disitu kami di kawal oleh Om Tang . Om Tang itu penduduk setempat yang care banget dengan kelestarian karang karena dia dengan inisiasi sendiri suka mencangkok karang di Tanjung Karang. Nyelem buat nyari karang yang pas buat dicangkok juga susah-susah gampang karena karang harus benar-benar yang sehat dan yang paling bagus adalah karang keras bukan karang lunak. Kami nggak mau juga sembarang ambil karang donk.

Om Ical cari karang

Om Ical cari karang

Om Ai mau eksis juga

Om Ai mau eksis juga

Jadi masyarakat umum yang ingin mengadopsi karang memberikan donasi Rp. 50 ribu per plot karang . Nah dimasing-masing plot itu akan diberi label nama donaturnya. Mereka juga diikutkan pada waktu pengikatan bibit karang ke pipa plot loh, plus dapet sertifikat adopsi loh yang disitu isinya nomer register masing-masing karang yang mereka adopsi. Pada saat pemasangan karang pada plotnya, harus selalu terendam air laut. Biar karangnya nggak mati, dan pangkalnya harus selalu nempel pada medianya agar tumbuh, jadi nggak boleh ngambang.

Bareng masyarakat setempat  :D

Bareng masyarakat setempat :D

Mencangkok dalam air laut

Mencangkok dalam air laut

Ini karang adopsiku, mana punyamu?

Ini karang adopsiku, mana punyamu?

Nah setelah selesai semua disematkan (lah bahasa sayah, apa ini…) dipasang satu-satu karang dan name tag nya, siap-siap dilarung kelaut. Jangan dikira gampang loh. Ini malah bagian tersulitnya karena berat boo!!! Apalagi kerangkanya dari besi. Kalaupun ditarik saja, nggak akan cukup kuat apalagi jika kedalaman sudah lebih dari satu meter. Akhirnya Om Tito dan teman-teman yang lain diving untuk menjangkau kedalaman sampai sekitar 5 meter dari permukaan laut.

Ini berat loh boo!!!

Ini berat loh boo!!!

Pelarungan karang

Pelarungan karang

White Dolphin juga mau karang ini benar-benar ditempatkan didaerah yang karangnya sudah rusak. Perjuangan akhirnya tak sia-sia. Setelah terseok-seok, terngesot-ngesot bawa besi ditambah mereka harus berjalan dalam air dan tabung oksigen yang gedenya sama kayak orangnya yang pastinya berat akhirnya White Dolphin BERHASIL. Yeay…..!!! Horayyy!!!! Jingkrak-jingkrak sambil nyium penyu #eh

Save Coral

Save Coral

Antusiasme masyarakat ternyata banyak juga loh dan dari dinas terkait juga mendukung kegiatan kami. Dukungan itu yang kami perlukan untuk meningkatkan spirit White Dolphin.

Selain acara adopsi karang, kami juga melepas penyu tangkapan nelayan yang mau diperjualbelikan. OMG… penyu lucu itu mungkin akan dimakan sama orang, teganya dirimu teganya… #dangdutmodeon

Penyu unyu ^^

Penyu unyu ^^

Nah, untungnya si nelayan mau di beli sama Om Helmi salah satu anggota White Dolphin juga dan akhirnya dilepaskan juga ke laut.
Kegiatan lain yang ga kalah pentingnya itu bersih-bersih pantai. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kesadaran masyarakat akan sampah di sini itu masih rendah banget. Mereka nggak sadar kalau sampah yang dibuang ke laut itu bakal ngerusak kehidupan dan keindahan laut.

Tumbuh yang sehat ya nak ^^

Tumbuh yang sehat ya nak ^^

White Dolphin ingin mengajak masyarakat dan pengunjung terutama untuk memperhatikan sampah mereka. Berkarung-karung sampah kami temukan terutama yang anorganik untuk dihancurkan.

Save me...!!!

Save me…!!!

Semoga kegiatan pertama White Dolphin ini akan mengilhami masyarakat dan teman-teman yang lain untuk tetap menjaga kelestarian karang. Snorkeling boleh, asal karangnya nggak diinjak-injak. Maen di Tanjung Karang boleh asal buang sampah nggak boleh sembarangan apalagi dibuang kelaut, memanfaatkan sumberdaya alam tentu saja boleh asal manusia juga selalu ingat untuk melestarikannya dan White Dolphin akan berusaha melakukan kegiatan-kegiatan selanjutnya untuk melestarikan karang dan habitatnya.

Untuk semua pihak yang telah membantu terselanggaranya kegiatan ini kami ucapkan terima kasih.
Special untuk teman-teman White Dolphin: U’re rocks guys!!!

All photos are belong to White Dolphin Community :)

Dunia (Hampir) Hilang Dalam Sedetik #Tragedi Air Terjun Wera

Judulnya kok tragedi. Pasti pada nanya gitu. Soalnya jarang-jarang dan jangan sampai kejadian lagi #ketoktanahtigakali.

Jadi gini ceritanya, saya yang doyan banget travelling ini main lagi ke Air Terjun Wera. Sekitar 15 km dari Palu. Ini kelima kalinya saya main ke air terjun ini dan tetap saja saya takjub dengan keindahannya. Walaupun jalanannya berliku dan berbatu.

Perjalanan kali ini cuma 4 orang termasuk didalamnya teman baru saya nemu di CS (Couchsurfing) Nardo namanya, lainnya Tasya dan Kak Ani. Awalnya masih have fun aja, paling-paling Tasya yang drop sampai pucat nggak kuat jalan. Jadi sebentar-sebentar berhenti. Diantara berempat yang paling heboh itu malah Nardo. Cowok satu ini nggak berhenti-berhenti ngomong. Nyidam cabe kali emaknya waktu pas hamil. Baterainya full terus. Semangat banget dah pokoknya, padahal yah backpacknya itu penuh sama makanan and minuman beberapa botol loh. Kami yang para cewek cuma bawa tentengan minum satu botol doank.

Jejeng… dan akhirnya sampailah kami di air terjun Wera. Eksotik dan mendebarkan. Tingginya sekitar 30 meter dan kebetulan karena hari libur jadi rame banget.

Selalu Segar disini ^^ *Wera  Waterfall*

Selalu Segar disini ^^ *Wera Waterfall*

Kami bertiga (saya, Kak Ani dan Nardo) memutuskan buat ke air terjunnya langsung. Jangan dibayangkan jalanannya mulus yah. Milyaran kubik air deras mengalir, ditambah lagi batu-batu licin. Untung ada cowok dua orang yang mau ke air terjun juga. Jadinya dibantu mereka. Lancarlah perjalanan kami ketitik air terjun itu.

Tebak disebelah mana sayah d(^^)b

Tebak disebelah mana sayah d(^^)b

Berdiri tepat dibawah air terjun sambil membentangkan tangan, berteriak sekencang-kencangnya apa rasanya… SERU, DINGIN, LEPAS SEMUA BEBAN, dan TAKJUB. Suara teriakan kami tidak ada yang mendengar hanya grojokan suara air terjun menyatu dengan suara teriakan kami. Dan dimanapun tempat yang saya kunjungi saya selalu sempatkan berdoa dan mengucap syukur. Doa saya kali ini adalah …. cukup jadi milik saya sendiri :D

Ini jalannya, silahkan dicari

Ini jalannya, silahkan dicari

Tapi dan tapi yang namanya celaka itu kadang memang nggak bisa diprediksi ya. Sewaktu akan balik lagi ke tebing awal ternyata saya kehilangan keseimbangan. Batu yang licin membuat saya oleng dan akhirnya jatuh ke derasnya sungai dan tidak ada batu yang bisa dipegang, sekejap mungkin sepersekian detik saya merasa lenyap dari bumi. Sempat terlintas inikah saatnya.

Betul-betul panik dan mendebarkan, karena kalau sekian detik tidak ada yang menggapai saya mungkin bisa dibilang saya akan terbawa derasnya arus air terjun. Betulkah ini saatnya???

Untung saja saya menarik tangan mas-mas yang dibelakang saya dan Kak Ani yang didepan saya menarik baju saya. Nardopun sigap menarik saya.

Bahu kiri saya kini biru lebam, jika digerakkan akan terasa sakit tapi saya masih bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup ^^. Tuhan itu baik, sangat baik Dia masih memberi kesempatan pada saya untuk meraih mimpi-mimpi saya. Mungkin saya diingkatkan kali ini untuk lebih berhati-hati, nggak boleh pethakilan , atau mungkin diberi kesempatan untuk menikah dulu *ihir* atau… who knows…

Hati-hati dalam melangkah akan menjadikan kita lebih bijak dalam hidup. Jalan-jalan itu penting untuk refreshing dan memandang dunia dalam cakrawala baru, tapi menjaga diri sendiri juga tak kalah pentingnya.

Dan saya tidak kapok jalan-jalan d(^^)b

Baju adat suku Kaili Sulawesi Tengah

Saya menulis blog tentang baju adat Kaili karena pengalaman saya yang sulit sekali mencari referensi mencari dimana dan seperti apa itu baju adat Kaili. Berawal dari hari Kartini yang diadakan markas besar kantor saya di Makassar, kami diharuskan memakai baju adat masing-masing cabang. Berhubung saya hidup di Palu Sulawesi Tengah, otomatis saya mencari baju adat Kaili, suku asli Sulawesi Tengah. Sebetulnya masih banyak suku-suku lain disini, tapi mungkin yang terbesar adalah suku Kaili.

Mencari baju adat ini bisa dibilang seperti mencari jarum ditumpukan jerami loh. Ok, kalo peribahasa yang saya gunakan terlalu berlebihan. Tapi ada benarnya juga loh. Tiga tempat di kota Palu yang kami datangi baju adat ini sold out karena sudah terbooking oleh instansi lain. Kami ditawari pake adat baju Poso cuma sepertinya kurang cocok dengan bentuk badan karena bentuk rok mengembang bagian bawah dan temen saya yang cowok Yodi pasti ngamuk-ngamuk karena pakai celana pendek.

Baju Adat Poso

Baju Adat Poso

Akhirnya menjelang sore dapat juga baju adat Kaili. Here we go, karena modelnya kami, model yang dipajang juga kami yak :D

Baju Adat Kaili

Baju Adat Kaili

Ini adalah contoh yang paling sederhana hanya untuk upacara adat biasa. Jika pernikahan pernak-pernik dan rupanya lebih meriah lagi. Kami pun para wanita tidak menggunakan pernak-pernik yang ada dikepala dan ditangan. Tapi paling tidak sudah cukup mewakili. Oh ya untuk sewa bisa di Zenta yang ada di Jalan Kimaja Palu. Bajunya baru-baru dan bagus.

1. Baju Nggembe
Baju Nggembe adalah busana yang dipakai oleh remaja putri untuk Upacara Adat atau pesta. Baju Nggembe berbentuk segi empat, berkerah bulat berlengan selebar kain, panjang blus sampai pinggang dan berbentuk longgar. Baju Nggembe ini dilengkapi dengan penutup dada atausampo dada dan memakai payet sebagai pemanis busana. Bagian bawah Baju Nggembe adalah sarung tenun Donggala yang berbenang emas atau dalam bahasa Kaili disebut dengan Buya Sabe Kumbaja.

2. Cara Pemakaian Sarung. Mulanya hanya di kepit di pinggang dan ujung sarung terjuntai di pangkal tangan Ni Sakiki. Dalam perkembangannya pemakaian sarung Donggala dirubah dengan mengikat sarung dan kemudian disamping kiri atau kanan dilipat untuk memperindah serta memberi kebebasan bergerak bagi si pemakai.

3. Assesoris
- Anting-anting panjang atau Dali Taroe
- Kalung beruntai atau Gemo
- Gelang panjang atau Ponto Ndate
- Pending atau Pende

Baju pernikahan adat Kaili

Baju pernikahan adat Kaili

Pakaian Adat Laki-laki

Baju Koje / Puruka Pajana
Pakaian ini terdiri dari 2 bagian yaitu Baju Koje dan Puruka Pajama. Baju Koje atau baju ceki adalah kemeja yang bagian keragnya tegak dan pas dileher, berlengan panjang, panjang kemeja sampai ke pinggul dan dipakai di atas celana.
Puruka Pajana atau celana sebatas lutut, modelnya ketat, namun killnya harus lebar agar mudah untuk duduk dan berjalan. Pakaian ini dilengkapi dengan sarung dipinggang, keris, serta sebagian kepala menggunakan destar atau siga. Info lengkapnya disini

Selamat mencoba ^^

Booking hostel bukan berarti bayar loh

Jadi gini, ini sebenarnya cerita dari temen saya Ari sedangkan saya yang bagian bookingin. Jadi saya termasuk juga dalam cerita ini walaupun nggak ikut jalan-jalannya.

Awalnya, temen saya Arie lagi kumat gilanya karena dia mau jalan-jalan ke Singapore sendirian. Ini bener-bener sendirian dalam arti sebenarnya yah. Soalnya emang dia kesana sendiri, jalan-jalan sendiri dan sama sekali nggak bikin janji sama siapa-siapa. Bahasa Jawanya “mbangbung” Lagi kebanyakan duit kayaknya. Hahaha.

Nah berhubung saya yang punya kartu kredit jadi saya beliin tiket pesawatnya dan bookingin hostel tentu saja. Kalau saya sih seneng-seneng aja karena bisa nambahin poin dikartu kredit saya. Hehehe. Tiket pesawat done! Air Asia gituloh, saya khatam cara pakenya.

Nah giliran booking hostel nih, Ari kan minta di bookingin di G4 Station yang alamatnya di 11 Mackenzie Road Singapore. and done! saya pikir semuanya sudah terbayar karena saya sudah terima email dari sononya.

Dan Jejeng!!!
Trouble is a friend kayaknya.
Sampai sana ternyata Ari disuruh bayar, karena kemaren baru booking aja. Dia juga kelimpungan secara duit yang dibawa pas-pasan. Tragis sekali nasibmu nak. Saya nggak ngeh dan saya juga nggak baca baik-baik itu emailnya. Dongdong!!! Ari juga sama.
Terkadang euforia travelling bikin kita lupa keknya. Hehehe

Malem-malem sms saya, jam 11 malem, dia lupa lagi nomor rekening banknya. Haduh saya ikutan panik juga. Secara anak orang nyasar dinegeri sendiri sih nggak masalah, lah ini di negeri orang. Nanti kalau ada yang nyulik gimana. Kan repot juga.

Untung pagi-pagi saya nguplek-nguplek mandiri internet banking, untung sempet nyimpen nomer rekening dia. Fyuhhh!!!!

Semoga selamat sampai pulang ke tanah air Rie, jangan disorientasi arah. Berhubung kamu nginepnya di daerah little India jangan lupa bawa Shahrukh Khan pulang ke Indonesia ya… loh :D

Intinya sih, cek sebelum membeli. Untung masih bisa terjangkau, kalau travellingnya daerah kutub dan nggak ada atm. Gimana coba… Hihihi

Mungkin

Mungkin tak ada pilihan yang benar atau tepat dalam hidup sebelum kita membuatnya benar dan tepat.

Hanya saja pada saat bimbang, ketidakyakinan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan perubahan rasa, hawa itu semakin nyata adanya.

Ketakutankah?

Merasa dicurangikah?

Hatipun raib tercabik, pada akhirnya yang diinginkan hanya BERHENTI.

Happy Birthday Teacool *

Saya ulang tahun loh, kemaren tanggal 28 Januari. Tahun kelahirannya nggak usah disebut ah nanti ketahuan masih muda lagi *plak!*.
Saya rasa ini adalah tahun teristimewa saya karena saya mempunyai banyak hal yang menyenangkan dan membahagiakan dalam hidup saya. Bersyukur dengan segala yang telah saya capai walaupun masih banyak juga cita-cita yang belum sempat tergapai. Saya sangat sehat, punya pekerjaan yang cukup menghasilkan (walaupun utang juga banyak *wew!) dan bisa berkumpul dengan keluarga adalah kebahagiaan yang tak terkira tentu saja dan ehm… apalagi ada Gembul disisi saya, tambah lengkap deh kebahagiaan saya.

Bisa menikmati semua kuliner yang ada dikampung , sampai saya menggendut dengan instan. Tapi saya nggak mau mikir gendut dulu yang penting makan enak dulu. Wakakak. Maklum, sudah 3 tahun di Palu dan keliling Indonesia saya masih merasa Tegal adalah kota yang mempunyai makanan terenak didunia. Hehehe.

Kalau flashback lagi mengenai hidup saya, nggak sepenuhnya saya senang-senang tertawa haha hihi loh, yang kerjaannya travelling mulu ngabisin duit. Pasti yang namanya manusia ada sedih ada senang ada pencapaian ada kegagalan semuanya warna-warni dan membuat saya berpikir lebih dewasa.

Ada cita-cita dan keinginan yang belum tercapai dan terkadang hal itu membuat saya kesal entah kepada siapa atau apa. Sebetulnya kecewa terutama kepada diri sendiri. Kenapa belum bisa, apa yang belum bisa, salahnya dimana, kurangnya apa. Pertanyaan-pertanyaan itu yang kadang terngiang-ngiang di otak saya. Mungkin memang saya belum mampu dan mungkin saya masih harus bekerja lebih keras atau mungkin saya kurang berdoa. Mungkin. Saya juga masih mencari.

Tapi di awal umur saya ini pada tahun 2013 saya mengucap syukur atas semua yang telah saya raih. Keluarga yang menyayangi saya, orang terkasih, sahabat-sahabat setia, rekan kerja dan bahkan orang yang tidak suka sama saya. Hihihi, kenapa begitu. Karena menurut saya orang yang tidak suka dengan kita sampai misalnya iri atau dengki berarti mereka cemburu dengan kita. Bener nggak? Saya tidak mau ambil pusing. Hehehe.

Pokoknya ayo semangat untuk tahun 2013! Untuk apapun itu!

Oh iya, saya dapet kado dari orang-orang terkasih saya loh. Mungkin dari segi nilai ini biasa saja, tapi saya merasa ini nilainya tak terhingga. Luar biasa!!! Cetar membahana!!!
Cake dari Siskul adik saya. Pantesan waktu dirumah dia getol banget pengin ngusir saya. Pokoknya saya disuruh pergi aja. Ternyata awalnya dia mau bikin sendiri cakenya. Tapi berhubung saya nongkrong dirumah aja nggak mau pergi akhirnya dia yang pergi deh. Ternyata mau ngasih surprise kasih cake.Thanks a lot Sista ^^.

nyam.. nyam..nyam

nyam.. nyam..nyam

Kedua dari sahabat saya yang cantik jelita yaitu Ari. Mungkin otak saya suka nge-hang, udah gitu grubak-grubuk nggak jelas, suka disorientasi arah makanya dia kasih saya ini. Biar otak saya fresh…wakakak

cocok untuk yg suka grubak-grubuk

cocok untuk yg suka grubak-grubuk

Terakhir dari Gembul. Awalnya dia nggak mau ngasih kado. Uhh pelit! Becanda dink! Bersama dengan saya saja itu sudah merupakan kado. Maklum LDR boo! Lebay! Saya juga bingung waktu ditanya mau apa. Tahun kemaren dia kasih saya boneka segede gambreng plus buku Ainun Habibie. Masa mau boneka lagi. Kan udah bukan anak TK lagi. Sampai menjelang pulang pun saya nggak tahu mau apa. Nah waktu masuk toko buku saya lagi tergila-gila sama MSB (My Stupid Boss). Saya baru punya satu seri, itupun beli di Makassar. Satu seri saja udah bikin saya ketawa sendiri sampa guling-guling kayak orang gila. Akhirnya saya ambil semua serinya, maklum di Palu nggak ada boo! Eh tiba-tiba Mbul dateng terus dia bilang “Itu aja kadonya ya…” Saya sampai kaget karena melihat penampakan dibelakang saya. Hehehe.
Padahal saya rencananya mau minta cincin berlian 2 kg. Wakakak. Tapi janganlah entar Mbul jantungan pula. Hihihi.

Oh iya, ditambah lagi buku hijab wedding *kedipkedip* berasa gimana gitu…

MSB  *kecupkecup*

MSB *kecupkecup*